Potret
Pelajar SMPN 11 Kota Bogor Ciptakan Perahu Pengangkut Sampah
KlikBogor – Kepedulian terhadap kondisi Sungai Ciliwung mendorong pelajar SMPN 11 Kota Bogor menciptakan inovasi berupa perahu pengangkut sampah bernama Ciliwung Care-Taker.
Alat tersebut dirancang untuk membantu membersihkan sampah yang mengapung di permukaan air dengan memanfaatkan barang bekas dan teknologi kendali jarak jauh.
Salah seorang anggota tim, M. Fairus Muttaqin, siswa kelas 8 SMPN 11 mengatakan, ide pembuatan alat tersebut berawal dari keprihatinan para siswa terhadap banyaknya sampah di Sungai Ciliwung yang berada di sekitar sekolah.
“Awalnya kami melihat bahwa sampah Ciliwung di dekat sekolah sangat banyak. Dia (sampah) mencemarkan lingkungan dan kualitas air,” kata Fairus di festival Bogor Innovation Award (BIA), Gedung Startup Center Science and Techno Park (STP) IPB University Taman Kencana, Selasa, 8 September 2026.
Berangkat dari kondisi tersebut, para siswa berupaya menciptakan solusi melalui sebuah alat yang dapat membantu mengurangi sampah di permukaan air.
Kesempatan mengikuti Bogor Innovation Award (BIA) 2026 kemudian mendorong mereka untuk mengembangkan dan memasukkan proyek tersebut dalam kompetisi inovasi.
“Karena itu kami menciptakan solusi. Kebetulan sekali ada lomba BIA, jadi kami coba untuk memasukkan proyek kami ke dalam lomba tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Kota Bogor Kembali Digelar
Proyek Ciliwung Care-Taker dikerjakan oleh lima pelajar SMPN 11 yang berasal dari kelas 8 dan 9. Perahu tersebut dirancang menggunakan model katamaran atau dua lambung ganda. Model ini dipilih untuk meningkatkan kestabilan perahu sekaligus memperbesar kapasitasnya ketika beroperasi di perairan.
“Kenapa kami menggunakan katamaran atau dua lambung ganda? Karena kami ingin memaksimalkan kapasitas dan juga agar perahu stabil saat menerima arus sungai yang kencang, ombak dari laut, dan juga mungkin ketika benturan dengan bebatuan,” jelas Fairus.
Secara fungsi, Ciliwung Care-Taker digunakan untuk mengambil sampah yang mengapung di permukaan air. Selain sungai, alat tersebut dapat digunakan di danau hingga wilayah pinggiran laut.
Pengoperasiannya dilakukan menggunakan telepon seluler. Gerakan yang diberikan melalui ponsel dikirimkan sebagai sinyal menuju perangkat melalui koneksi Bluetooth. Sinyal tersebut kemudian digunakan untuk mengendalikan pergerakan perahu.
Dalam sistem elektroniknya, para siswa menggunakan ESP32 beserta expansion board dan perangkat pengatur gerakan motor. Penggerak perahu memanfaatkan extra fan AC mobil yang dimodifikasi agar dapat digunakan sebagai sistem penggerak.
Menariknya, bahan pelampung perahu memanfaatkan jeriken bekas berkapasitas lima liter yang diperoleh dari lingkungan sekolah. Para siswa juga berupaya menggunakan barang bekas dan bahan yang dapat didaur ulang dalam pembuatan bodi perahu.
“Kami membuat seluruh rangkaian atau bodi perahu menggunakan barang bekas atau bahan daur ulang,” tutur Fairus.
Baca juga: Drone Layaknya Lebah, Inovasi Baru IPB untuk Indoor Farming
Pembuatan Ciliwung Care-Taker dilakukan secara bertahap melalui empat prototipe. Prototipe pertama dibuat selama sekitar dua minggu, prototipe kedua selama tiga minggu, prototipe ketiga selama satu bulan, sedangkan prototipe keempat yang saat ini digunakan dikembangkan selama sekitar tiga minggu.
Pada prototipe keempat, ukuran perahu diperbesar dengan kapasitas yang lebih besar. Desain tersebut disesuaikan agar kemampuan pengambilan sampah semakin optimal. Perahu diperkirakan mampu mengambil sampah hingga 30 kilogram, sedangkan kapasitas beban yang dapat ditampung di atas perahu mencapai sekitar 50 kilogram.
Untuk saat ini, alat tersebut dapat mengambil berbagai jenis sampah yang mengapung. Namun, sampah berupa benda tajam belum dapat diambil karena masih menggunakan jaring plastik.
“Untuk ke depannya, insyaallah kami akan menggunakan jaring kawat sehingga bisa mengambil benda tajam dan sampah lainnya,” kata Fairus.
Inovasi tersebut juga telah diuji dan diaplikasikan secara langsung di Sungai Ciliwung yang berada di sekitar SMPN 11, kawasan Sempur, Kota Bogor. Inovasi teknologi yang dikembangkan tersebut dengan biaya pembuatan sekitar Rp900.000.
Tidak berhenti pada prototipe yang ada saat ini, tim Ciliwung Care-Taker juga menyiapkan sejumlah pengembangan. Salah satunya adalah penggunaan sensor untuk mendeteksi ukuran sampah, mengukur jarak antara perahu dan sampah, serta mendeteksi apakah suatu benda merupakan sampah tajam yang aman atau tidak untuk diambil.
(hrs/ckl)
Potret
Perjuangan Ngatino, Pegawai Toko Material yang Antarkan Anak jadi Lulusan Terbaik IPB University
KlikBogor – Keterbatasan pendidikan tak pernah mengecilkan ukuran mimpi seorang ayah. Ngatino, seorang pegawai toko bahan bangunan, membuktikannya ketika mengantarkan putrinya Rizka Aulia Apriliani, meraih prestasi membanggakan sebagai salah satu lulusan terbaik IPB University.
Meskipun hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar (SD), Ngatino selalu menanamkan kepada anak-anaknya agar selalu giat belajar, rajin, dan bersungguh-sungguh dalam bidang yang diminati.
“Dan memang dari dulu anak kami, Rizka semangat belajarnya tinggi,” ucap Ngatino dikutip Rabu, 26 Agustus 2026.
Rizka Aulia diwisuda pada Rabu, 19 Agustus 2026 di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga. Ia menjadi lulusan terbaik Fakultas Pertanian berkat capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,85.
“Sebagai orang tua, sangat bangga anak kami telah berhasil dan mendapatkan nilai yang bagus. Bersyukur juga sama Allah SWT, doa-doa kami sebagai orang tua dikabulkan. Semoga untuk ke depannya anak kami selalu sukses di bidang yang diminatinya,” tambahnya.
Baca juga: Kisah Wisudawan IPB University Peraih IPK 3,95, dari Kampus ke BUMN
Rizka merupakan lulusan Program Studi Agronomi dan Hortikultura (AGH), Fakultas Pertanian. Sejak lulus dari SMAN 2 Bekasi, ia diterima di IPB University melalui jalur SBMPTN (kini Seleksi Nasional Berdasarkan Tes/SNBT).
“Selama belajar di AGH, saya justru menemukan bahwa perjalanan sebuah tanaman jauh lebih kompleks dan menarik dari yang saya bayangkan. AGH mengajarkan saya bahwa pertumbuhan tidak pernah terjadi dalam satu malam,” ujar Rizka.
Menurutnya, seperti halnya tanaman, setiap pencapaian membutuhkan awal yang baik, lingkungan yang mendukung, ketekunan dalam merawat, serta proses panjang hingga akhirnya menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Baca juga: Keseruan Main Layangan di Langit Katulampa, Putus Terbang Lagi
Rizka bersyukur kedua orang tuanya memberikan kepercayaan dan dukungan penuh terhadap dirinya selama menempuh studi di IPB University.
Ia juga merasa sangat terbantu dengan adanya beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sehingga bisa menyelesaikan studi tanpa banyak membebani orang tua.
“Meski kedua orang tua hanya lulus SD, saya sangat bangga karena mereka selalu memprioritaskan pendidikan anak-anaknya dan ingin kami merasakan kehidupan yang lebih baik.
Pesan mereka yang selalu saya ingat, ‘Jangan lupa salat, berdoa, dan bersyukur.’ Pesan sederhana yang akan selalu menjadi pegangan dalam setiap langkah saya,” ungkap Rizka.
(rls/hrs)
Potret
Paskibraka Kota Bogor Tampil Memukau saat Penaikan Bendera di HUT ke-81 RI
KlikBogor – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bogor tampil memukau saat penaikan bendera dalam Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kota Bogor di Lapangan Sempur, Senin, 17 Agustus 2026.
Sang Merah Putih naik dan berkibar di atas tiang dengan sempurna. Barisan formasi juga terlihat rapi saat berjalan dan memasuki lapangan upacara.
Baca juga: Upacara HUT ke-81 RI, Dedie Rachim Ajak Jaga Persatuan dan Kebersamaan
Para petugas pengibar tersebut adalah Muhammad Syariel Putra Dwi Candra, siswa SMA Negeri 7 sebagai pembentang bendera; Gusti Arya Kamandanu, siswa SMA Rimba Madya sebagai orang tengah; dan Arya Adzkia Rahman, siswa SMA Negeri 1 sebagai pengerek bendera.
Sedangkan pembawa baki adalah Syafa Putri Gisalna, siswa SMK Tri Dharma 2 Bogor serta Komandan Barisan Muhammad Rifki Aditya, siswa SMA Negeri 5 Bogor.
Ketua Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Bogor, Dava Fauzan Maulana mengaku bangga dengan penampilan para pasukan. Latihan yang dilakukan beberapa bulan ke belakang membuahkan hasil yang maksimal.
“Alhamdulillah, semua proses latihan, capek, panas, dan perjuangan selama ini akhirnya terbayar dengan penampilan yang maksimal saat penaikan Bendera Duplikat Pusaka HUT RI ke-81 tingkat Kota Bogor,” ucapnya.
Baca juga: Cerita Para Pelajar Kota Bogor: Bangga Jadi Paskibraka
Meski begitu, Dava mengaku masih ada hal-hal yang perlu dievaluasi. Namun yang terpenting, para pasukan sudah berupaya dan berusaha memberikan yang terbaik dengan penuh tanggung jawab.
“Sebagai Duta Pancasila Paskibraka Indonesia, jangan berhenti sampai di sini. Tetap jaga disiplin, kekompakan, dan sikap sebagai teladan buat teman-teman lainnya,” pesannya.
Sebagai informasi tambahan, pasukan pengibar juga diisi oleh para prajurit dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Atang Sendjaja (ATS).
(rls/hrs)
Potret
Milad UIKA Bogor, Mahasiswi Asal Afrika Bagikan Kisah Kuliah di Kota Hujan
KlikBogor – Di tengah semarak puncak perayaan Milad ke-65 Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, sosok Ouedraogo Aminata (25) mencuri perhatian. Mahasiswi asal Burkina Faso, Afrika Barat, itu membagikan kisah perjalanannya menembus ribuan kilometer demi mengejar pendidikan tinggi di Kota Hujan.
Aminata sebagai mahasiswi penerima beasiswa dan saat ini mengambil jurusan Bisnis Digital. Ia juga merupakan satu-satunya mahasiswi dari sembilan mahasiswa asal Burkina Faso yang menimba ilmu di kampus tersebut.
Ketertarikan Aminata jauh-jauh datang ke Indonesia berawal dari rekomendasi keluarga. Sang kakak yang lebih dulu berkuliah di tempat yang sama meyakinkannya tentang kualitas pendidikan di UIKA.
”Saya memilih UIKA karena kakak laki-laki saya kuliah di sini, dan dia bilang UIKA adalah universitas yang bagus. Saya menyukainya, karena di sini banyak orang bekerja keras untuk mendapatkan pekerjaan yang baik setelah lulus,” ujar Aminata kepada awak media di sela acara Milad UIKA Bogor di Taman Ekspresi, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Baca juga: UIKA Bogor Masuk Daftar 19 Perguruan Tinggi Swasta Unggul di Jawa Barat
Berkuliah di negara dengan bahasa dan budaya yang berbeda tentu memberikan tantangan tersendiri baginya. Apalagi, mata kuliah di jurusan Bisnis Digital seluruhnya menggunakan pengantar bahasa Indonesia.
Aminata mengaku harus belajar bahasa Indonesia terlebih dahulu sebelum bisa aktif sepenuhnya di fakultas. Untuk menyiasati perkuliahan, mahasiswi semester akhir ini memiliki trik khusus.
“Pertama-tama saya pahami dulu bahasanya, setelah itu materinya saya terjemahkan ke bahasa Inggris atau ke bahasa Prancis,” tutur Aminata.
Baca juga: Pemkot Bogor Libatkan 135 Mahasiswa Mengajar di SD dan SMP Negeri
Meski sempat terkendala bahasa, ia mengaku sangat betah lantaran lingkungan kampus yang inklusif dan suportif. Mahasiswa lokal kerap membantunya beradaptasi.
“Anak-anak dan mahasiswa di sini sangat ramah. Setiap hari mereka memberi saya nasihat yang baik, dan itu sangat penting,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan, Aminata dan rekan-rekan senegaranya turut memeriahkan panggung Milad ke-65 UIKA Bogor. Mereka menampilkan pertunjukan budaya yang dibawakan dalam bahasa tradisional negaranya.
Melalui penampilan tersebut, ia ingin memperkenalkan kekayaan budaya benua Afrika kepada masyarakat Bogor. ”Maknanya adalah untuk menunjukkan identitas negara kami. Jika Anda pergi ke Burkina Faso, Anda bisa melihat banyak hal berbeda mulai dari budaya, bahasa tradisional yang sangat banyak, serta sumber daya yang melimpah,” katanya.
(hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: Pemkot Bogor Cek Kesiapan 4 Lokus Penilaian Ombudsman
Pingback: Wali Kota Dedie Rachim Terima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang
Pingback: Dedie Rachim-Raffi Ahmad Bahas Penguatan Pemuda hingga Potensi Kota Bogor