Serba Serbi
5 Tempat Jogging di Kota Bogor untuk Olahraga Pagi dan Sore
KlikBogor – Kota Bogor memiliki sejumlah ruang terbuka hijau yang menjadi favorit masyarakat untuk berolahraga. Mulai dari taman hingga hutan, setiap lokasi menawarkan suasana yang berbeda untuk jogging sambil menikmati udara segar.
Berikut lima rekomendasi tempat jogging di Kota Bogor yang dapat menjadi pilihan.
Lapangan Sempur
Lapangan Sempur menjadi salah satu ikon olahraga di Kota Bogor. Berlokasi di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, kawasan ini memiliki jogging track yang mengelilingi lapangan serta berbagai fasilitas olahraga.
Waktu terbaik untuk jogging adalah pukul 06.00–08.00 WIB atau 16.00–18.00 WIB, saat cuaca lebih sejuk dan aktivitas masyarakat belum terlalu padat.
Pedestrian Kebun Raya Bogor
Pedestrian Kebun Raya Bogor menawarkan jalur yang teduh dengan pepohonan rindang dan udara yang segar. Selain berolahraga, masyarakat juga dapat menikmati keindahan Kota Bogor.
Waktu terbaik untuk jogging mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, ketika udara masih sejuk dan suasana relatif tenang. Selain pagi, masyarakat juga ada yang beraktivitas pada sore hingga malam.
Taman Heulang
Taman Heulang menjadi salah satu ruang terbuka hijau favorit warga di Kecamatan Tanah Sareal. Taman ini dilengkapi jogging track, area bermain anak, dan fasilitas olahraga luar ruangan.
Waktu terbaik untuk jogging adalah pukul 06.00–08.00 WIB atau 16.30–18.00 WIB agar terhindar dari teriknya matahari.
Lapangan Kresna
Bagi yang menginginkan suasana lebih tenang, Lapangan Kresna dapat menjadi pilihan. Area yang cukup luas membuat pengunjung leluasa berolahraga tanpa terlalu padat.
Waktu yang ideal untuk jogging adalah pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB atau menjelang matahari terbenam.
Hutan CIFOR Situ Gede
Jogging track hutan CIFOR Situ Gede menawarkan pengalaman berlari di tengah kawasan hutan yang rindang dengan udara yang lebih sejuk. Suasana alami membuat lokasi ini cocok bagi pencinta olahraga sekaligus alam.
Disarankan datang pada pukul 06.00–09.00 WIB, saat udara masih segar dan kondisi jalur lebih nyaman untuk dilalui.
Sebelum memulai jogging disarankan untuk melakukan pemanasan, menggunakan sepatu lari yang nyaman, membawa air minum secukupnya, serta menjaga kebersihan di setiap lokasi.
Dengan berbagai pilihan ruang terbuka hijau yang dimiliki, Kota Bogor menawarkan pengalaman berolahraga yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk menikmati suasana Kota Hujan.
(kaf/hrs)
Serba Serbi
Kota Bogor Jadi Tuan Rumah 28 Cabor Porprov Jabar 2026
KlikBogor – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor memastikan kesiapan sebagai tuan rumah sejumlah cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.
Tercatat 7.800 atlet dan official dijadwalkan bertanding di Kota Bogor dalam ajang Porprov Jabar. Termasuk lebih dari 500 atlet yang diturunkan tuan rumah.
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana mengatakan, secara umum persiapan Kota Bogor sudah matang, mulai dari venue hingga penyusunan anggaran. Meski begitu, masih ada kekurangan anggaran Rp2,8 miliar yang harus dipenuhi.
“Secara umum kami sudah siap menyambut para atlet dan official. Tinggal sentuhan akhir di beberapa titik,” ujar Anas di sela kegiatan Jumat Sehat di PWI Kota Bogor, Jumat, 30 Oktober 2026.
Anas menjelaskan, Kota Bogor mempertandingkan 25 cabor dan 3 anak cabor. Sehingga totalnya mencapai 28 cabor.
Sebagian besar pertandingan dipusatkan di GOR Pajajaran yang menjadi arena untuk beberapa cabor. Diantaranya, pentaque, panahan, drumband, panjat tebing, tarung derajat, dan judo.
Baca juga: Bogor 100 Menyala Terus, 565 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jabar
Sedangkan pertandingan lain memanfaatkan Gymnasium. Sejumlah cabor yang membutuhkan fasilitas khusus digelar di luar Kota Bogor.
Cabor gantole dipertandingkan di Majalengka, paralayang di Puncak, menembak di Cimahi, sedangkan dayung digelar di Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.
“Ada cabor yang memang tidak bisa digelar di Kota Bogor karena butuh lokasi khusus,” imbuh Anas.
Selain itu, tim Technical Delegate (TD) dari KONI Jawa Barat telah melakukan penilaian dan menyatakan Kota Bogor secara umum siap menjadi tuan rumah.
Anas menambahkan, Kota Bogor sebelumnya juga pernah ditunjuk sebagai chief of the meeting, serta tercatat sebagai daerah yang paling awal merampungkan penyusunan SOP keolahragaan, SOP keuangan, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Penilaian TD menjadi pegangan kami bahwa persiapan sudah di jalur yang benar,” ungkapnya.
Baca juga: Pelihara Ikan Hias Bisa Jadi Sarana Relaksasi Juga Peluang Usaha
Dari sisi pendanaan, Anas memaparkan bahwa anggaran sempat mengalami penyesuaian dari komitmen awal sekitar Rp563 miliar menjadi Rp52 miliar, dengan kekurangan awal sekitar Rp8 miliar.
Melalui langkah efisiensi dan dukungan sponsor, kekurangan tersebut berhasil ditekan hingga tersisa Rp2,8 miliar.
“Kami terus berhemat dan menggandeng sponsor supaya kekurangan ini bisa semakin kecil,” ungkap Anas.
Bantuan hibah pakaian PBD untuk cabor naik dari Rp500 juta menjadi di atas Rp1 miliar, sedangkan anggaran kegiatan naik dari Rp1 miliar menjadi Rp3,8 miliar.
Terkait kendala jalur akses di sekitar arena panjat tebing (wall climbing) dan area jalur sungai Cisadane, Anas menjelaskan kondisi tersebut disebabkan proyek galian yang tengah berjalan, di antaranya pemasangan jalur trotoar.
“Kami pastikan area yang terdampak diperbaiki, termasuk tanah dan rumputnya, sebelum pertandingan dimulai,” ujar Anas.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Pelihara Ikan Hias Bisa Jadi Sarana Relaksasi Juga Peluang Usaha
KlikBogor – Memelihara ikan hias tidak hanya tentang menikmati keindahan warna dan bentuk ikan. Aktivitas ini juga dapat menjadi sarana relaksasi, mengembangkan keterampilan, hingga membuka peluang usaha.
Hal tersebut dijelaskan dosen Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Fajar Maulana dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurutnya, ketertarikan seseorang terhadap ikan hias dapat muncul dari berbagai hal, mulai dari keindahan visual, perilaku ikan yang menarik, hingga kepuasan saat berhasil merawatnya.
Berbeda dengan hewan peliharaan lainnya, ikan hias juga menawarkan pengalaman menikmati kehidupan dalam sebuah ekosistem kecil yang dibentuk melalui akuaskap.
“Ketertarikan terhadap ikan hias tidak hanya berasal dari keindahan ikannya, tetapi juga dari proses merawat, memahami perilaku, dan keberhasilan menciptakan lingkungan yang membuat ikan dapat hidup dengan baik,” jelasnya.
Baca juga: Pasar Benih Ikan Ciseeng Bersolek, Kini Lebih Modern dan Nyaman
Dari sisi psikologis, mengamati ikan di dalam akuarium berpotensi membantu seseorang merasa lebih rileks dan memperbaiki suasana hati. Fajar menjelaskan, gerakan ikan, perpaduan warna, serta dinamika lingkungan akuatik dapat menarik perhatian tanpa menuntut konsentrasi yang terlalu berat.
Ia merujuk pada penelitian Cracknell et al. yang dipublikasikan dalam jurnal Environment and Behavior pada 2016. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mengamati akuarium berpotensi memberikan manfaat psikologis dan fisiologis, termasuk perubahan suasana hati dan denyut jantung.
“Gerakan ikan yang relatif lembut dan dinamika lingkungan akuatik dapat memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari aktivitas yang menuntut perhatian terus-menerus,” ujarnya.
Baca juga: Pedagang Eksisting Segera Tempati Pasar Merdeka Kota Bogor
Meski demikian, manfaat tersebut tidak selalu sama pada setiap orang. Menurut Fajar, hobi ikan hias juga bisa memunculkan sensasi berbeda, bergantung pada jenis ikan yang dipelihara dan karakteristik perilakunya (ikan predator/agresif, misalnya).
Karena itu, aktivitas ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengisi waktu luang, tetapi bukan pengganti penanganan profesional bagi seseorang yang mengalami gangguan psikologis.
Lebih dari sekadar hiburan, pemeliharaan ikan hias turut melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Penghobi perlu memahami kualitas air, kebutuhan nutrisi, kesehatan, serta kondisi lingkungan yang sesuai dengan jenis ikan. Pengetahuan tersebut menjadi penting agar ikan dapat tumbuh dengan baik.
Fajar menegaskan bahwa kesejahteraan ikan harus menjadi prioritas. Pemilihan jenis ikan perlu disesuaikan dengan kapasitas akuarium dan kemampuan pemilik dalam melakukan perawatan.
Penghobi juga perlu memilih ikan dari sumber yang legal dan berkelanjutan serta tidak melepaskannya ke perairan umum.
“Di Departemen Budidaya Perairan FPIK IPB University, pengetahuan mengenai ikan hias dan akuaskap juga dipelajari melalui mata kuliah Ikan Hias dan Akuaskap. Pembelajaran ini diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi ikan hias Indonesia menjadi komoditas budi daya yang bernilai ekonomi dan berdaya saing global,” ungkapnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Pedagang Eksisting Segera Tempati Pasar Merdeka Kota Bogor
KlikBogor – Ratusan pedagang eksisting Pasar Merdeka akan berpindah untuk menempati pasar yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor tersebut pada November 2026 mendatang.
Manager Divisi Teknik Pembangunan dan Pemeliharaan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Ruly Indrawan mengatakan bahwa Pasar Merdeka telah siap untuk ditempati oleh pedagang eksisting yang berada di tempat penampungan sementara (TPS). Perpindahan pedagang direncanakan pada November 2026 mendatang.
“Saat ini pasar sudah siap difungsikan secara operasional oleh pedagang eksisting. Rencananya pedagang akan menempati Pasar Merdeka bulan November 2026,” ujar Ruly, Kamis, 29 Oktober 2026.
Sementara itu, Project Manager PT Firnie Alataz Malanihat (FAM), Martin Rustandi menyatakan secara utilitas utama pasar telah tersedia dan diuji coba. Namun, kemarin ada sejumlah penyempurnaan yang dilakukan berdasarkan masukan pedagang, seperti perubahan meja, juga penambahan stopkontak untuk menunjang kegiatan berjualan.
“Kalau dari utilitas, sudah siap. Listrik dan air sudah mengalir dan sudah dites juga. Tinggal beberapa perubahan kecil sesuai permintaan pedagang. Mudah-mudahan November sudah tidak ada kendala dan pedagang sudah bisa masuk,” kata Martin.
Baca juga: EIGER Nature Diresmikan, Padukan Petualangan, Edukasi dan Pelestarian Alam
Pasar Merdeka dirancang memiliki beberapa lantai dengan peruntukan berbeda. Lantai dasar dengan kapasitas 255 los meja dan los lesehan diperuntukkan bagi sebagai besar pedagang basah dan sembako.

Suasana lantai dasar Pasar Merdeka Kota Bogor. Foto/Klikbogor
Sementara itu, lantai satu memiliki 166 kios yang diperuntukkan bagi pedagang onderdil, pisang, dan pakaian. Pengelola juga menyiapkan sekitar 30 unit tempat bagi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Jalan Merdeka, dekat kawasan PGN.
“Lantai dua rooftop lebih untuk pedagang non eksisting, makanya desainnya tergantung kepada penyewa. Tempat itu kami siapkan lebih untuk pedagang kuliner,” imbuh Martin.
Martin menjelaskan, konsep penataan Pasar Merdeka tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat berjualan, tetapi juga menciptakan lingkungan pasar yang bersih, nyaman, dan menarik bagi pengunjung seperti adanya gambar mural sayuran dan buah di area lantai dasar.
“Kami tidak hanya menyediakan tempat untuk berjualan saja, tapi ada sesuatu yang bikin orang tertarik datang ke pasar, jika pasarnya bersih, nyaman, dan ada hal baru yang menarik bagi pembeli,” katanya.
Baca juga: Pusat Kuliner Pasar Jambu Dua Dibuka, Pengunjung 1.800 Orang Sehari
Menurut Martin, desain dan fasilitas pasar yang disiapkan tersebut agar masyarakat merasa nyaman saat berbelanja. Pengelola juga mempersiapkan fasilitas pendukung, termasuk kebersihan, tempat sampah, serta sarana air dan listrik untuk memenuhi kebutuhan operasional pasar.
Selain itu, pengelola menyiapkan berbagai persyaratan untuk mendukung penilaian pasar berstandar nasional Indonesia (SNI).
Setelah perpindahan pedagang selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembongkaran TPS serta penataan area parkir, taman, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tempat sampah, drainase, dan jalur pedestrian di luar gedung.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi12 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: Slow Jogging Direkomendasikan jadi Olahraga Efektif dan Aman untuk Semua Usia
Pingback: Haornas 2026, 3 Tokoh Olahraga di Kota Bogor Diberi Penghargaan