Berita
Mendikdasmen Buka IMSO ke-23, 404 Siswa Siap Adu Kemampuan Matematika dan Sains
KlikBogor – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti resmi membuka International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Kota Depok, Jawa Barat.
Sebanyak 404 siswa dari 23 negara ambil bagian dalam ajang kompetisi matematika dan sains untuk jenjang sekolah dasar (SD) tersebut. Para peserta berasal dari Bangladesh, Botswana, Bulgaria, China, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Kazakhstan, Laos, Malaysia, Mongolia, Maroko, Nepal, Filipina, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Amerika Serikat, Uzbekistan, dan Vietnam.
Abdul Mu’ti mengatakan, IMSO menjadi salah satu ajang penting untuk mengembangkan bakat dan kemampuan siswa, khususnya di bidang matematika dan sains.
“Ini dua bidang yang sangat penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan penanaman sains, matematika sejak dini,” kata Abdul Mu’ti usai membuka IMSO ke-23, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Ia menambahkan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu prasyarat untuk mengembangkan berbagai kekayaan alam yang dimiliki Indonesia sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Selain menjadi ajang kompetisi, Abdul Mu’ti menilai IMSO menjadi ruang bagi talenta muda dari berbagai negara untuk membangun jejaring dan bertukar pengalaman.
“Forum ini bukan hanya menjadi forum di mana para talenta muda matematika dan sains dari 23 negara bertemu dan berlomba, tetapi forum di mana mereka membangun jejaring generasi-generasi yang brilliant,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa para peserta yang hadir merupakan siswa pilihan dari masing-masing negara. Karena itu, IMSO diharapkan tidak hanya untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi sarana membangun jaringan antargenerasi muda di bidang matematika dan sains.
Baca juga: 404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika-Sains di Indonesia
Abdul Mu’ti juga berharap penyelenggaraan IMSO di Indonesia dapat menginspirasi lebih banyak anak untuk mencintai matematika dan sains.
“Dua bidang ini yang juga menjadi prioritas Bapak Presiden,” imbuh Abdul Mu’ti.
Saat ini, Kemendikdasmen mengembangkan STEM 5M yang mencakup pembelajaran yang murah, mudah, menggembirakan, mindful, dan meaningful. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah anggapan bahwa matematika dan sains merupakan bidang yang sulit dan mahal.
“Kami ingin mengubah stigma itu dengan gerakan STEM 5M, dan mudah-mudahan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia,” katanya.
Foto bersama para peserta International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23. Foto/Klikbogor
Sementara itu, Chairman IMSO ke-23, Raden Ridwan Hasan Saputra mengatakan, persiapan Timnas IMSO Indonesia telah dilakukan sekitar satu bulan sebelum kompetisi melalui pelatihan secara daring.
Pelatihan tersebut berlangsung sekitar empat jam setiap hari. Selain itu, para peserta menjalani karantina selama enam hari di PPSDM Kemendikdasmen menjelang pelaksanaan kompetisi.
“Menjelang lomba, enam hari sebelum lomba ini, kami adakan karantina di PPSDM selama enam hari dari pagi sampai malam dan menginap. Itu persiapannya,” kata Ridwan.
Menurut Ridwan, pihaknya tidak menetapkan target jumlah medali karena persaingan antarpeserta cukup ketat. Namun, Timnas IMSO Indonesia berharap dapat meraih medali emas, perak, dan perunggu.
Baca juga: 750 Atlet Kota Bogor Siap Bertanding di Porprov: Targetkan 100 Medali Emas
Indonesia sendiri mengirimkan 63 peserta yang tergabung dalam Timnas IMSO Indonesia. Mereka terdiri atas 32 peserta bidang matematika dan 31 peserta bidang sains.
Kompetisi IMSO akan berlangsung selama dua hari pada 4-5 Oktober 2026. Pada hari pertama, peserta mengikuti dua jenis tes teori. Untuk bidang matematika, peserta mengerjakan soal isian singkat dan uraian.
Sementara pada hari kedua, peserta mengikuti tes eksplorasi untuk matematika dan eksperimen untuk sains. Seluruh soal kompetisi disajikan dalam bahasa Inggris.
Adapun penilaian kompetisi dilakukan oleh juri yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Bulgaria, Vietnam, dan Thailand.
Dalam kompetisi tahun ini, Indonesia juga menghadapi persaingan dari sejumlah negara yang selama ini memiliki perhatian khusus terhadap pembinaan matematika dan sains, di antaranya Singapura, China, dan Vietnam.
“Kalau biasanya, negara yang kategorinya berat itu Singapura, China, sama Vietnam. Karena mereka memang sudah fokus, ada sekolahnya yang memang mengurus matematika dan IPA,” ujar Ridwan.
Selain kompetisi, IMSO ke-23 juga akan diisi dengan kegiatan pertukaran budaya. Kegiatan tersebut dijadwalkan setelah rangkaian perlombaan selesai sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai negara.
IMSO ke-23 digelar oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah selaku Local Committee Organizer, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Dasar.
(hrs/ckl)