Connect with us

Berita

Penataan Kawasan Puncak Bogor Disambut Positif Warga

Published

on

Penataan Kawasan Puncak Bogor Disambut Positif Warga
Warga tengah melakukan pengecatan pagar di kawasan Puncak Bogor. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Penataan kawasan Puncak yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya warga Kecamatan Cisarua.

Penataan yang mencakup pembersihan lingkungan, pengecatan, penertiban bangunan liar, dan penghijauan dinilai telah memberikan dampak positif terhadap wajah kawasan wisata andalan Kabupaten Bogor.

Warga menyambut baik perubahan yang mulai terlihat, terutama di titik-titik jalur utama wisata Puncak. Mereka menilai inisiatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menata kawasan agar lebih tertib, bersih, dan nyaman, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

Salah satu warga Kecamatan Cisarua, Ojos, yang ikut terlibat dalam kegiatan pembersihan, menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya atas upaya penataan yang digagas langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto itu.

“Sebagai warga sini, saya banyak terima kasih karena udah ada pembersihan, bikin suasana jadi lebih indah. Apalagi ini jalur wisata, ya harus bersih dan rapi biar enak dipandang,” kata Ojos, Jumat, 11 Juli 2025.

Keterlibatan warga dalam kegiatan ini juga menunjukkan adanya kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat lingkungan.

Mereka berharap penataan kawasan tidak berhenti sampai di sini, namun menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak.

Sementara itu, Camat Cisarua, Heri Risnandar, mengatakan bahwa penataan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati Bogor agar seluruh jajaran pemerintahan bergerak cepat menata kawasan Puncak secara menyeluruh, dimulai dari tingkat kecamatan, desa hingga RT dan RW.

“Kami bentuk tim penataan kawasan di tingkat kecamatan dan mendorong seluruh desa dan kelurahan untuk melakukan hal serupa. Kolaborasi dengan masyarakat seperti di kampung Ojos ini jadi bukti bahwa penataan kawasan bisa berhasil jika dikerjakan bersama-sama,” ujar Heri.

Ia juga mengungkapkan langkah awal penataan telah dilakukan dengan membongkar beberapa titik bak sampah di jalur protokol bersama Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, yang kemudian merelokasi ke tempat yang lebih representatif.

“Bekas bak sampah pun mulai direvitalisasi dengan penghijauan agar tidak kembali menjadi tempat pembuangan liar,” imbuhnya.

Tak hanya itu, beautifikasi juga dilakukan dengan pengecatan ulang kanstin, pagar, dan trotoar, serta penanganan saluran air yang mampet agar kawasan tetap bersih, indah, dan nyaman bagi pengunjung.

“Penataan ini tidak hanya menyasar jalur utama, namun juga jalur alternatif yang banyak menghubungkan destinasi wisata tersembunyi. Ini bagian dari upaya pemerataan potensi wilayah,” bebernya.

Ia apresiasi dan mendukung penuh atas kebijakan Bupati Bogor dalam melakukan penataan kawasan Puncak. Menurutnya, penataan ini bukan hanya menjadi langkah strategis untuk mempercantik wajah Puncak, tetapi juga menjadi pemicu semangat dan energi baru bagi seluruh elemen masyarakat di wilayahnya.

“Atas nama masyarakat dan Forum Komunikasi Pembangunan Kecamatan, kami menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kebijakan ini. Ini adalah langkah besar yang kami sambut dengan komitmen dan kerja nyata,” ucap Camat.

(ags/dho)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci

Published

on

By

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
Asep Faizal Rahman (tengah berdiri) saat foto bersama di Kantor Kecamatan Bogor Tengah. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.

“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.

“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.

Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.

“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.

“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Puluhan Angkot-AKDP Terjaring Operasi di Jalan Sawojajar Bogor

Published

on

By

Puluhan Angkot-AKDP Terjaring Operasi di Jalan Sawojajar Bogor
Dishub Kota Bogor melakukan operasi gabungan Angkot dan AKDP di kawasan Jalan Sawojajar, Kota Bogor, Senin, 2 Maret 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Puluhan angkutan kota (Angkot) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) terjaring operasi gabungan yang digelar di kawasan Jalan Sawojajar, Kota Bogor.

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Ridwan, menjelaskan operasi gabungan ini digelar bersama petugas Satlantas Polresta Bogor Kota.

“Dalam razia Jalan Sawojajar di sini terdapat angkutan yang tidak memiliki sama sekali surat-surat, seperti KIR, STNK maupun kartu trayek. Itu tentunya kami berhentikan,” ungkap Ridwan kepada awak media, Senin, 2 Maret 2026.

Ia mengatakan terdapat enam unit angkot yang kedapatan tanpa surat kendaraan. Namun, empat kendaraan tengah kembali ke rumah masing-masing untuk mencari atau membawa STNK dan KIR-nya yang menurut pengakuan para sopir ketinggalan di rumah.

“Nah, nanti yang empat ini ditukar kendaraan dilepas, barang buktinya berupa surat kendaraan ditahan, jadi kendaraannya tidak jadi dikandangkan oleh kami. Nanti tukar BB STNK ataupun KIR ataupun izin trayek. Jadi yang dua sudah terjaring sama sekali tidak membawa, memiliki kartu trayek dengan STNK ataupun buku uji KIR,” jelasnya.

Pihaknya mencatat 21 angkot dan AKDP yang terjaring dalam operasi gabungan tersebut. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Adapun tujuan operasi gabungan untuk pengecekan administrasi angkutan yang beroperasi di Kota Bogor di antaranya buku KIR, trayek, dan uji kelayakan.

“Besok kami bergabung dan kembali razia di Jalan Sawojajar dengan jajaran samping, Kepolisian, Jasa Raharja, Provinsi, maupun Dishub Kabupaten Bogor untuk giat bersama-sama di Jalan Sawojajar ini,” katanya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Eddy Soeparno Ajak Warga Kota Bogor Implementasikan 4 Pilar Kebangsaan

Published

on

By

Eddy Soeparno Ajak Warga Kota Bogor Implementasikan 4 Pilar Kebangsaan
Wakil Ketua MPR RI, H. Eddy Soeparno menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada masyarakat di Aula Pertemuan Balekambang, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) H. Eddy Soeparno menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kota Bogor.

Kegiatan yang dihadiri peserta dari berbagai elemen masyarakat tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Balekambang, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat, 27 Februari 2026.

H. Eddy Soeparno memaparkan, sebagai wakil rakyat mereka yang ditugaskan untuk mensosialisasikan pilar-pilar penting kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Ketetapan MPR RI, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Empat pilar ini bertujuan supaya Negara Indonesia tidak mudah terpecah belah dan runtuh dalam menghadapi berbagai masalah, dan harus tetap selalu menjaga persatuan dan kesatuan toleransi dalam perbedaan serta peduli terhadap sesama,” jelasnya.

Menurut Eddy, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI mempunyai tujuan di antaranya, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR.

Selain itu, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

“Implementasi empat pilar kebangsaan harus terus digelorakan terhadap semua kalangan. Mulai dari tokoh masyarakat hingga generasi muda,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer