Connect with us

Serba Serbi

Ramadan Berbagi, HDCI Santuni Ratusan Anak Yatim di 4 Panti Asuhan Kota Bogor

Published

on

Ramadan Berbagi, HDCI Santuni Ratusan Anak Yatim di 4 Panti Asuhan Kota Bogor
Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Chapter Bogor saat melaksanakan santunan anak yatim di Panti Asuhan Raksa Putra Sindang Barang, Kota Bogor, Minggu, 23 Maret 2025.

KlikBogor – Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Chapter Bogor kembali menggelar acara Ramadan Berbagi 2025 dengan menyantuni ratusan anak yatim di empat panti asuhan wilayah Kota Bogor dan membagikan ribuan takjil di Tugu Kujang, Kecamatan Bogor Tengah pada Minggu 23 Maret 2025 sore.

Rangkaian kegiatan kali ini dilakukan Ngabuburide oleh puluhan anggota HDCI Chapter Bogor ke empat panti asuhan dan finish di Tugu Kujang.

Wakil Ketua HDCI Chapter Bogor, Herryanto Suhendi menuturkan, HDCI Chapter Bogor melakukan aktivitas sosial yang setiap tahun dilakukan pada saat bulan Ramadan dan difokuskan di wilayah Kota Bogor.

“Tahun ini dilakukan santunan ke panti asuhan dilakukan secara door to door, tidak seperti sebelumnya. Total ada 250 anak panti asuhan yang diberikan santunan di empat tempat,” ujar Herry.

Ia menjabarkan, santunan pertama dilaksanakan di Panti Asuhan Permata Hati Ciparigi dan dilanjutkan ke Panti Asuhan Al-Qi Ceria Ciparigi. Setelah itu bergeser dilaksanakan ke Panti Asuhan Raksa Putra Sindang Barang dan Panti Asuhan Putri & Balita Dharussolihat Baranangsiang.

“Kegiatan ini mudah-mudahan terus menjadi satu agenda rutin. Kami targetkan kedepan tidak hanya di wilayah Kota Bogor tapi bisa ke Kabupaten Bogor,” imbuh Herry.

Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Chapter Bogor saat membagikan takjil di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Minggu, 23 Maret 2025.

Sementara itu, Panitia Ramadan Berbagi 2025 HDCI Bogor, Erik Setiawan menuturkan, tahun ini HDCI Chapter Bogor mentargetkan datang ke panti asuhan khususnya anak yatim piatu.

“Kami menyantuni 250 anak yatim piatu, kemudian dilanjutkan pembagian 1.000 lebih paket takjil di Tugu Kujang untuk sopir angkot, ojek online, taksi online dan masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

“Kemudian ada buka puasa bersama yang dihadiri pengurus dan anggota HDCI Chapter Bogor di restoran Kluwih Sunda. Total ada 55 pengurus dan anggota yang hadir,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Touring HDCI Chapter Bogor, H. Agi Agassi mengatakan, kegiatan diawali dengan kumpul di McD Lodaya, Kecamatan Bogor Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun dan total sudah 20 tahun berlangsung selama dipimpin oleh Ketua RC Gumay.

“Kami kali ini datang sambil touring motor atau Ngabuburide. Biasanya kami santunan di satu tempat secara indoor. Dengan mendatangi langsung, kami bisa mengenal dan mengetahui langsung dimana adik-adik panti asuhan berkegiatan sehari-hari. Diharapkan dengan cara ini, kedepan bisa dilanjutkan berbagi secara masing-masing individu kepada adik-adik kita,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Super Pedas, IPB University Ciptakan 4 Varietas Cabai Habanero Lokal

Published

on

By

Super Pedas, IPB University Ciptakan 4 Varietas Cabai Habanero Lokal
Ahli pemuliaan tanaman IPB University, Prof Muhamad Syukur, berhasil merakit empat varietas cabai habanero lokal pertama di Indonesia. Dok. IPB University

KlikBogor – Ahli pemuliaan tanaman IPB University, Prof Muhamad Syukur, berhasil merakit empat varietas cabai habanero lokal pertama di Indonesia. Keempatnya, yaitu Tabia Sala 1 IPB, Margi 2 IPB, Tabia Sala Oranye IPB, dan Tabia Sala Kuning IPB.

Jenis cabai super pedas ini menjadi varietas habanero pertama yang resmi terdaftar di Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan mendapatkan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

“Pada dasarnya cabai habanero di Indonesia itu belum ada. Baru ada Katokkon Sayang dari Sulawesi Selatan yang terdaftar. Jadi, yang mendapat perlindungan varietas pertama kali untuk jenis habanero adalah rakitan kami dari IPB University,” ujar Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University sekaligus tokoh di balik pemuliaan cabai habanero lokal ini dikutip Selasa, 14 Juli 2026.

Prof Syukur mengatakan, salah satu daya tarik utama dari inovasi ini adalah tingkat kepedasannya luar biasa yang diukur menggunakan skala scoville heat units (SHU), bisa lima kali lipat lebih pedas dari rawit biasa. Masing-masing varietas memiliki karakteristik warna dan tingkat kepedasan yang berbeda.

Baca juga: Kekeringan Landa 2 Kelurahan di Kota Bogor, BPBD Salurkan 12.000 Liter Air Bersih

Tabia Sala 1 IPB berwarna merah dengan tingkat kepedasan mencapai 1 hingga 1,3 juta SHU. Sedangkan Margi 2 IPB memiliki warna peach dengan tingkat kepedasan 350–500 ribu SHU.

Tabia Sala Oranye IPB yang berwarna oranye dengan tingkat kepedasan 350–500 ribu SHU. Sedangkan Tabia Sala Kuning IPB yang berwarna kuning juga memiliki tingkat kepedasan 350–500 ribu SHU.

Selain menang di tingkat kepedasan, keunggulan utama habanero rakitan IPB University ini terletak pada daya adaptasinya. Cabai habanero impor umumnya memiliki daya adaptasi yang rendah di iklim tropis, sementara varietas IPB University ini dirancang khusus agar tangguh dan tahan hama atau penyakit keriting kuning.

Baca juga: Ratusan Angkot di Kota Bogor “Pensiun” Tak Lagi Mengaspal

Prof Syukur menambahkan, benih keempat varietas tersebut telah didiseminasikan oleh Benih Dramaga, sehingga sudah bisa diakses secara massal oleh para petani di Indonesia.

Prof Syukur berharap varietas cabai baru ini dapat berkembang di petani maupun industri. Ia melihat varietas ini memiliki potensi serapan pasar domestik maupun global.

“Di dalam negeri kebutuhan akan cabai dengan kepedasan tinggi sangat besar karena dapat mengurangi jumlah cabai yang digunakan. Ada perusahaan pengolahan di Bogor yang berminat untuk mengembangkan cabai bubuk dari varietas habanero IPB University. Selain itu, potensi besar juga untuk ekspor ke Korea sebagai bahan untuk membuat hot pack yang digunakan saat musim dingin,” katanya.

Prof Syukur mengungkapkan bahwa timnya telah memulai proses perakitan varietas ini sejak 2020. Selama 6 tahun perjalanan riset tersebut, tim peneliti menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Pertama tentu dana yang berkelanjutan. Kedua, lahan terbatas dan memerlukan rumah kaca. Ketiga, sumber daya manusia pendukung, mulai asisten pemulia, asisten lapangan hingga pegawai lapangan. Keempat, fasilitas pendukung seperti alat untuk analisis kepedasan yang mahal,” kata pakar pemuliaan tanaman IPB University yang telah melahirkan lebih dari 30 varietas cabai unggul ini.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

IPB University Gelar Pelatihan Tepung Mocaf untuk Berdayakan Ekonomi Perempuan

Published

on

By

IPB University Gelar Pelatihan Tepung Mocaf untuk Berdayakan Ekonomi Perempuan
Divisi Teknik Biosistem, Fakultas Teknik dan Teknologi, IPB University menggelar pelatihan tepung mocaf dan produk olahan berbasis tepung mocaf kepada perempuan anggota Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Bogor. Foto/Istimewa

KlikBogor – Divisi Teknik Biosistem, Fakultas Teknik dan Teknologi, IPB University sukses menyelenggarakan Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) di Kelompok Tani Setia, Kampung Cangkrang, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 26 Juli 2026.

Kegiatan yang mengusung misi pemberdayaan ekonomi perempuan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) oleh para dosen Divisi Teknik Biosistem.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 21 peserta perempuan anggota Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Bogor di bawah pimpinan Ibu Wiwit Munggarani.

Banyak bahan pangan lokal memiliki potensi ekonomi tinggi namun belum diolah secara optimal. Diversifikasi mendorong pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

Inisiatif pelatihan ini digagas sebagai solusi nyata atas terbatasnya diversifikasi pangan lokal di wilayah perdesaan, di tengah tingginya angka ketergantungan masyarakat terhadap tepung terigu impor.

Singkong, yang menjadi salah satu komoditas unggulan di wilayah Jawa Barat, dapat dijadikan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan tepung mocaf. Melalui proses fermentasi, mocaf menghasilkan karakteristik tepung dengan tekstur dan cita rasa yang lebih netral dibandingkan tepung singkong biasa.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru, Setiap Siswa Kota Bogor Tanam Pohon 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Divisi Teknik Biosistem IPB University, Prof. Rokhani Hasbullah. Dalam sambutannya, Prof. Rokhani menekankan pentingnya menjembatani hasil riset akademis dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Riset yang hanya berhenti di laboratorium tidak akan banyak berarti jika tidak sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dikembangkan di IPB benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan pemberdayaan kaum perempuan” ujar Prof. Rokhani.

Ia menambahkan bahwa diversifikasi pangan berbasis bahan baku lokal merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi sektor rumah tangga.

Menurutnya, ketergantungan pada satu jenis pangan sangat rentan terhadap berbagai risiko seperti gagal panen, perubahan iklim atau gangguan distribusi.

Pelatihan diawali dengan pemaparan materi oleh dosen Divisi Teknik Biosistem, Nanik Purwanti. Nanik menjelaskan potensi dan peluang usaha berbasis mocaf serta berbagai produk olahan berbasis tepung mocaf seperti mi, biscuit, kue, roti dan produk gluten free lainnya.

Peserta tampak antusias menyimak materi mengenai rantai produksi dan nilai ekonomis dari tepung turunan singkong ini. Berbeda dengan penyuluhan teoritis pada umumnya, pelatihan ini menerapkan pendekatan aplikatif langsung.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Setia, Ujang, memberikan demonstrasi langsung proses pembuatan tepung mocaf secara higienis kepada para peserta.

Seluruh peserta didampingi oleh tim dosen dan anggota Kelompok Tani Setia mempraktikkan langsung pengolahan tepung mocaf menjadi produk pangan siap konsumsi, yakni mi ayam mocaf dan cookies. Mocaf tidak mengandung gluten (gluten free) sehingga cocok dikonsumsi oleh individu dengan sensitivitas gluten dan penderita celiac.

Baca juga: Sukun Berpotensi jadi Superfood Lokal dan Pangan Masa Depan Indonesia

Edukasi interaktif ini disambut hangat oleh para peserta yang mulai menyadari nilai tambah ekonomi dari singkong, komoditas yang selama ini kerap dijual mentah dengan harga murah.

“Sebelumnya kami hanya tahu singkong itu direbus atau digoreng saja. Sekarang kami jadi paham cara mengolahnya menjadi tepung dan bisa dibuat mi, cookies dan produk pangan sehat lainnya. Ilmunya sangat berguna, apalagi kami langsung praktik, jadi lebih mudah dipahami dan diingat,” tutur salah satu peserta.

Selain aspek ekonomi, tepung mocaf juga menawarkan keberlanjutan dari sisi ketahanan pangan nasional sebagai alternatif pengganti gandum.

Kehadiran para anggota RKI Bogor diharapkan dapat memperluas efek domino dari program ini, di mana pengetahuan dan ketrampilan yang diperolehnya bisa ditularkan kembali ke lingkungan terkecil di sekitar mereka.

Sebagai perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, Divisi Teknik Biosistem IPB University menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah penyangga kampus (buffer zone).

Ke depan, program pendampingan lanjutan akan terus digulirkan agar produk olahan berbasis singkong ini dapat naik kelas dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Prof. Rokhani yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala bidang Inkubator Bisnis dan Kemitraan Industri, Science Techno Park (STP) IPB University juga menawarkan kepada kaum perempuan untuk meningkatkan keterampilan dalam memproduksi biskuit, cookies, roti dan croissant di Teaching Industry STP IPB.

“Semoga kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa pelatihan diversifikasi pangan lokal berbasis tepung mocaf ini mampu meningkatkan nilai tambah singkong dan membuka peluang usaha yang menjanjikan dan berkelanjutan,” harapnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

5 Tempat Jogging di Kota Bogor untuk Olahraga Pagi dan Sore

Published

on

By

5 Tempat Jogging di Kota Bogor untuk Olahraga Pagi dan Sore
Pedestrian luar Kebun Raya Bogor. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Kota Bogor memiliki sejumlah ruang terbuka hijau yang menjadi favorit masyarakat untuk berolahraga. Mulai dari taman hingga hutan, setiap lokasi menawarkan suasana yang berbeda untuk jogging sambil menikmati udara segar.

Berikut lima rekomendasi tempat jogging di Kota Bogor yang dapat menjadi pilihan.

Lapangan Sempur

Lapangan Sempur menjadi salah satu ikon olahraga di Kota Bogor. Berlokasi di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, kawasan ini memiliki jogging track yang mengelilingi lapangan serta berbagai fasilitas olahraga.

Waktu terbaik untuk jogging adalah pukul 06.00–08.00 WIB atau 16.00–18.00 WIB, saat cuaca lebih sejuk dan aktivitas masyarakat belum terlalu padat.

Pedestrian Kebun Raya Bogor

Pedestrian Kebun Raya Bogor menawarkan jalur yang teduh dengan pepohonan rindang dan udara yang segar. Selain berolahraga, masyarakat juga dapat menikmati keindahan Kota Bogor.

Waktu terbaik untuk jogging mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, ketika udara masih sejuk dan suasana relatif tenang. Selain pagi, masyarakat juga ada yang beraktivitas pada sore hingga malam.

Taman Heulang

Taman Heulang menjadi salah satu ruang terbuka hijau favorit warga di Kecamatan Tanah Sareal. Taman ini dilengkapi jogging track, area bermain anak, dan fasilitas olahraga luar ruangan.

Waktu terbaik untuk jogging adalah pukul 06.00–08.00 WIB atau 16.30–18.00 WIB agar terhindar dari teriknya matahari.

Lapangan Kresna

Bagi yang menginginkan suasana lebih tenang, Lapangan Kresna dapat menjadi pilihan. Area yang cukup luas membuat pengunjung leluasa berolahraga tanpa terlalu padat.

Waktu yang ideal untuk jogging adalah pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB atau menjelang matahari terbenam.

Hutan CIFOR Situ Gede

Jogging track hutan CIFOR Situ Gede menawarkan pengalaman berlari di tengah kawasan hutan yang rindang dengan udara yang lebih sejuk. Suasana alami membuat lokasi ini cocok bagi pencinta olahraga sekaligus alam.

Disarankan datang pada pukul 06.00–09.00 WIB, saat udara masih segar dan kondisi jalur lebih nyaman untuk dilalui.

Sebelum memulai jogging disarankan untuk melakukan pemanasan, menggunakan sepatu lari yang nyaman, membawa air minum secukupnya, serta menjaga kebersihan di setiap lokasi.

Dengan berbagai pilihan ruang terbuka hijau yang dimiliki, Kota Bogor menawarkan pengalaman berolahraga yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk menikmati suasana Kota Hujan.

(kaf/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer