Connect with us

Advertorial

Gencarkan Siskamling di Kota Bogor

Published

on

Gencarkan Siskamling di Kota Bogor

KlikBogor – Warga Kota Bogor bakal kembali berkeliling malam-malam “ngeronda” di lingkungannya masing-masing. Program Siskamling atau sistem keamanan lingkungan ini mulai digencarkan kembali di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di Kota Bogor, berdasarkan surat edaran Kemendagri dan Surat Edaran Wali Kota Bogor. Meski begitu, beberapa RT dan RW di “Kota Hujan” sudah terbiasa ngeronda.

Perintah Kemendagri itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 300.1.4/e.1/BAK tanggal 3 September 2025 dan Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor : 100.3.4/4718-Satpol PP Tahun 2025. Isinya tentang peningkatan peran terkait penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas) yang kondusif di daerah.

“Maka berdasarkan SE itu kami juga sudah menghimbau kepada Camat dan Lurah di Kota Bogor untuk mengaktifkan kembali Siskamling di wilayah masing-masing,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi.

Dirinya berpandangan program ini memiliki peran yang cukup krusial untuk menjaga ketertiban wilayah. Sebab biasanya, para pelaku tindak kejahatan mulai meluncurkan aksinya di malam hari. Kondisi ini dilakukan saat warga tengah dalam keadaan lemah, atau banyak yang sedang tidur. “Saya sudah perintahkan ke Aspem Kesra untuk membuat surat lanjutan kepada lurah yang nantinya diteruskan kepada RT dan RW,” jelasnya.

Selain menjaga ketertiban umum, Denny juga menilai, Siskamling ini dapat mempererat tali silaturahmi. Sebab, pada praktiknya program ini menimbulkan banyak aktivitas yang dilakukan secara bersamaan.

“Mereka yang tadinya tidak pernah ketemu karena sibuk kerja akhirnya bisa ngobrol kembali, ngopi bareng. Jadi kami berpandangan ini program yang banyak manfaatnya,” ujarnya.

Menurut sejumlah laporan yang diterimanya, beberapa wilayah di Kota Bogor sendiri memang sudah ada yang melaksanakan Siskamling. Namun, belum dilakukan secara masif dan menyeluruh.

“Maka dengan ini kami berharap seluruh wilayah ikut mendukung program Siskamling ini. Untuk teknisnya diserahkan ke wilayah setempat. Apakah dibuat jadwal atau bagaimana,” katanya.

Salah satu wilayah yang telah mengaktifkan siskamling di Kota Bogor adalah kawasan Babakan Sirna, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah. Uniknya, mereka memanfaatkan teknologi CCTV, speaker, hingga strobo yang seluruhnya dibiayai secara swadaya.

Program ini sudah berjalan sejak masa pandemi Covid-19. Warga membayar iuran Rp65 ribu per bulan, yang mencakup biaya langganan internet dan keamanan lingkungan.

“Pemasangan CCTV dilakukan secara bertahap. Kini ada 11 titik CCTV dengan lima speaker yang mewakili seluruh kawasan,” ujar Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama.

Tak hanya itu, setiap rumah kos di wilayah tersebut wajib memasang CCTV dengan merek yang sama. Hal ini memudahkan pengurus lingkungan untuk memantau dan mengantisipasi kejadian mencurigakan.

“Kalau ada kejadian seperti pencurian atau kebakaran, pengurus bisa langsung mengumumkan lewat speaker. Bahkan strobo yang awalnya pakai aki kini dimodifikasi agar bisa langsung disambungkan ke listrik,” kata Dheri.

Warga juga kreatif dalam menjaga peralatan agar tidak hilang. Tab kontrol CCTV dipasang hanya pada malam hari untuk menghindari pencurian, namun tetap bisa dipantau.

Selain teknologi, siskamling di wilayah tersebut berjalan konsisten. Warga bergiliran menjaga lingkungan sesuai jadwal yang disepakati bersama.

“Yang keren itu jadwal siskamlingnya konsisten. Bahkan hasil tangkapan CCTV yang memuat pelaku kejahatan ditempel di pos ronda sebagai peringatan bersama,” lanjutnya.

Inovasi ini membuat warga merasa lebih aman. Keberadaan CCTV, speaker, dan jadwal siskamling membantu pengurus lingkungan merespons cepat jika terjadi kejadian darurat.

“Ini bisa jadi contoh bagi wilayah lain agar warganya lebih peduli terhadap keamanan lingkungan dan berani berinovasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memerintahkan pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan pos ronda di tingkat RT/RW. Perintah tersebut tertuang dalam SE Nomor 300.1.4/e.1/BAK tanggal 3 September 2025 tentang peningkatan peran Satlinmas dalam penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas) yang kondusif di daerah.

Tito juga menugaskan jajaran pejabat eselon I Kemendagri untuk memantau pelaksanaan siskamling di berbagai daerah.

SE itu memuat tiga hal pokok. Pertama, meningkatkan peran Satlinmas dalam menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat. Kedua, memastikan pengaktifan pos ronda serta siskamling di lingkungan RT/RW. Ketiga, memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat rasa aman di tengah masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di berbagai daerah. (***)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertorial

Kota Bogor Sabet Predikat Kota Menuju Bersih

Published

on

By

Kota Bogor Sabet Predikat Kota Menuju Bersih

KlikBogor – Kota Bogor kembali menorehkan prestasi. Kali ini, berhasil menyabet predikat Kota Menuju Bersih dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). Wilayah ini menjadi salah satu dari 12 kota se-Indonesia yang meraih predikat serupa.

Penghargaan predikat Kota Menuju Bersih diterima langsung Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Rabu (25/2/2026).

Rakornas ini bertujuan untuk mendorong akselerasi percepatan penyelesaian sampah secara masif dari hulu ke hilir. Mengusung tema ‘Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)’, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan darurat sampah di Indonesia sekaligus untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026.

Selain itu, dalam rakornas ini juga penyerahan penghargaan kinerja pengelolaan sampah kepada Kabupaten/Kota. Dalam momentum ini, Kota Bogor berhasil meraih Predikat Kota Menuju Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Dedie Rachim menuturkan bahwa Kota Bogor masuk kategori Kota Menuju Bersih bersama 12 Kota dan 22 Kabupaten se-Indonesia. Perubahan kategori pada Kota/Kabupaten Bersih atau Kotor Tahun 2026 disiapkan dalam rangka persiapan penilaian sejenis Adipura pada tahun berikutnya.

“Namun demikian, penilaian ini hampir setara dengan Piala Adipura yang sudah kita kenal sebelumnya. Hanya Kota Bogor bersama 12 Kota lain yang menerima penghargaan dari 98 Kota se-Indonesia,” ucap Dedie Rachim.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan bahwa 34 persen Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia yang telah meninggalkan praktik open dumping. Sementara itu, 66 persen TPA lainnya masih perlu bertransformasi menuju sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan, yaitu controlled landfill bahkan sanitary landfill.

Transformasi menuju controlled landfill dan sanitary landfill dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Selain mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara, sistem ini juga memungkinkan pengendalian lindi serta gas metana secara lebih aman dan terukur.

Sambut dan Doa Bersama

Usai menerima penghargaan, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto disambut oleh pasukan kuning dan jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Dalam kesempatan tersebut mereka yang hadir melaksanakan doa bersama secara khidmat atas hasil penilaian kinerja pengelolaan sampah tahun 2025. Doa bersama ini dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Dede Supriatna.

Dedie Rachim mengatakan bahwa hasil penilaian ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah dan memerlukan perjuangan serta komitmen.

“Alhamdulillah, Kota Bogor masih dianugerahi sebuah penghargaan dalam bentuk predikat Bogor Menuju Kota Bersih. Ini adalah langkah yang telah diambil dengan penuh keringat, darah, dan air mata, dan Alhamdulillah sekarang bisa berhasil,” ujarnya di Plaza Balai Kota Bogor.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa capaian ini bukanlah akhir dari pekerjaan, melainkan langkah awal menuju waste to energy melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Melalui PSEL ini, Kota Bogor tidak hanya melakukan penanganan di hilir melalui pengolahan sampah dari rumah tangga, perkantoran, horeka, industri, dan sektor lain yang menghasilkan timbulan sampah, tetapi juga melakukan penyiapan di hulu untuk membuang sisa hasil pemilahan yang akan dikelola melalui PSEL.

“Ini adalah pekerjaan rumah besar ke depan. Meski pekerjaan ini tidak mudah, saya sangat yakin seluruh warga Kota Bogor mendukung. Warga Kota Bogor ingin kotanya bersih. Oleh karena itu, mari kita bantu ke depan agar terus meraih penghargaan seperti ini. Kita mulai pemilahan dari rumah, kemudian kita bantu dengan TPS3R dan bank sampah,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian proses pengelolaan sampah di Kota Bogor telah melalui proses panjang dan sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Bogor dalam penanganan sampah. (***)

Continue Reading

Advertorial

Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Mulai Dibangun

Published

on

By

Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Mulai Dibangun

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berikhtiar memberikan pelayanan terbaik kepada warganya. Kali ini, Pemkot mulai membangun pengganti Jalan Saleh Danasasmita atau Jalan Batutulis yang terletak di Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan.

Senin, 23 Februari 2026, merupakan tahap awal proses cut and fill lahan untuk Jalan Saleh Danasasmita. Tahap ini sekaligus penanda mulai pekerjaan fisik proyek tersebut. “Kita laksanakan cut and fill dan penebangan beberapa pohon sebagai bagian dari memulai proyek konstruksinya,” ujar Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Tahapan cut and fill ditargetkan rampung dalam satu hingga dua pekan ke depan. Proses ini dilakukan sembari menunggu hasil lelang konstruksi yang tengah berproses di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

“Kalau cut and fill ini menyiapkan trasenya. Supaya nanti ketika pemenang lelang sudah ada, jalurnya sudah terlihat,” ucapnya.

Dedie menjelaskan, trase pengganti Jalan Saleh Danasasmita dibangun sepanjang 230 meter dengan lebar kurang lebih 18 meter. Konstruksi jalan tersebut berdiri di atas lahan seluas 4.711 meter persegi yang sebelumnya dimiliki tiga warga.

Pembebasan lahan telah diselesaikan Pemkot Bogor pada tahun anggaran 2025 dengan total nilai mencapai Rp19.991.500.000.

“Kami Pemkot Bogor sudah menyiapkan lahannya dari pembebasan tahun anggaran 2025 kemarin, kemudian sekarang masuk ke fase berikutnya,” jelasnya.

Saat ini, Pemkot masih menunggu proses lelang konstruksi dari Pemprov Jawa Barat. Jika seluruh tahapan administrasi rampung, pengerjaan fisik proyek diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan.

Dedie berharap dukungan masyarakat agar proyek berjalan lancar dan dapat segera dimanfaatkan warga, khususnya mereka yang selama ini terdampak terganggunya akses Jalan Saleh Danasasmita.

“Mohon doa dari masyarakat untuk kelancaran proyek ini. Ini semata-mata agar kita bisa membantu masyarakat yang selama ini aksesnya terganggu,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkot mengupayakan jalur alternatif yang lebih dekat dan dapat diakses oleh warga terdampak longsor di Jalan Saleh Danasasmita.

Sebelumnya jalur alternatif yang dapat dilalui masyarakat adalah melalui Jalan Cipinang Gading, yang tembus ke Bogor Nirwana Residence (BNR). Namun, karena ruas jalan yang tidak terlalu besar serta meningkatnya jumlah kendaraan, lalu lintas di jalur tersebut menjadi padat.

Pemkot melalui Dishub berkomunikasi dengan pengembang untuk membuka akses dari perumahan Perumahan Pakuan Hill. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Saat ini, Perumahan Pakuan Hill sudah dapat diakses oleh warga. Namun, karena daerah tersebut merupakan kawasan permukiman, terdapat syarat dan ketentuan bagi warga yang ingin melintas.

“Jadi, akses jalan hanya diperbolehkan untuk sepeda motor atau kendaraan roda dua. Selain itu, ada jam operasional yang harus dipatuhi, dan kendaraan dengan knalpot brong dilarang melintas,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Aturan jalur alternatif melalui Pakuan Hill ini yakni hanya kendaraan roda dua dan waktunya pagi mulai pukul 05.00 – 09.00 WIB dan pukul 16.00 – 20.00 WIB. (***)

Continue Reading

Advertorial

HPN 2026 dan HUT PWI ke 80 : Adityawarman Adil Apresiasi Peluncuran Ambulans PWI Kota Bogor

Published

on

By

HPN 2026 dan HUT PWI ke 80 : Adityawarman Adil Apresiasi Peluncuran Ambulans PWI Kota Bogor
​Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil. Dok. Humpropub DPRD Kota Bogor.

KlikBogor – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80, DPRD Kota Bogor memberikan apresiasi tinggi atas langkah nyata insan pers dalam membantu masyarakat.

​Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil menghadiri peluncuran mobil ambulans Andalan PWI Kota Bogor di Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Suryo, Tanah Sareal, pada Rabu, 11 Februari 2026.

​Kehadiran pimpinan legislatif ini didampingi oleh Wakil Ketua I DPRD Rusli Prihatevy, Wakil Ketua III Dadang Iskandar Danubrata, serta sejumlah anggota DPRD lainnya seperti Karnain, Safrudin Bima, Banu Lesmana, dan Hj. Hakanna.

​Dalam sambutannya, Adityawarman Adil menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor, jajaran legislatif, dan para jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi.

​”Insyaallah, kolaborasi ini menjadi modal utama kita dalam membangun Kota Bogor. Kami sangat mengapresiasi PWI yang pada hari ini tidak sekadar melaksanakan seremoni. Alhamdulillah, ada sesuatu yang baru, yaitu peluncuran ambulans gratis untuk masyarakat,” ujar Adityawarman.

​Ia berharap fasilitas kesehatan tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi warga yang membutuhkan layanan darurat.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy (tengah) dan Anggota DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima (kiri). Dok. Humpropub DPRD Kota Bogor.

Senada dengan Ketua DPRD, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy, mengapresiasi PWI Kota Bogor.

Menurutnya, penyediaan armada ambulans ini membuktikan bahwa organisasi profesi wartawan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

​”Kami dari DPRD sangat mendukung langkah PWI. Ini membuktikan bahwa pers bukan hanya menjalankan fungsi kontrol sosial lewat tulisan, tapi juga aksi nyata di lapangan,” kata Rusli.

​Ia juga menambahkan bahwa ambulans tersebut merupakan simbol kemanusiaan di Kota Bogor, terutama di momen bersejarah HUT PWI yang ke-80.

​Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menjelaskan bahwa peringatan HPN dan HUT PWI 2026 ini mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema ini diwujudkan melalui aksi konkret yang langsung menyentuh kepentingan publik.

​“Ambulans ini kami persembahkan untuk masyarakat Kota Bogor. Kami ingin kehadiran PWI tidak hanya dirasakan melalui pemberitaan, tetapi juga aksi nyata yang membantu warga, terutama dalam kondisi darurat,” jelas Herman.

​Acara puncak ditandai dengan prosesi peluncuran di mana Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mencoba langsung fasilitas di dalam mobil ambulans Andalan tersebut. Kehadiran armada ini diharapkan mampu mempercepat respon layanan kesehatan bagi warga di wilayah Kota Hujan. (***)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer