Serba Serbi
Bapenda Kota Bogor Berikan Pengurangan Denda PBB-P2 hingga Akhir 2026
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberikan pengurangan denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 50 persen. Program ini berlaku mulai 1 September hingga 31 Desember 2026.
Pengurangan denda tersebut diberikan dengan sejumlah persyaratan, yakni wajib pajak harus terdaftar dalam layanan elektronik Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (e-SPPT) PBB-P2 dan melunasi PBB-P2 tahun 2026.
Pendaftaran e-SPPT dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Bapenda Kota Bogor di https://layanan-bapenda.kotabogor.go.id/e-sppt/. Wajib pajak juga dapat memeriksa status pendaftaran e-SPPT melalui pemindaian kode batang atau barcode yang disediakan.
Selain memberikan pengurangan denda, Pemkot Bogor menyediakan berbagai kanal pembayaran digital resmi yang telah bekerja sama untuk memudahkan masyarakat membayar PBB-P2 secara praktis dan aman.

Adapun kanal pembayaran yang tersedia meliputi Bank BJB, BJB Digi, Bank Kota Bogor, BCA, BJB Virtual Account, internet banking dan mobile banking BJB, serta QRIS. Pembayaran juga dapat dilakukan melalui sejumlah platform dan mitra pembayaran, seperti Indomaret, Alfamart, Pos Indonesia, wondr, Blibli, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, GoPay, OVO, Traveloka, LinkAja!, bayarin, dan MASAGO.
Informasi lebih lanjut mengenai layanan perpajakan daerah dapat diakses melalui situs resmi Bapenda Kota Bogor di https://bapenda.kotabogor.go.id/. Masyarakat juga dapat mengikuti informasi melalui kanal YouTube Bapenda Kota Bogor dan Instagram @bapendakotabogor.
(hrs/ckl)
Serba Serbi
Ribuan Peserta Siap Unjuk Kemampuan di Final KSNR-8 dan OGS-6
KlikBogor – Sebanyak 1.823 finalis terdiri dari siswa dan guru akan mengikuti babak final Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-8 dan Olimpiade Guru Sains (OGS) ke-6 di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB, Bogor pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan penalaran, menguji pemahaman sains, dan mendorong semangat berprestasi.
KSNR-8 merupakan kompetisi sains tingkat nasional yang mengedepankan metode nalaria realistik dalam penyelesaian soal untuk mengasah kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan sistematis siswa.
Baca juga: GOM Bogor Barat Dibangun, Lapangan Sepak Bola Ditarget Rampung Tahun Ini
Antusiasme terhadap kompetisi ini terlihat dari 65.252 peserta yang mengikuti babak penyisihan dari berbagai daerah di Indonesia, dengan 29.123 peserta berhasil melaju ke babak semifinal. Sebanyak 1.623 siswa dari kelas 1 SD hingga kelas 12 SMA mengikuti babak final KSNR-8
Sementara OGS-6 menjaring 200 finalis dari 658 peserta babak penyisihan, yang berkompetisi pada kategori guru SD dan guru SMP sebagai wadah untuk mengasah kompetensi sains dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Raden Ridwan Hasan Saputra berharap KSNR-8 dan OGS-6 dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya bernalar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Melalui KSNR dan OGS, kami berharap siswa semakin terasah kemampuan nalarnya, sementara guru terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, keduanya dapat berkontribusi dalam mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia,” kata Ridwan dikutip Jumat, 16 Oktober 2026.
Melalui penyelenggaraan kedua kompetisi ini, KPM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan potensi generasi muda dan peningkatan kualitas pendidik Indonesia, sehingga semakin banyak siswa dan guru yang mampu berkembang, berprestasi, dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.
Baca juga: Tikus dan Curut Berbeda, Kenali Ciri Fisik hingga Risiko Kesehatan
Belum berkesempatan mengikuti IMSO-23 tingkat internasional? Jangan khawatir! Kamu tetap bisa merasakan tantangannya dengan mengerjakan soal yang sama seperti IMSO-23 melalui IMSO-23 Paralel 2026 yang akan dilaksanakan pada 25 Oktober 2026 dengan biaya pendaftaran seikhlasnya.
Pendaftaran & Pelaksanaan: https://kpm.read1institute.org (Menu Lomba Online). Narahubung: 0821-2440-2603. Petunjuk Teknis: bit.ly/JuknisIMSO23P
(rls/hrs)
Serba Serbi
Tikus dan Curut Berbeda, Kenali Ciri Fisik hingga Risiko Kesehatan
KlikBogor – Tikus dan curut kerap dianggap sebagai hewan yang sama karena berukuran kecil, berwarna gelap, dan sering ditemukan di sekitar rumah. Padahal, kata dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB University, Swastiko Priyambodo, keduanya merupakan hewan yang berbeda.
Swastiko menjelaskan, tikus dan curut berasal dari kelompok hewan yang berbeda. Perbedaannya juga meliputi ciri fisik, habitat, maupun pola makan.
Menurutnya, perbedaan ini penting dikenali masyarakat, terutama karena tikus dapat menjadi pembawa sejumlah penyakit yang berpotensi menginfeksi manusia.
“Tikus termasuk dalam ordo Rodentia atau kelompok hewan pengerat, pemakan segala terutama serealia. Sementara curut termasuk dalam ordo Insectivora yang umumnya memakan serangga dan cacing tanah,” jelas Swastiko dikutip Jumat, 16 Oktober 2026.
Perbedaan juga dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Tikus umumnya memiliki ekor panjang dengan bentuk moncong yang sedang dan proporsional. Sementara itu, curut memiliki ekor lebih pendek dan moncong yang relatif lebih panjang.
Baca juga: Simpang Ciawi Bogor Ditata Lagi, Kembalikan Fungsi Jalan
Salah satu jenis tikus yang umum ditemukan di lingkungan rumah adalah tikus rumah Rattus tanezumi. Adapun curut yang sering dijumpai di sekitar permukiman dikenal sebagai curut rumah Suncus murinus. Keduanya merupakan spesies yang berbeda.
“Habitat tikus rumah di para-para atau langit-langit, sedangkan habitat curut rumah di permukaan tanah atau lantai,” ujar Swastiko.
Selain tikus rumah, masyarakat juga dapat menemukan mencit rumah Mus musculus yang berukuran lebih kecil. Mencit tersebut masih termasuk dalam ordo Rodentia, sama seperti tikus rumah dan tikus got spesies Rattus norvegicus yang memiliki ukuran tubuh lebih besar.
Swastiko menjabarkan, mencit rumah, tikus rumah, dan tikus got disebut sebagai rodensia kosmopolit, yaitu hewan pengerat yang penyebarannya merata di seluruh benua. Penyebaran ketiga spesies tikus ini mengikuti penyebaran manusia di muka bumi.
Swastiko mengatakan, perbedaan tikus dan curut juga penting diperhatikan dari sisi kesehatan. Ia menjelaskan bahwa tikus dapat menjadi pembawa sejumlah penyakit yang berpotensi menginfeksi manusia, di antaranya pes, leptospirosis yang dikenal sebagai penyakit akibat paparan urine tikus, serta hantavirus.
Baca juga: Itik dan Entok: Serupa tapi Tak Sama, Kenali Perbedaannya
Sementara itu, curut tidak membawa penyakit seperti yang dibawa oleh tikus. Karena itu, masyarakat perlu mengenali hewan yang ditemukan sebelum menentukan tindakan penanganannya.
Swastiko mengatakan, tikus rumah, mencit rumah, maupun curut rumah dapat ditangkap menggunakan perangkap berperekat atau glue trap.
Penanganan selanjutnya perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kontak langsung dengan hewan maupun bahan yang berpotensi terkontaminasi.
Ia berharap pemahaman mengenai perbedaan tikus dan curut dapat membantu masyarakat lebih tepat dalam mengenali keberadaan kedua hewan tersebut di lingkungan rumah.
Selain menghindari kesalahan identifikasi, pengetahuan ini juga dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko penyakit yang mungkin menyertai tikus.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Ayam Rakyat Merdeka Hadir di Bogor, Sajikan Ayam Goreng dengan 3 Pilihan Sambal
KlikBogor – Pilihan kuliner di Kota Bogor semakin beragam dengan hadirnya Ayam Rakyat Merdeka (ARM) di Moien Signature, Jalan Kantor Batu Nomor 32, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah.
Mengusung konsep olahan ayam bercita rasa Nusantara dengan harga ramah di kantong, tempat makan ini menawarkan beragam menu yang cocok dinikmati bersama keluarga, teman, hingga rekan kerja.
Tak hanya menyuguhkan hidangan ayam, Ayam Rakyat Merdeka juga menghadirkan pilihan makanan lain, mulai dari nasi uduk, mi goreng, hingga sop daging. Pengunjung bisa menikmati sajian tersebut sembari bersantai di area kafe yang dilengkapi taman dan tempat duduk nyaman.
Salah satu menu unggulan yang ditawarkan adalah Ayam Goreng Bawang Putih. Menu ini dapat dinikmati bersama tiga pilihan sambal, yakni sambal merah, sambal hijau, dan sambal ulam.
Dengan harga mulai Rp20 ribuan, pengunjung dapat menikmati sajian ayam yang dipadukan dengan pilihan sambal sesuai selera. Bahkan, tersedia potongan harga bagi pelanggan yang memilih layanan takeaway.
Baca juga: Dosen IPB Ungkap 2 Aspek Etika AI yang Kerap Diabaikan
Selain itu, terdapat Ayam Goreng Lengkuas yang mengandalkan perpaduan ayam goreng dan bumbu rempah khas masakan Indonesia. Bagi pencinta hidangan tradisional, tersedia pula nasi uduk dengan rempah pilihan yang disajikan bersama ayam goreng.
Pilihan lainnya meliputi ayam geprek dan mi goreng ayam geprek yang cocok bagi pencinta makanan bercita rasa pedas. Sementara itu, Sop Daging menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan berkuah dengan racikan rempah. Sebagai pelengkap, tersedia pula aneka makanan penutup, seperti kue sus dan puding cokelat dengan vla.
Founder Ayam Rakyat Merdeka, Gosjen Roy, mengatakan, brand tersebut dibangun dengan gagasan memadukan kekayaan bumbu tradisional Indonesia dan semangat nasionalisme, sekaligus menghadirkan makanan yang bisa dijangkau berbagai kalangan.
“Kami memadukan bumbu tradisional dengan semangat nasionalisme. Ayam Rakyat Merdeka hadir bukan sekadar menyajikan ayam goreng yang renyah dan empuk, tetapi juga membawa semangat perjuangan dalam setiap gigitan,” ungkap Gosjen, Kamis, 15 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, ide tersebut bermula pada malam menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Bersama timnya, Gosjen mulai meracik resep ayam goreng tepung di dapur sederhana hingga lahir konsep Ayam Rakyat Merdeka.

Ayam goreng bawang putih dengan tiga pilihan sambal, yakni sambal merah, sambal hijau, dan sambal ulam. Foto/Klikbogor
Brand ini kemudian mengusung tagline “Rasa Merdeka, Harga Rakyat, Untuk Indonesia” sebagai identitas yang mencerminkan perpaduan cita rasa lokal, semangat kebangsaan, dan harga yang bersahabat.
Kehadiran ARM sekaligus melengkapi pilihan kuliner di Moien Signature. Tempat ini tidak hanya ditujukan bagi pengunjung yang ingin makan, tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan suasana nyaman untuk bekerja, berdiskusi, atau sekadar menghabiskan waktu luang.
Pengelola Moien Signature menghadirkan perpaduan area terbuka dan ruangan dalam untuk memberikan keleluasaan kepada pelanggan. Fasilitas yang tersedia mencakup taman di bagian depan dan belakang, tempat duduk sofa, serta area bar.
“Pengunjung yang menyukai suasana lebih tenang dapat memilih area taman belakang, sedangkan bagian depan menjadi pilihan ketika ada penampilan musik,” jelasnya.
Baca juga: Bogor Suka-Suka Sukses Digelar, Kuatkan Kota Kuliner
Selain area makan umum, Moien Signature menyediakan ruangan khusus untuk berbagai kegiatan, mulai dari rapat kantor, seminar, hingga pertemuan kelompok. Fasilitas tersebut dapat menjadi alternatif bagi komunitas maupun perusahaan yang membutuhkan tempat berkumpul dalam suasana lebih santai.
Untuk kebutuhan pertemuan, ruangan khusus yang tersedia mampu menampung sekitar 20 orang. Sementara itu, area makan umum memiliki kapasitas sekitar 30 orang.
Penataan ruang juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan, termasuk untuk pertemuan dengan konsep ruang kelas. Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati hidangan sekaligus memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk menunjang aktivitas bersama.
Nama Moien sendiri terinspirasi dari kata “Mooi” dalam bahasa Belanda yang berarti cantik atau bagus. Filosofi tersebut menjadi bagian dari konsep tempat yang dirancang agar pengunjung merasa nyaman saat menikmati makanan maupun menghabiskan waktu bersama orang terdekat.
Dengan hadirnya Ayam Rakyat Merdeka, Moien Signature menawarkan alternatif bagi warga yang mencari tempat makan dengan menu beragam, harga terjangkau, dan suasana kafe yang mendukung aktivitas bersantai hingga bekerja di Kota Bogor.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi11 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
