Connect with us

Serba Serbi

Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Desa Wisata Terbaik Jawa Barat

Published

on

Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Desa Wisata Terbaik Jawa Barat
Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara masuk Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik pada ajang SWJ ITDMA 2026. Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor

KlikBogor – Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara berhasil masuk jajaran Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik pada ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026.

Kedua desa wisata tersebut berhasil menyisihkan peserta lainnya dari total 44 desa/kampung wisata yang mengikuti ajang tersebut melalui proses seleksi portofolio digital. Pengumuman Top 15 disampaikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat pada 29 Juli 2026.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa mengapresiasi capaian Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa desa wisata di Kabupaten Bogor memiliki potensi dan daya saing untuk berkembang di tingkat yang lebih luas.

“Prestasi di SWJ ITDMA 2026 ini membuktikan bahwa desa wisata kita memiliki daya saing tangguh di tingkat provinsi. Kami berkomitmen terus menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan,” kata Ria dalam keterangannya dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.

Baca juga: Rossa ‘Hipnotis’ Ribuan Pengunjung di Puncak 20 Tahun Botani Square

Ia menambahkan, kekuatan desa wisata tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi produk dan pengalaman wisata.

Karena itu, penguatan kapasitas pengelola, masyarakat, pelaku UMKM, serta unsur pendukung lainnya menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparekraf Kabupaten Bogor, Yuliana Idrus menjelaskan, Gunung Malang dan Tugu Utara memiliki keunggulan dalam menerapkan standar pengelolaan pariwisata 5A, yaitu Administrasi, Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Advertising.

Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan kearifan lokal 5K khas Jawa Barat, yakni Kadeuleu, Kaambeu, Kadangu, Karaba, dan Karasa. Perpaduan tersebut berhasil menghadirkan pengalaman wisata holistik.

“Mereka tidak hanya rapi secara tata kelola dan fasilitas, tetapi juga sukses menyajikan pengalaman sensorik otentik yang berakar pada budaya Sunda,” imbuh Yuliana.

Baca juga: Kabupaten Bogor jadi Daerah Tujuan Wisata Tertinggi di Jawa Barat

Pengembangan desa wisata ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pariwisata berbasis masyarakat. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung, desa wisata diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pertumbuhan UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, jasa pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja.

Sebagai finalis Top 15 SWJ ITDMA 2026, Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara akan mendapatkan coaching clinic dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Disparekraf juga akan terus memberikan pendampingan untuk meningkatkan kesiapan kedua desa menghadapi tahapan berikutnya.

Pendampingan ini diharapkan dapat menghantarkan Gunung Malang dan Tugu Utara melaju ke tingkat nasional melalui ajang Wonderful Indonesia Tourism Award (WITA) 2026.

Capaian dua desa wisata tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Bogor untuk terus menggali dan mengembangkan potensi masing-masing.

Dengan mengedepankan kekuatan alam, budaya, kreativitas masyarakat, dan kearifan lokal, desa wisata diharapkan semakin mampu menjadi destinasi unggulan sekaligus penggerak perekonomian masyarakat.

(rls/hrs)

Continue Reading
3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: Festival Merah Putih 2026 Resmi Ditutup di Lanud Atang Sendjaja

  2. Pingback: Demo di Balaikota Bogor, Sopir Angkot Tuntut Mobil Tua Tetap Operasi

  3. Pingback: Antisipasi Abu Vulkanik, Damkar Kabupaten Bogor Semprot Jalan di 11 Wilayah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Ini Cara Pelepasan Tukik yang Sesuai Animal Welfare

Published

on

By

Ini Cara Pelepasan Tukik yang Sesuai Animal Welfare
Ilustrasi tukik atau anak penyu. Dok. Pixabay/barredodaisy

KlikBogor – Dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan IPB University, Mohammad Mukhlis Kamal memberikan tanggapan terkait cara pelepasan tukik atau anak penyu yang langsung diarahkan ke laut.

Dalam video yang beredar, tukik dilepaskan dari dalam ember secara langsung ke arah gelombang laut. Hal tersebut dinilai menghilangkan tahapan alami tukik untuk melewati hamparan pasir pantai sebelum memasuki perairan.

Menurut Mukhlis, pelepasan tukik dengan cara tersebut pada prinsipnya tidak menjadi masalah, selama dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kesejahteraan tukik.

“Dengan cara melepaskannya saat ombak menghempas pantai, menurut opini saya tidak apa-apa. Gerakan dinamis air akibat hantaman ombak bukan masalah, karena tubuh tukik dengan kaki depan sebagai ‘dayung’ akan mengatasinya,” ujar Mukhlis dalam keterangannya dikutip Rabu, 16 September 2026.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pelepasan dengan cara tersebut dapat menimbulkan stres pada tukik karena tidak dilakukan secara perlahan.

Lima Prinsip Animal Welfare

Umumnya, tukik dilepaskan dengan cara diletakkan di pantai. Secara alamiah, apabila tukik ditempatkan dengan posisi berlawanan dengan arah hempasan air laut ke pantai, tukik akan berbalik arah dan bergerak menuju laut.

Mukhlis juga menanggapi banyaknya komentar negatif terhadap video yang memperlihatkan tukik dituangkan langsung ke pantai karena dinilai tidak mengikuti prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).

“Dalam prinsip animal welfare, terdapat lima aspek yang perlu diperhatikan, yakni bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa takut atau stres, bebas mengekspresikan perilaku alamiah, serta bebas dari cedera dan rasa sakit,” urainya.

Hindari Sentuhan Tangan 

Menurut Mukhlis, hal yang justru perlu lebih diperhatikan adalah menghindari kontak langsung antara tukik dan tangan manusia saat akan dilepaskan. Pengalaman tersebut diperoleh saat dirinya melakukan pelepasan penyu di Pantai Pangumbahan, Jawa Barat.

“Yang justru paling perlu diperhatikan adalah hindari kontak langsung tukik dengan tangan manusia saat akan melepaskannya. Mungkin khawatir ada kontak bakteri atau virus dari tangan manusia ke tukik,” katanya.

Konservasi Tak Sekadar Lepas Liar

Mukhlis mengatakan, kegiatan penangkaran penyu yang dilakukan saat ini pada prinsipnya telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Upaya konservasi dilakukan melalui perlindungan terhadap tempat peneluran, tempat mencari makan, serta penyediaan koridor migrasi melalui marine protected area (MPA) atau kawasan konservasi perairan.

Selain perlindungan habitat, konservasi juga dilakukan melalui intervensi manusia. Telur penyu yang ditemukan di lokasi peneluran, selain dilindungi, dapat dipindahkan ke tempat penangkaran untuk dilakukan penetasan buatan dengan perlakuan suhu tertentu.

Langkah tersebut bertujuan melindungi telur penyu dari perburuan manusia serta ancaman predator, seperti babi, anjing, biawak, dan satwa lainnya. Telur kemudian ditetaskan hingga menjadi tukik dan selanjutnya dilepasliarkan kembali ke laut.

Jangan Terlalu Lama

Mukhlis mengatakan, waktu ideal untuk melepas tukik adalah sekitar satu minggu setelah menetas. “Bilamana ditahan terlalu lama, dikhawatirkan akan mengurangi kemampuan nalurinya untuk ‘pulang’,” paparnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Dedie Rachim Suntik Semangat Atlet Hockey Jelang Porprov Jabar

Published

on

By

Dedie Rachim Suntik Semangat Atlet Hockey Jelang Porprov Jabar
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat memberikan semangat dan motivasi kepada para atlet hockey Kota Bogor menjelang Porprov Jabar XV pada November 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memberikan semangat dan motivasi kepada para atlet hockey Kota Bogor yang tengah mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV yang akan digelar pada November 2026.

Hal tersebut disampaikan Dedie Rachim usai menghadiri kegiatan penanaman pohon dan senam sehat bersama Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati di SB Futsal, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Minggu, 13 September 2026.

Dedie Rachim mengharapkan cabang olahraga (cabor) hockey dapat turut menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kota Bogor.

Pada Porprov Jabar XV, Federasi Hockey Indonesia (FHI) Kota Bogor memilih nomor hockey indoor yang akan dipertandingkan di Kota Depok sebagai tuan rumah cabor hockey.

“Semangat terus, persiapan fisik dan mental secara maksimal agar mampu meraih target yang ingin dicapai. Semoga hockey mampu memberikan sumbangan medali emas bagi kontingen Kota Bogor,” ucap Dedie Rachim.

Baca juga: Motor Klasik Adu Cepat di International Classic Bike Race Sentul

Sekretaris Umum FHI Kota Bogor, Yusuf Munandar mengatakan, kehadiran dan motivasi yang diberikan Dedie Rachim menjadi modal berharga bagi para atlet untuk semakin termotivasi mengejar target prestasi yang telah ditetapkan.

“Kehadiran Pak Wali untuk memberikan sedikit motivasi dan suntikan semangat agar para atlet lebih menggeliat untuk meraih prestasi semaksimal mungkin,” ujar Yusuf.

Dengan tagline Kota Bogor, yaitu Bogor 100 Menyala Terus, ia berharap hockey Kota Bogor menjadi salah satu cabor yang mampu menyumbangkan medali emas.

Yusuf optimistis para atlet hockey Kota Bogor mampu meraih hasil terbaik dengan melihat potensi yang dimiliki dan persiapan yang telah dilakukan.

Menurutnya, target pembinaan tidak berhenti pada Porprov Jabar XV, tetapi juga diarahkan untuk melahirkan atlet yang mampu berprestasi di berbagai ajang olahraga, mulai tingkat provinsi dan nasional hingga Asia dan dunia.

Baca juga: Mengenal Capung, Predator Ulung dengan Akurasi Berburu 95 Persen

Saat ini, 20 atlet hockey putra dan putri Kota Bogor dipersiapkan menghadapi Porprov Jabar. FHI Kota Bogor telah melakukan pembinaan dan persiapan selama tiga tahun terakhir.

“Dalam satu tahun terakhir kita sudah sentralkan dalam TC. Dari atlet yang ada, semua putra daerah dan beberapa sudah pernah dipanggil hockey Jabar. Kami ingin membuktikan bisa melakukan pembinaan dengan baik, memaksimalkannya dengan baik agar memiliki generasi yang baik,” jelasnya.

Dari 20 atlet yang dipersiapkan, dua orang di antaranya pernah dipanggil memperkuat FHI Jawa Barat, yang berhasil mempersembahkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Selebihnya kami yakin akan ada panggilan dan kesempatan bagi atlet hockey Kota Bogor. Kita akan membuktikan bisa bersaing dengan daerah lain,” pungkas Yusuf.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Motor Klasik Adu Cepat di International Classic Bike Race Sentul

Published

on

By

Motor Klasik Adu Cepat di International Classic Bike Race Sentul
Pembalap motor klasik saat menuntaskan balapan dan memasuki garis finis International Classic Bike Race 2026 di Sentul International Karting Circuit, Bogor, Minggu, 13 September 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Bikers Brotherhood MC (BBMC) Indonesia menggelar International Classic Bike Race 2026 di Sentul International Karting Circuit, Kabupaten Bogor, pada Sabtu hingga Minggu 12-13 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan BBMC Indonesia yang tidak hanya berfokus pada balapan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antarkomunitas sepeda motor klasik. Dalam ajang ini, panitia menyediakan hadiah uang tunai total puluhan juta rupiah serta satu unit motor klasik Eropa.

Ketua Steering Committee (SC) International Classic Bike Race 2026, Iqbal R. Siregar mengatakan, kegiatan ini digelar tidak hanya berfokus pada balapan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antarkomunitas sepeda motor klasik baik motor Eropa, Inggris, maupun Jepang atau sepeda motor yang memenuhi kategori tahun klasik.

“Total sampai hari ini ada 150 peserta dari seluruh Indonesia. Seperti Surabaya, Jakarta dan wilayah lainnya. Satu orang dari Malaysia,” kata Iqbal, Minggu, 13 September 2026.

Para peserta terbagi dalam 27 kelas balapan, mulai dari 2-tak Eropa klasik, 4-tak Eropa klasik, 2-tak Jepang klasik, 4-tak Jepang klasik, juga 4-tak Amerika klasik hingga Vespa.

Iqbal mejelaskan, peserta berasal dari berbagai klub dan tidak terbatas selama sepeda motor yang digunakan memenuhi kategori tahun vintage atau tahun tua.

“Kami terakhir main di Sentul tahun 2011. Berarti 15 tahun yang lalu. Jadi istilahnya kami sekarang 2026 ini seperti nostalgia tahun 2011,” katanya.

Baca juga: Kajian di Alam Kampoong Ecopreneur Disambut Antusias Peserta

Ketua Organizing Committee (OC) International Classic Bike Race 2026, Bayu Pradana menambahkan, event sebelumnya digelar pada 2024 di Brigif, Bandung. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi karena konsep balap motor klasik berbeda dengan balapan pada umumnya.

“Klasik ini tersendiri, satu hobi yang luar biasa. Mereka juga ingin menyalurkan balap di sirkuit. Namun motor klasik ini antik, jadi kami juga melihatnya tidak balap seperti motor yang lain. Tapi inilah mewariskan budaya dari keklasikannya,” katanya.

Pembukaan International Classic Bike Race 2026 yang digelar Bikers Brotherhood MC (BBMC) Indonesia di Sentul International Karting Circuit, Bogor. Foto/Klikbogor

Bayu juga mengatakan, agenda tahunan BBMC Indonesia digelar untuk mempererat tali silaturahmi antara pihaknya dengan klub yang lain, khususnya sepeda motor klasik.

“Jadi wadahnya selalu bertemu setiap tahun, saling bertukar pikiran, ada yang tukar sparepart. Ini jadi satu hobi yang luar biasa yang kami selalu ingin animonya tiap tahun berjalan,” jelasnya.

Pembina Dewan Adat BBMC Indonesia, Irjen. Pol. (Purn./Akt.) Dr. R.C. Gumay mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan para penghobi sepeda motor balap tua.

Dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, BBMC Indonesia bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan juga Direktur Sentul Sirkuit, Ananda Mikola.

“Kebetulan Ananda Mikola support besar, akhirnya kami diberikan suatu tempat dan supaya event ini dijadikan dua atau tiga kali setahun. Sehingga ini mewadahi semua kawan-kawan yang ada di Indonesia yang punya motor-motor klasik,” kata Gumay.

Ia menambahkan, keberadaan sirkuit menjadi wadah bagi para penghobi untuk menyalurkan kegemaran balap dengan sepeda motor klasik secara lebih terarah.

“Untuk meluapkan gairahnya balapan daripada di jalan, kami alirkan di sini. Dan kami akan terus bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang ada di Indonesia,” katanya.

Baca juga: Polresta Bogor Kota Gelar Balap Lari Malam di Alun-Alun, Warga Diajak Ikut

Salah satu pendiri BBMC Indonesia, Ramlan SS menilai International Classic Bike Race merupakan event yang menarik karena mengangkat tema sepeda motor klasik berskala internasional.

Menurut Ramlan, setelah sebelumnya digelar di Bandung, tahun ini dilaksanakan di Sentul, Bogor. Ia melihat antusiasme peserta cukup tinggi dengan beragam sepeda motor klasik yang turun dalam balapan, mulai dari motor berkapasitas besar, namun juga ada kelas 50 cc.

“Seru juga. Saya berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan. Mudah-mudahan bisa setahun sekali diadakan International Classic Bike Race. Jadi tahun depan pelaksanaan akan lebih baik, peserta lebih banyak, dan dari internasional juga mudah-mudahan akan lebih banyak ikut di event ini,” pungkasnya.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer