Berita

World Cleanup Day, Kota Bogor Perkuat Gerakan Pilah Sampah

Published

on

Peringatan World Cleanup Day 2026 tingkat Kota Bogor diisi dengan aksi memungut sampah hingga edukasi pemilahan sampah yang dipusatkan di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu, 4 Oktober 2026.

KlikBogor – Peringatan World Cleanup Day 2026 tingkat Kota Bogor diisi dengan aksi memungut sampah hingga edukasi pemilahan sampah yang dipusatkan di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah.

Kegiatan bertema “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah” tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Bogor yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong perubahan gaya hidup masyarakat dalam mengelola sampah.

Masyarakat diharapkan menjadikan pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab pribadi sekaligus melihatnya sebagai peluang untuk menciptakan sumber ekonomi baru.

“Jadi, sampah itu selain menjadi tanggung jawab, tetapi juga punya peluang untuk dikelola dengan baik. Nah, kemudian nanti menimbulkan namanya circular economy,” ujar Dedie Rachim, Minggu, 4 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, Pemkot Bogor menyiapkan kebijakan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Di sisi hilir, Kota Bogor akan memiliki dua Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), yakni PSEL Bogor Raya 1 dan PSEL Bogor Raya 2.

Namun, sebelum PSEL beroperasi, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dinilai perlu dilakukan. Salah satunya melalui pemilahan sampah sejak dari sumber atau rumah tangga.

“Tetapi, sebelum PSEL jadi, maka gaya hidup harus berubah. Kalau semua sampah masih disatukan dalam satu kendaraan atau dalam satu tempat, maka nanti truk yang akan mengangkut mungkin akan terhambat di jalan karena ada kepentingan dari pemulung dan sebagainya. Nah, kami ingin yang namanya pemilahan itu di awal saja, di hulunya,” terangnya.

Baca juga: Mendikdasmen Buka IMSO ke-23, 404 Siswa Siap Adu Kemampuan Matematika dan Sains

Pemkot Bogor terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar memahami bahwa sampah merupakan tanggung jawab bersama sekaligus memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Sampah yang telah dipilah dapat dikumpulkan dan didaur ulang menjadi bahan baru untuk berbagai kebutuhan produksi. Dengan demikian, pengelolaan tersebut diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah yang berpotensi merugikan lingkungan.

“Dikumpulkan, kemudian di-recycle menjadi bahan baru untuk diproduksi, baik bisa untuk botol, untuk segala macam, sehingga kemudian tidak lagi menambah sampah-sampah baru yang bisa merugikan lingkungan,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Pemkot Bogor melakukan berbagai upaya sosialisasi, mulai dari talkshow, podcast, kampanye, hingga iklan. Dedie Rachim menekankan, upaya tersebut harus didukung seluruh perangkat pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan.

“Sudah banyak tokoh-tokoh muda, sudah banyak siswa, sudah banyak masyarakat yang sudah punya kesadaran. Buktinya, TPS3R kami berkembang, bank sampah kami berkembang. Kemudian ada pengusaha-pengusaha muda Bogor yang juga mulai mengelola sampah,” katanya.

Ia menyebut, kepedulian terhadap lingkungan juga telah ditunjukkan sejumlah tokoh muda di Kota Bogor. Salah satunya Giri Marhara yang disebut telah mulai aktif dalam isu lingkungan sejak 2015.

“Jadi memang ini harus menjadi suatu gerakan besar, dan insyaallah Bogor gerakannya akan terus kami kuatkan supaya pada saat nanti PSEL Bogor Raya 1 dan PSEL Bogor Raya 2 jalan, masyarakat semakin juga punya tingkat kesadaran yang tinggi dalam memilah sampahnya di rumah,” imbuhnya.

Petugas DLH akan menimbang sampah yang dikumpulkan oleh pramuka di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman dalam kegiatan World Cleanup Day, Minggu, 4 Oktober 2026. Foto/Klikbogor

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, kegiatan World Cleanup Day 2026 semestinya dilaksanakan pada akhir September sesuai surat dari Kementerian Lingkungan Hidup kepada pemerintah kabupaten dan kota.

Namun, pelaksanaan di Kota Bogor baru dapat dilakukan pada Oktober karena pada awal hingga minggu ketiga September, DLH masih berkonsentrasi pada penanganan dan penyelesaian persoalan kebakaran di TPAS Galuga.

“Oleh karena itu, kegiatan tetap kami lakukan dan kami juga kolaborasikan dengan kegiatan Car Free Day yang dilaksanakan setiap hari Minggu di Kota Bogor,” terang Rudy.

Baca juga: Hampir Rampung, Jembatan Paledang-Pasirjaya Siap Beroperasi

Rudy mengatakan, World Cleanup Day 2026 secara global dan nasional mengangkat tema yang mengarah kepada pemuda, yakni “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”.

Karena itu, DLH Kota Bogor melibatkan berbagai unsur kepemudaan, di antaranya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Karang Taruna.

“Oleh karena itu, kami berharap kehadiran dari para pemuda-pemudi, kami juga undang KNPI, kami undang Karang Taruna, kami undang yang lainnya unsur-unsur pemuda, berharap bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan pengelolaan sampah akan terus dilakukan dengan fokus pada sosialisasi pemilahan sampah dari sumber.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan Kota Bogor menghadapi pengoperasian PSEL yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028.

Dalam peringatan World Cleanup Day ini digelar talkshow dengan menghadirkan narasumber Giri Marhara.

“Beliau penggiat Situ Gede, konkret, tidak hanya bicara, tetapi juga aksi. Dan ini yang kami harapkan bisa berjalan mulai dari aksi dunia sampai tingkat lokal atau think globally, act locally. Berpikirnya secara global, tetapi bertindak secara lokal untuk hal yang aksinya kali ini,” paparnya.

Dalam kegiatan tersebut juga terdapat pameran yang menampilkan edukasi mengenai pola pemilahan sampah. Rudy mengatakan, hingga akhir September 2026, tim sosialisasi DLH Kota Bogor telah melakukan edukasi pemilahan sampah sebanyak 53 kali hingga tingkat rukun tetangga (RT).

“Dan terus akan kami lakukan supaya sosialisasi RT bebas sampah mulai dari pilah-pilih sampah ini,” pungkasnya.

(hrs/ckl)

1 Comment

  1. Pingback: Panen Raya di Katulampa, Pemkot Dukung Swasembada Pangan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version