Connect with us

Berita

Gerakan Indonesia ASRI di Bogor: Kemendagri Bebersih Situ Gede

Published

on

Gerakan Indonesia ASRI di Bogor: Kemendagri Bebersih Situ Gede
Kemendagri menggelar Gerakan Indonesia ASRI dengan aksi bersih-bersih di area Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat, 7 Mei 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait penanganan darurat sampah nasional, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar gerakan aksi nyata Indonesia ASRI.

Kegiatan ini diwujudkan melalui aksi bersih-bersih massal di kawasan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Jumat, 8 Mei 2026.
​
Gerakan yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak awal 2026 ini merupakan inisiatif nasional untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan berkelanjutan melalui visi Indonesia Incorporated.

Aksi bebersih di Situ Gede ini melibatkan ratusan elemen masyarakat, mulai dari aparat pemerintah, sektor swasta, komunitas, serikat buruh hingga pelajar.

​Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, dalam arahannya saat memimpin apel gabungan menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci utama dalam mengurangi risiko bencana alam akibat perubahan iklim yang ekstrem.
​
“Kita berupaya menjaga alam supaya alam menjaga kita. Kalau kita menjaga alam, Allah menjaga kita. Presiden memerintahkan untuk membuat gerakan bebersih yang diberi tajuk ASRI agar tempat tinggal kita memiliki risiko rendah terhadap bencana,” kata Safrizal.
​
Ia merefleksikan pengalamannya saat menangani bencana di Sumatera dan Aceh, di mana curah hujan ekstrem mencapai 400 mm yang memicu mega disaster.

Safrizal mengingatkan bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dengan risiko bencana tertinggi, sehingga tindakan preventif seperti menanam pohon dan mengelola sampah sangatlah krusial.
​
“Ayo kita mulai menanam pohon. Paling tidak seumur hidup pernah menanam satu kali dan pastikan itu tumbuh. Ini adalah investasi pahala sekaligus langkah konkret menjaga ekosistem kita,” tambahnya.
​
​Dalam pelaksanaannya, Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Ditpol PP dan Linmas) menjadi motor penggerak di lapangan.

Direktur Pol PP dan Linmas, Sri Handoko Taruna, menyatakan bahwa peran Satpol PP kini bertransformasi menjadi mitra masyarakat yang humanis.
​
“Harapannya gerakan ini menjadi gerakan masif lintas sektor. Tujuannya adalah agar masyarakat merasakan kenyamanan yang nyata, lingkungannya bersih, sehat, dan enak dilihat. Itulah esensi dari ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah),” ungkap Sri Handoko.
​
Gerakan ini juga menargetkan penghentian praktik open dumping dan mendorong transisi menuju sistem sanitary landfill serta teknologi pengolahan sampah skala mikro di tingkat kelurahan.
​
​Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik kolaborasi ini dan memaparkan sejumlah kebijakan strategis Pemkot Bogor dalam menangani timbulan sampah yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.

Dedie Rachim mengungkapkan bahwa Pemkot Bogor tengah memproses pembangunan dua titik Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), salah satunya di lahan milik pemerintah daerah yang bekerja sama dengan TNI AD.
​
“Alhamdulillah, jika dua titik ini disetujui pusat, maka penanganan sampah harian hingga 2.500 ton akan lebih terarah. Kami juga sudah menertibkan 65 titik polusi visual berupa baliho dan videotron yang menyalahi aturan untuk mengembalikan estetika kota,” paparnya.
​
Ia juga menyoroti tantangan sampah kiriman dari wilayah hulu sungai dan anomali cuaca yang mengancam ketahanan pangan lokal.

“Sesuai filosofi ‘dinu kiwari ngancik nu bihari, seja ayeuna sampeureun jaga‘, apa yang kita tanam hari ini adalah kebaikan untuk masa depan. Kami juga mengajak generasi muda, seperti adik-adik dari SMPN 14, untuk mulai sadar lingkungan sejak dini,” katanya.
​
Aksi bersih-bersih yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berhasil mengumpulkan sedikitnya dua ton sampah dari sekitar area Situ Gede. Sampah-sampah tersebut kemudian diangkut untuk dikelola lebih lanjut.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika-Sains di Indonesia

Published

on

By

404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika-Sains di Indonesia
Indonesia menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang akan digelar pada 2-7 Oktober 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Indonesia menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang akan digelar pada 2-7 Oktober 2026. Sebanyak 404 siswa dari 23 negara akan mengikuti kompetisi matematika dan sains untuk jenjang sekolah dasar (SD).

Peserta berasal dari Bangladesh, Botswana, Bulgaria, China, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Kazakhstan, Lao People’s Democratic Republic, Malaysia, Mongolia, Morocco, Nepal, Philippines, Singapore, South Africa, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, United States of America, Uzbekistan, dan Vietnam.

IMSO-23 digelar oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah selaku Local Committee Organizer, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar.

KPM berperan sebagai pelaksana kegiatan, sementara dukungan Kemendikdasmen merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan talenta matematika dan sains sejak jenjang SD, memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkompetisi di tingkat internasional, serta memperkuat budaya prestasi di Indonesia.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah Mayors Talk APEKSI, Kota Bogor Bagikan Inovasi Pengelolaan Sampah

Raden Ridwan Hasan Saputra, selaku Chairman International Mathematics and Science Olympiad (IMSO), yang juga Anggota Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah), sekaligus Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berharap penyelenggaraan IMSO ke-23 di Indonesia tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak dari berbagai negara untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun persahabatan.

IMSO merupakan salah satu kompetisi internasional terbesar bidang matematika dan sains untuk siswa SD yang diselenggarakan sejak 2003. Peserta akan diuji berdasarkan pemahaman teori, serta eksplorasi dan eksperimen, yang menguji kemampuan penalaran, pemecahan masalah, serta penerapan konsep Matematika dan Sains.

Indonesia mengirimkan 63 peserta yang tergabung dalam Timnas IMSO Indonesia, terdiri atas 32 peserta bidang matematika dan 31 peserta bidang sains.

Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, dan wilayah lainnya. Mereka terpilih melalui proses seleksi nasional yang dilaksanakan secara ketat dalam tiga tahap untuk mewakili Indonesia pada IMSO-23.

Baca juga: Kunjungan Perpustakaan Kota Bogor Tembus 400 Orang Setiap Hari 

Adapun rangkaian IMSO akan berlangsung di BBPPMPV Sektor Bisnis dan Pariwisata (Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi), Depok, Jawa Barat.

Sementara Opening Ceremony, Cultural Night dan Closing Ceremony akan dilaksanakan di PPSDM Kemendikdasmen (Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia), Depok, Jawa Barat.

Diawali dengan Opening Ceremony, kemudian dilanjutkan dengan STEM Presentation, kompetisi Matematika dan Sains, serta berbagai kegiatan kebersamaan dan pertukaran budaya.

Para peserta juga akan mengikuti city tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, sebagai bagian dari agenda pengenalan budaya dan keberagaman Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Closing & Awarding Ceremony, yang menjadi momen pengumuman dan penghargaan bagi para peserta berprestasi.

Sebagai tuan rumah, Indonesia berkesempatan memperkenalkan potensi pendidikan dan talenta peserta didik kepada dunia, sekaligus memperluas jejaring pendidikan internasional dan memberikan pengalaman berharga bagi generasi muda Indonesia.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Jadi Tuan Rumah Mayors Talk APEKSI, Kota Bogor Bagikan Inovasi Pengelolaan Sampah

Published

on

By

Jadi Tuan Rumah Mayors Talk APEKSI, Kota Bogor Bagikan Inovasi Pengelolaan Sampah
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Kota Bogor menjadi tuan rumah Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 yang digelar Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan ucapan selamat datang kepada para wali kota dan delegasi yang hadir.

Sesuai tema “Climate and Urban Resilience”, ia menyampaikan berbagai langkah dan tahapan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menjaga serta memperbaiki lingkungan hidup, khususnya dalam pengelolaan persampahan.

Baca juga: Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Goes To School SMK Ranti Mula

Wali Kota juga memperkenalkan seorang anak muda berusia 31 tahun yang memiliki perusahaan Rekosistem dalam pengelolaan sampah, yang kini berkolaborasi menghadirkan Waste Station di Balai Kota Bogor.

“Dalam climate dan tentang ketangguhan kota, harus ada peran-peran generasi muda. Banyak anak-anak muda yang sudah bergerak memberikan peran dalam melestarikan lingkungan hidup. Salah satunya Rekosistem yang melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup dengan mengelola sampah. Kemudian kami juga menghadirkan Waste Station di Balai Kota Bogor untuk memudahkan masyarakat dan harga yang ditawarkan lebih tinggi ketika warga menurunkan sampahnya di sini,” ucap Dedie Rachim dalam sambutannya di Balai Kota Bogor, Senin, 28 September 2026 malam.

Ia menambahkan, dengan apa yang sudah dilakukan Kota Bogor, juga membuka peluang agar praktik tersebut dapat diterapkan di kota-kota lain di Indonesia.

Selain di sektor hulu, di sektor hilir Kota Bogor juga sudah tidak menerapkan sistem open dumping, melainkan sejak beberapa tahun lalu telah melakukan controlled landfill dan saat ini sedang dalam proses pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Apa yang dilakukan Kota Bogor ini juga diapresiasi oleh APEKSI yang akan membawa praktik baik tersebut ke kota-kota lain di Indonesia. Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Pengurus Pusat APEKSI yang juga Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, apa yang dilakukan Kota Bogor sangat menginspirasi.

Baca juga: JPO Bakal Dibangun, PKL Jalan MA Salmun Diminta Berpindah ke Pasar

Menurutnya, generasi muda harus dilibatkan dan diikutsertakan dalam membantu serta berkolaborasi dengan pemerintah, khususnya dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan hidup.

“Pemerintah itu harus berkolaborasi dan ini luar biasa. Barang bekas semua bisa masuk dan diolah. Ini kolaborasi luar biasa. Dan sesama pemerintah juga harus berkolaborasi dalam membangun kota tangguh,” katanya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Alwis Rustam mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 25 kota yang tergabung dalam Komwil III APEKSI.

“25 kota ini datang ke Bogor karena memang Bogor sangat konsen dan semangat. Bahkan ketika menjadi tuan rumah, Bogor ini ingin berbagi berbagai hal baik,” ujar Alwis.

Berbagai program yang ada di Kota Bogor dapat diadopsi oleh kota-kota lain, seperti keberadaan Waste Station serta langkah Pemkot Bogor dalam menangani dan mengolah sampah. Terlebih, saat ini Kota Bogor sedang berproses membangun PSEL yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“PSEL juga yang paling terdepan implementasi dari PSN. Jadi Bogor ini akan berbagi apa yang sudah dilaksanakan dan dijalankan kepada Komwil III yang hadir, baik kepala daerah hingga dinas dan perangkat daerah yang juga hadir,” katanya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Goes To School SMK Ranti Mula

Published

on

By

Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Goes To School SMK Ranti Mula
Ketua Bawaslu Kota Bogor memberikan sosialisasi demokrasi dan kepemiluan pada siswa siswi SMK Ranti Mula, Senin, 28 September 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Bawaslu Goes To School yang digelar pada Senin, 28 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Bogor mengunjungi SMK Ranti Mula untuk berdiskusi bersama para siswa dan siswi mengenai demokrasi, kepemiluan, serta peran penting generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bawaslu Kota Bogor dalam memberikan edukasi kepemiluan kepada pelajar sebagai calon pemilih dan pemilih pemula.

Melalui dialog interaktif tersebut para peserta diajak untuk memahami pentingnya partisipasi aktif dalam proses demokrasi sebagai sarana menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa.

Baca juga: Kunjungan Perpustakaan Kota Bogor Tembus 400 Orang Setiap Hari 

Ketua Bawaslu Kota Bogor, Herdiyatna menjelaskan, tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi seluruh tahapan pemilu dan pemilihan.

Ia menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMOD) Bawaslu Kota Bogor, Salman Alfarisi menyampaikan materi mengenai hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi.

Ia mengajak para siswa untuk memahami bahwa hak pilih merupakan bagian penting dari hak konstitusional yang perlu digunakan dengan bijak ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

Selain memiliki hak, Salman juga mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban untuk menjaga nilai-nilai demokrasi, menghormati perbedaan pendapat, serta berpartisipasi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Pohon Tumbang di Baranangsiang Bogor, 4 Orang Terluka

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2HM) Bawaslu Kota Bogor, Ahmad Fathoni, memberikan motivasi kepada para siswa untuk membangun mentalitas yang kuat dalam meraih cita-cita.

Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Melalui kegiatan Bawaslu Goes To School, Bawaslu Kota Bogor berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya demokrasi, memiliki kesadaran politik yang baik, serta mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab pada masa yang akan datang.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer