Berita
Seleksi Ketua FKDM Kota Bogor Libatkan Unsur Intelijen-Pemerintahan
KlikBogor – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi mengatakan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bogor memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendeteksi potensi kerawanan, mencegah konflik sosial, serta menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah.
Hal itu dikatakan Sekda dalam sambutan pembukaan seleksi wawancara dan pemaparan makalah calon Ketua FKDM Kota Bogor di Ruang Rapat Sekda, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurut Denny, dinamika sosial, ekonomi, politik, dan kemasyarakatan di Kota Bogor menuntut adanya kewaspadaan bersama terhadap berbagai potensi permasalahan, mulai dari konflik sosial, intoleransi, penyebaran informasi menyesatkan, hingga gangguan ketertiban masyarakat.
“Lebih baik mengenali dan mencegah potensi kerawanan daripada terlambat merespons ketika masalah telah berkembang menjadi konflik,” ujar Sekda.
Baca juga: Pengadaan Digital SPSE Versi 5 Ditargetkan Berlaku pada 2027
Denny menegaskan, seleksi calon Ketua FKDM menjadi tahapan penting untuk mendapatkan sosok pemimpin yang memiliki kompetensi, integritas, netralitas, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Ia menambahkan, penilaian terhadap para peserta tidak hanya didasarkan pada pengalaman dan kemampuan presentasi, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap tugas dan fungsi FKDM, ketajaman analisis, kemampuan menyusun program yang aplikatif, serta kecakapan membangun koordinasi lintas sektor.
Ia mengapresiasi keterlibatan tim penguji dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan perspektif akademis, intelijen, dan pemerintahan dalam proses seleksi.
Denny juga berharap proses penilaian dilaksanakan secara objektif berdasarkan kompetensi peserta, tanpa dipengaruhi kedekatan, senioritas, maupun pertimbangan subjektif lainnya.
Baca juga: Pemkot Bogor Seleksi Ratusan Calon Jukir Mitra Dishub
Kepada para peserta, Denny berpesan agar mampu menyampaikan gagasan yang realistis, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik Kota Bogor.
Selain itu, peserta diharapkan dapat menjelaskan implementasi program, pola koordinasi, serta indikator keberhasilan yang terukur.
“Menjadi Ketua FKDM adalah amanah pengabdian, bukan sekadar kedudukan atau prestise organisasi,” katanya.
Pihaknya membutuhkan FKDM yang aktif, adaptif, dan profesional. Keberadaan FKDM diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan administratif dan rapat koordinasi, tetapi juga mampu menghasilkan informasi, analisis, serta rekomendasi yang bermanfaat bagi pengambilan kebijakan dan upaya pencegahan di lapangan.
Denny menegaskan, sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini, FKDM juga harus mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi hukum, etika, serta perlindungan hak-hak masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(rls/hrs)
Pingback: Si Bolang IPB University Kini Layani Rute hingga Sukabumi Gratis