Serba Serbi
Ini Cara Pelepasan Tukik yang Sesuai Animal Welfare
KlikBogor – Dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan IPB University, Mohammad Mukhlis Kamal memberikan tanggapan terkait cara pelepasan tukik atau anak penyu yang langsung diarahkan ke laut.
Dalam video yang beredar, tukik dilepaskan dari dalam ember secara langsung ke arah gelombang laut. Hal tersebut dinilai menghilangkan tahapan alami tukik untuk melewati hamparan pasir pantai sebelum memasuki perairan.
Menurut Mukhlis, pelepasan tukik dengan cara tersebut pada prinsipnya tidak menjadi masalah, selama dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kesejahteraan tukik.
“Dengan cara melepaskannya saat ombak menghempas pantai, menurut opini saya tidak apa-apa. Gerakan dinamis air akibat hantaman ombak bukan masalah, karena tubuh tukik dengan kaki depan sebagai ‘dayung’ akan mengatasinya,” ujar Mukhlis dalam keterangannya dikutip Rabu, 16 September 2026.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pelepasan dengan cara tersebut dapat menimbulkan stres pada tukik karena tidak dilakukan secara perlahan.
Lima Prinsip Animal Welfare
Umumnya, tukik dilepaskan dengan cara diletakkan di pantai. Secara alamiah, apabila tukik ditempatkan dengan posisi berlawanan dengan arah hempasan air laut ke pantai, tukik akan berbalik arah dan bergerak menuju laut.
Mukhlis juga menanggapi banyaknya komentar negatif terhadap video yang memperlihatkan tukik dituangkan langsung ke pantai karena dinilai tidak mengikuti prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).
“Dalam prinsip animal welfare, terdapat lima aspek yang perlu diperhatikan, yakni bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa takut atau stres, bebas mengekspresikan perilaku alamiah, serta bebas dari cedera dan rasa sakit,” urainya.
Hindari Sentuhan Tangan
Menurut Mukhlis, hal yang justru perlu lebih diperhatikan adalah menghindari kontak langsung antara tukik dan tangan manusia saat akan dilepaskan. Pengalaman tersebut diperoleh saat dirinya melakukan pelepasan penyu di Pantai Pangumbahan, Jawa Barat.
“Yang justru paling perlu diperhatikan adalah hindari kontak langsung tukik dengan tangan manusia saat akan melepaskannya. Mungkin khawatir ada kontak bakteri atau virus dari tangan manusia ke tukik,” katanya.
Konservasi Tak Sekadar Lepas Liar
Mukhlis mengatakan, kegiatan penangkaran penyu yang dilakukan saat ini pada prinsipnya telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Upaya konservasi dilakukan melalui perlindungan terhadap tempat peneluran, tempat mencari makan, serta penyediaan koridor migrasi melalui marine protected area (MPA) atau kawasan konservasi perairan.
Selain perlindungan habitat, konservasi juga dilakukan melalui intervensi manusia. Telur penyu yang ditemukan di lokasi peneluran, selain dilindungi, dapat dipindahkan ke tempat penangkaran untuk dilakukan penetasan buatan dengan perlakuan suhu tertentu.
Langkah tersebut bertujuan melindungi telur penyu dari perburuan manusia serta ancaman predator, seperti babi, anjing, biawak, dan satwa lainnya. Telur kemudian ditetaskan hingga menjadi tukik dan selanjutnya dilepasliarkan kembali ke laut.
Jangan Terlalu Lama
Mukhlis mengatakan, waktu ideal untuk melepas tukik adalah sekitar satu minggu setelah menetas. “Bilamana ditahan terlalu lama, dikhawatirkan akan mengurangi kemampuan nalurinya untuk ‘pulang’,” paparnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Ratusan Petarung Nasional hingga Mancanegara Adu Kekuatan di B2 Unleashed
KlikBogor – Ratusan petarung dari pelbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara ambil bagian dalam ajang B2 Unleashed Sports Combat yang digelar di Nako Arena, Kota Bogor, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Promotor yang juga Founder Aira Pro, Toto Sugianto mengatakan, antusiasme peserta B2 Unleashed cukup tinggi hingga jumlahnya melampaui target. Bersama International Sport Kickboxing Association (ISKA), panitia awalnya menargetkan 100 peserta.
“Jumlah peserta ada 250 orang. Ini sebenarnya di luar target. Awalnya kami menargetkan 100 fight, naik lagi jadi 200 dan akhirnya 250 fight. Ini (pendaftaran) harus kami closed karena memang overload,” ujar Toto kepada awak media, Jumat, 30 Oktober 2026 malam.
Para peserta yang akan bertarung datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kalimantan Timur, Semarang, Jawa Timur, Surabaya, Solo, hingga Nusa Tenggara. Selain itu, terdapat pula peserta dari luar negeri, yakni Timor Leste.
Dalam kompetisi tersebut, panitia menghadirkan tiga jenis pertandingan, yakni boxing, kickboxing, dan muay thai dengan menggunakan regulasi ISKA Indonesia. Terdapat 10 kelas pertandingan untuk setiap kategori yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Baca juga: Pelihara Ikan Hias Bisa Jadi Sarana Relaksasi Juga Peluang Usaha
Selain pertandingan di atas ring, penyelenggara juga menyediakan fasilitas tatami bagi peserta pemula, anak-anak, hingga kategori beginners yang ingin mencoba olahraga bela diri sebelum melangkah ke level pertandingan ring.
Dari sisi keamanan, penyelenggara telah menjalin kerja sama dengan rumah sakit mitra, menyiapkan tenaga medis profesional, serta kendaraan siaga untuk mengantisipasi kemungkinan cedera selama pertandingan. Tim keamanan khusus juga disiapkan guna mengantisipasi kejadian di luar kendali.
Toto menjelaskan bahwa B2 Unleashed tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan potensi dan bakat melalui kegiatan positif.
Melalui kompetisi ini, para petarung diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan serta meraih prestasi mulai dari tingkat regional, nasional, hingga internasional.
“Kami memiliki visi agar kegiatan ini bisa diselenggarakan secara rutin. Bahkan, ada rencana untuk menggelarnya di beberapa kota di Indonesia,” imbuh Toto.
Baca juga: B2 Unleashed Siap Digelar di Kota Bogor, Diikuti 250 Petarung
Ajang tersebut juga semakin semarak dengan kehadiran sejumlah atlet nasional yang telah menorehkan prestasi di tingkat internasional. Salah satunya Mitra, peraih gelar juara Asia-Pasifik, yang turut menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta maupun penonton.
Sementara itu, Presiden ISKA Indonesia, Mustadi Anetta mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga bela diri yang digelar di Kota Bogor.
Menurutnya, pada awalnya potensi petarung di Bogor diperkirakan belum sebesar seperti penyelengaraan di Bandung. Namun, jumlah peserta yang membludak dalam ajang ini justru menunjukkan perkembangan dan besarnya minat terhadap olahraga combat.
“Antusiasmenya luar biasa. Ternyata bukan hanya dari Bogor, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, ada yang menghubungi dari Iran dan Afghanistan untuk ikut serta, tetapi terkendala administrasi penerbangan,” ungkap Mustadi.
(hrs/ckl)
Serba Serbi
Perumda PPJ Terus Berbenah, Revitalisasi Pasar Tradisional Digenjot
KlikBogor – Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) Kota Bogor terus berbenah dengan melakukan revitalisasi pasar guna meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjawab perubahan kebutuhan masyarakat.
Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin mengatakan, beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh pasar tradisional saat ini kaitannya dengan dinamika kebutuhan masyarakat modern yang pastinya lebih menginginkan tempat perbelanjaan yang bersih, terawat, bebas dari bau sampah menyengat, dan seterusnya.
Baca juga: Pasar Bersih Jambu Dua jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor
“Dua pasar tradisional di bawah naungan PPJ yang sudah lebih modern yakni Pasar Gembrong dan Pasar Jambu Dua sudah lebih menjawab tantangan dan banyak fasilitas dengan berbagai pilihan belanja sesuai kebutuhan konsumen bahkan untuk Pasar Gembrong dilengkapi dengan playground anak jadi semua bisa dilakukan di satu tempat, sedangkan Pasar Jambu Dua menjadi spot aneka kuliner kekinian yang tidak ada di tempat lain,” ujar Jenal kepada awak media dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurut Jenal, meski pasar modern dikenal memiliki rantai pasok yang lebih efisien dan terstruktur. Hal tersebut membuat pedagang kecil sering mengalami kesulitan ketika harus bersaing terkait harga dan jaminan kualitas produk segar.
Baca juga: Kota Bogor Jadi Tuan Rumah 28 Cabor Porprov Jabar 2026
“Di mana transaksi jual beli lebih terjamin karena langsung melihat barang yang diperjualbelikan,” kata Alumni IPB University itu menambahkan.
Menyikapi perihal munculnya tren belanja online juga secara tidak langsung ikut mempengaruhi jumlah pengunjung pasar tradisional. “Bagi kalangan muda yang mengutamakan kepraktisan dan kemudahan dalam berbelanja memang belanja online adalah solusi, namun bagi kalangan usia lainnya masih menjadi tempat yang terjamin untuk membeli dan memilih kebutuhan sehari-hari karena di pasar tradisional tak hanya sebagai tempat transaksi tapi juga ada interaksi bahkan silahturahmi,” katanya.
(hrs/ckl)
Serba Serbi
Kota Bogor Jadi Tuan Rumah 28 Cabor Porprov Jabar 2026
KlikBogor – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor memastikan kesiapan sebagai tuan rumah sejumlah cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.
Tercatat 7.800 atlet dan official dijadwalkan bertanding di Kota Bogor dalam ajang Porprov Jabar. Termasuk lebih dari 500 atlet yang diturunkan tuan rumah.
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana mengatakan, secara umum persiapan Kota Bogor sudah matang, mulai dari venue hingga penyusunan anggaran. Meski begitu, masih ada kekurangan anggaran Rp2,8 miliar yang harus dipenuhi.
“Secara umum kami sudah siap menyambut para atlet dan official. Tinggal sentuhan akhir di beberapa titik,” ujar Anas di sela kegiatan Jumat Sehat di PWI Kota Bogor, Jumat, 30 Oktober 2026.
Anas menjelaskan, Kota Bogor mempertandingkan 25 cabor dan 3 anak cabor. Sehingga totalnya mencapai 28 cabor.
Sebagian besar pertandingan dipusatkan di GOR Pajajaran yang menjadi arena untuk beberapa cabor. Diantaranya, pentaque, panahan, drumband, panjat tebing, tarung derajat, dan judo.
Baca juga: Bogor 100 Menyala Terus, 565 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jabar
Sedangkan pertandingan lain memanfaatkan Gymnasium. Sejumlah cabor yang membutuhkan fasilitas khusus digelar di luar Kota Bogor.
Cabor gantole dipertandingkan di Majalengka, paralayang di Puncak, menembak di Cimahi, sedangkan dayung digelar di Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.
“Ada cabor yang memang tidak bisa digelar di Kota Bogor karena butuh lokasi khusus,” imbuh Anas.
Selain itu, tim Technical Delegate (TD) dari KONI Jawa Barat telah melakukan penilaian dan menyatakan Kota Bogor secara umum siap menjadi tuan rumah.
Anas menambahkan, Kota Bogor sebelumnya juga pernah ditunjuk sebagai chief of the meeting, serta tercatat sebagai daerah yang paling awal merampungkan penyusunan SOP keolahragaan, SOP keuangan, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Penilaian TD menjadi pegangan kami bahwa persiapan sudah di jalur yang benar,” ungkapnya.
Baca juga: Pelihara Ikan Hias Bisa Jadi Sarana Relaksasi Juga Peluang Usaha
Dari sisi pendanaan, Anas memaparkan bahwa anggaran sempat mengalami penyesuaian dari komitmen awal sekitar Rp563 miliar menjadi Rp52 miliar, dengan kekurangan awal sekitar Rp8 miliar.
Melalui langkah efisiensi dan dukungan sponsor, kekurangan tersebut berhasil ditekan hingga tersisa Rp2,8 miliar.
“Kami terus berhemat dan menggandeng sponsor supaya kekurangan ini bisa semakin kecil,” ungkap Anas.
Bantuan hibah pakaian PBD untuk cabor naik dari Rp500 juta menjadi di atas Rp1 miliar, sedangkan anggaran kegiatan naik dari Rp1 miliar menjadi Rp3,8 miliar.
Terkait kendala jalur akses di sekitar arena panjat tebing (wall climbing) dan area jalur sungai Cisadane, Anas menjelaskan kondisi tersebut disebabkan proyek galian yang tengah berjalan, di antaranya pemasangan jalur trotoar.
“Kami pastikan area yang terdampak diperbaiki, termasuk tanah dan rumputnya, sebelum pertandingan dimulai,” ujar Anas.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi12 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
