Serba Serbi
IPB University Gelar Pelatihan Tepung Mocaf untuk Berdayakan Ekonomi Perempuan
KlikBogor – Divisi Teknik Biosistem, Fakultas Teknik dan Teknologi, IPB University sukses menyelenggarakan Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) di Kelompok Tani Setia, Kampung Cangkrang, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 26 Juli 2026.
Kegiatan yang mengusung misi pemberdayaan ekonomi perempuan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) oleh para dosen Divisi Teknik Biosistem.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 21 peserta perempuan anggota Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Bogor di bawah pimpinan Ibu Wiwit Munggarani.
Banyak bahan pangan lokal memiliki potensi ekonomi tinggi namun belum diolah secara optimal. Diversifikasi mendorong pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
Inisiatif pelatihan ini digagas sebagai solusi nyata atas terbatasnya diversifikasi pangan lokal di wilayah perdesaan, di tengah tingginya angka ketergantungan masyarakat terhadap tepung terigu impor.
Singkong, yang menjadi salah satu komoditas unggulan di wilayah Jawa Barat, dapat dijadikan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan tepung mocaf. Melalui proses fermentasi, mocaf menghasilkan karakteristik tepung dengan tekstur dan cita rasa yang lebih netral dibandingkan tepung singkong biasa.
Baca juga: Tahun Ajaran Baru, Setiap Siswa Kota Bogor Tanam Pohon
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Divisi Teknik Biosistem IPB University, Prof. Rokhani Hasbullah. Dalam sambutannya, Prof. Rokhani menekankan pentingnya menjembatani hasil riset akademis dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Riset yang hanya berhenti di laboratorium tidak akan banyak berarti jika tidak sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dikembangkan di IPB benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan pemberdayaan kaum perempuan” ujar Prof. Rokhani.
Ia menambahkan bahwa diversifikasi pangan berbasis bahan baku lokal merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi sektor rumah tangga.
Menurutnya, ketergantungan pada satu jenis pangan sangat rentan terhadap berbagai risiko seperti gagal panen, perubahan iklim atau gangguan distribusi.
Pelatihan diawali dengan pemaparan materi oleh dosen Divisi Teknik Biosistem, Nanik Purwanti. Nanik menjelaskan potensi dan peluang usaha berbasis mocaf serta berbagai produk olahan berbasis tepung mocaf seperti mi, biscuit, kue, roti dan produk gluten free lainnya.
Peserta tampak antusias menyimak materi mengenai rantai produksi dan nilai ekonomis dari tepung turunan singkong ini. Berbeda dengan penyuluhan teoritis pada umumnya, pelatihan ini menerapkan pendekatan aplikatif langsung.
Dalam kesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Setia, Ujang, memberikan demonstrasi langsung proses pembuatan tepung mocaf secara higienis kepada para peserta.
Seluruh peserta didampingi oleh tim dosen dan anggota Kelompok Tani Setia mempraktikkan langsung pengolahan tepung mocaf menjadi produk pangan siap konsumsi, yakni mi ayam mocaf dan cookies. Mocaf tidak mengandung gluten (gluten free) sehingga cocok dikonsumsi oleh individu dengan sensitivitas gluten dan penderita celiac.
Baca juga: Sukun Berpotensi jadi Superfood Lokal dan Pangan Masa Depan Indonesia
Edukasi interaktif ini disambut hangat oleh para peserta yang mulai menyadari nilai tambah ekonomi dari singkong, komoditas yang selama ini kerap dijual mentah dengan harga murah.
“Sebelumnya kami hanya tahu singkong itu direbus atau digoreng saja. Sekarang kami jadi paham cara mengolahnya menjadi tepung dan bisa dibuat mi, cookies dan produk pangan sehat lainnya. Ilmunya sangat berguna, apalagi kami langsung praktik, jadi lebih mudah dipahami dan diingat,” tutur salah satu peserta.
Selain aspek ekonomi, tepung mocaf juga menawarkan keberlanjutan dari sisi ketahanan pangan nasional sebagai alternatif pengganti gandum.
Kehadiran para anggota RKI Bogor diharapkan dapat memperluas efek domino dari program ini, di mana pengetahuan dan ketrampilan yang diperolehnya bisa ditularkan kembali ke lingkungan terkecil di sekitar mereka.
Sebagai perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, Divisi Teknik Biosistem IPB University menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah penyangga kampus (buffer zone).
Ke depan, program pendampingan lanjutan akan terus digulirkan agar produk olahan berbasis singkong ini dapat naik kelas dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Prof. Rokhani yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala bidang Inkubator Bisnis dan Kemitraan Industri, Science Techno Park (STP) IPB University juga menawarkan kepada kaum perempuan untuk meningkatkan keterampilan dalam memproduksi biskuit, cookies, roti dan croissant di Teaching Industry STP IPB.
“Semoga kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa pelatihan diversifikasi pangan lokal berbasis tepung mocaf ini mampu meningkatkan nilai tambah singkong dan membuka peluang usaha yang menjanjikan dan berkelanjutan,” harapnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Sensor Elektrokimia, Cek Residu Pestisida dan BPA Semudah Ukur Gula Darah
KlikBogor – Residu pestisida pada sayuran dan buah, hingga bahan berbahaya pada kemasan pangan, kini dapat dideteksi dengan sensor berukuran kecil yang bentuknya menyerupai alat pengukur kadar gula darah.
Sensor elektrokimia berbasis nanomaterial itu dikembangkan peneliti IPB University, Prof Wulan Tri Wahyuni S, agar analisis keamanan pangan berlangsung cepat, sederhana, dan berbiaya rendah.
Inovasi ini dipaparkannya dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, pada Sabtu, 24 Oktober 2026 dengan judul penelitian “Sensor Elektrokimia Berbasis Nanomaterial: Teknologi Analisis Cepat untuk Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan”.
Prof Wulan menjelaskan, sensor elektrokimia adalah perangkat kecil yang terdiri atas transduser untuk menerjemahkan sinyal reaksi kimia dan elektroda sebagai tempat pengukuran.
“Elektrodanya dapat berbentuk batang, kurang lebih setengah ukuran pulpen, atau berbentuk strip seperti alat pengukur gula darah,” ujar Prof Wulan dalam keterangannya dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.
Ia menambahkan bahwa bahan yang dideteksi bereaksi pada elektroda dan menghasilkan arus listrik yang besarnya berkaitan dengan konsentrasinya. Untuk meningkatkan sensitivitas dan selektivitas, elektroda dimodifikasi dengan nanomaterial.
Sensor elektrokimia dikembangkan untuk mendeteksi paraokson-etil dan karbaril, dua pestisida yang digunakan petani di Indonesia. Bila residunya terkonsumsi, keduanya dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Untuk paraokson-etil, sensor berbasis multi-walled carbon nanotubes (MWCNT) dan grafena mampu mendeteksi hingga konsentrasi jauh di bawah batas maksimum residu (0,05 miligram per kilogram).
“Pengujian pada kol dan apel hijau menunjukkan hasil yang tidak berbeda signifikan dibandingkan teknik spektrofotometri,” papar Prof Wulan.
Untuk karbaril, ia memakai nanopartikel emas berbentuk batang. Nanopartikel dengan rasio panjang terhadap lebar paling rendah menghasilkan batas deteksi paling rendah. Sensor diaplikasikan pada kol, sawi putih, dan mentimun.
“Kami juga mengembangkan elektroda berbentuk strip yang batas deteksinya lebih rendah daripada batas maksimum residu karbaril, sehingga berpotensi digunakan langsung di lapangan,” ujarnya.
Sensor berbahan komposit nanomaterial juga dipakai mendeteksi bisfenol A (BPA), senyawa yang dapat bermigrasi dari kemasan plastik tertentu, seperti botol susu bayi, peralatan makan bayi, dan alat bantu tumbuh gigi bayi.
“Sensor berhasil mendeteksi BPA yang bermigrasi dari botol susu dengan batas deteksi jauh di bawah batas migrasi yang diperbolehkan. Hasilnya, lagi-lagi, tidak berbeda signifikan dibandingkan spektrofotometri,” kata Prof Wulan menjelaskan.
Selain bahan berbahaya, sensor ini dikembangkan untuk mendeteksi pemalsuan rempah. Sensor merekam fingerprint atau pola sinyal khas dari sampel berkomposisi kompleks, dan salah satu penerapannya mendeteksi pemalsuan cengkeh serbuk.
Ke depan, Prof Wulan menargetkan pengembangan sensor akan diarahkan pada miniaturisasi dan otomatisasi.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Bogor 100 Menyala Terus, 565 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jabar
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat ke-XV di Plaza Balai Kota Bogor pada Senin, 26 Oktober 2026.
Kontingen Kota Bogor terdiri atas 565 atlet dan 152 pelatih dari 54 cabang olahraga yang akan mengikuti 543 nomor pertandingan resmi. Pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, Kota Bogor menargetkan raihan 100 medali emas.
Wali Kota Bogor menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen.
Menurutnya, kesiapan tersebut merupakan hasil dari proses latihan panjang, kedisiplinan, pengorbanan waktu dan tenaga, serta ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Jadikan target ini sebagai motivasi untuk berjuang, menjaga kekompakan, dan mempersembahkan prestasi terbaik untuk Kota Bogor. Meraih 100 emas membutuhkan kesiapan strategi dan perjuangan bersama. Setiap atlet dan cabang olahraga berperan mengharumkan nama baik Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim dalam sambutannya.
Baca juga: MWA IPB Umumkan Lini Masa Pemilihan Rektor PAW 2023-2028
Dedie Rachim meminta seluruh atlet membuktikan hasil persiapan melalui penampilan terbaik di setiap pertandingan. Para atlet juga diharapkan bertanding dengan penuh percaya diri, menjaga fokus, serta mengedepankan kedisiplinan, keberanian, dan semangat pantang menyerah.
Ia juga menekankan agar para atlet menjaga kondisi fisik dan ketenangan mental selama bertanding. Sementara itu, para pelatih dan ofisial diminta memastikan seluruh kebutuhan kontingen terpenuhi serta menjaga koordinasi agar persiapan dan pelaksanaan pertandingan berjalan lancar.
Dedie Rachim mengatakan, keikutsertaan kontingen Kota Bogor dalam Porprov Jabar membawa harapan besar bagi masyarakat. Karena itu, kepercayaan yang diberikan harus menjadi motivasi untuk meraih prestasi terbaik sekaligus menjaga nama baik daerah.
“Keberhasilan adalah buah perjuangan bersama. Junjung tinggi sportivitas, hormati lawan, patuhi aturan, dan hargai keputusan perangkat pertandingan. Raih kemenangan secara terhormat dan jaga nama baik Kota Bogor di mana pun berada,” tegasnya.
Apel pelepasan ditutup dengan penyerahan bendera kontingen Kota Bogor oleh Dedie Rachim kepada Ketua Kontingen Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
Baca juga: Kebakaran Ruko di Surya Kencana Bogor, Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api
Jenal Mutaqin yang juga Wakil Wali Kota Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bogor untuk mendoakan dan memberikan dukungan kepada kontingen yang akan berlaga dalam ajang Porprov Jabar.
Ia juga menyerukan semangat “Bogor 100 Menyala Terus” sebagai upaya menyatukan tekad, memaksimalkan potensi, dan memperkuat kekompakan seluruh anggota kontingen.
“Kita berjuang bersama untuk prestasi terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kita berjuang bersama meraih prestasi terbaik untuk mengharumkan nama Kota Bogor di ajang Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026, nasional maupun internasional,” ujar Jenal dalam apel pelepasan kontingen di Plaza Balai Kota Bogor.
Ia menambahkan, kontingen Kota Bogor siap berlaga pada 54 cabang olahraga yang mencakup 543 nomor pertandingan. Kekuatan kontingen terdiri atas 565 atlet dan 152 pelatih yang telah terverifikasi.
Menurutnya, apel pelepasan kontingen menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, membangun ikatan emosional, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat juang para atlet sebelum menghadapi pertandingan.
Momentum tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, rasa memiliki, dan fanatisme positif masyarakat terhadap kontingen Kota Bogor yang akan berjuang membawa nama daerah.
(hrs/ckl)
Serba Serbi
Dari Bogor, The Dusty Rusty Bawa Nostalgia Pop Lawas ke Era Modern
KlikBogor – Grup retro-pop muda asal Bogor, The Dusty Rusty, kembali memperkenalkan dirinya melalui mini album Platipus yang dirilis pada Sabtu, 25 Juli 2026. Setelah sebelumnya hanya merilis beberapa single lepas, Platipus menjadi babak baru bagi kwartet yang beranggotakan Denrobay (Vokal Gitar) Kuray (Gitar), Cupla (Bass), Russel (Drums) tersebut di sirkuit musik lokal.
Menyajikan lima nomor yang lekat pengaruh musik pop era 1950-1960an, band yang mengambil namanya dari film animasi Cars ini mencoba untuk menghadirkan suguhan musik yang tetap terasa relevan dengan pelbagai singgahan spektrum penulisan lirik khas anak muda yang terasa lugas, tanpa banyak permainan kata.
“Kami berusaha merangkum berbagai fase percintaan mulai dari ekspektasi, kegelisahan, hingga proses pendewasaan dari sudut pandang seorang laki-laki muda tanpa harus berjarak dengan identitas musik yang membentuk kami,” ujar Cupla dalam keterangannya dikutip Minggu, 25 Oktober 2026.
Dari sisi musikal, The Dusty Rusty menggabungkan musik pop retro, rock ‘n’ roll, hingga rockabilly era 1950an dengan pendekatan modern. Pengaruh dari album-album awal The Beatles, seperti Please Please Me dan A Hard Day s Night, turut pula membentuk warna musikal yang mereka usung di mini album Platipus.
“Biasanya penulisan musik kami lakukan melalui tahap jamming, setelah dirasa cukup utuh, baru kami rampungkan saat proses rekaman di studio,” tambah Cupla.
Baca juga: B2 Unleashed Siap Digelar di Kota Bogor, Diikuti 250 Petarung
Menggandeng Shena Ariyandi sebagai produser, blue print dari beberapa materi di Platipus sendiri telah ditulis sejak 2025 dan terselesaikan sepanjang kwartal pertama 2026 di 13 Nadi Musik dengan bantuan Boy Mulyadi di balik piranti rekaman.
“Proses rekaman Platipus cukup menguras tenaga, karena tiap personal punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, terlebih kami cukup sering melakukan improvisasi dan mengubah materi yang sebenarnya sudah final di tahap workshop,” terang Robay.
Saat ditanya lebih jauh mengenai konsep musikal Platipus, Robay menjelaskan bahwa tidak ada pendekatan spesifik yang dilakukan oleh The Dusty Rusty demi menjaring pendengar baru, mereka tetap teguh mengemas materi dengan konsep musik yang mudah dicerna.
Namun, jika didengarkan secara berurutan, kelima track di Platipus membentuk satu narasi utuh tentang perjalanan emosi seorang laki-laki muda-mulai dari cinta yang tak terbalas, memori tentang sebuah tempat, kritik terhadap relasi yang tidak sehat, hingga pengalaman memasuki fase coming of age. Selayak mamalia semiakuatik Platipus yang memiliki beragam keunikan pada kesatuan tubuhnya.
“Kami tidak berusaha mengejar tren, yang kami tawarkan adalah identitas The Dusty Rusty yang otentik dan lahir dari kecintaan kami terhadap musik lawas yang terus digali dengan cara kami,” tambah Kuray.
Baca juga: BKPSDM Kota Bogor Proses Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN Terkait Kasus CPNS
Bagi The Dusty Rusty, Platipus serupa deklarasi, bahwa musik retro-pop masih dapat terdengar segar ketika dipadankan dengan pendekatan modern yang jujur.
“Platipus merupakan bentuk eksplorasi yang berani dari kami sebagai satu kesatuan di The Dusty Rusty, keberanian menjadi diri sendiri, serta simbol bahwa tidak semua hal harus sesuai dengan ekspektasi orang lain,” tutup Russel.
Platipus bukanlah garis akhir, ini merupakan titik awal dari perjalanan panjang The Dusty Rusty yang terus tumbuh bersama pendengarnya. Sebagai langkah lanjutan, grup yang terbentuk di Gunung Putri ini showcase peluncuran Platipus yang diselenggarakan pada Agustus serta gelaran tur yang dijadwalkan menyambangi sejumlah kota di Pulau Jawa.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi12 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
