Berita

Korban Tewas Tertimpa Dahan Pohon Dapat Santunan, Pj Wali Kota juga Bakal Evaluasi Disperumkim

Published

on

Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari saat diwawancara wartawan di RSUD Kota Bogor. Dok. Pemkot Bogor.

KlikBogor – Insiden tewasnya penumpang motor usai tertimpa dahan pohon mendapat perhatian Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor Hery Antasari.

Hery menyampaikan mewakili Pemerintah Kota Bogor turut merasa prihatin atas musibah yang dialami Muhammad Rafly Rasenzani. Ia juga berharap kejadian ini untuk yang terakhir di Kota Bogor.

“Mudah-mudahan ini yang terakhir di Kota Bogor, kami akan berupaya maksimal agar tidak ada kejadian lain. Tapi musibah dipengaruhi oleh cuaca, angin, kondisi lapangan yang kadang harus bisa diperkirakan. Ini menjadi satu keprihatinan bersama,” ujarnya, Jumat, 1 November 2024.

Pascakejadian, ia juga sudah bertemu dengan orang tua korban di RSUD Kota Bogor, tempat di mana korban dievakuasi dari lokasi kejadian di Jalan Tentara Pelajar. Jenazah korban selanjutnya akan dibawa ke rumah duka.

“Dari pemerintah semua sudah bergerak dari kewilayahan, RSUD, termasuk Disperumkim, sekaligus juga nanti di rumah duka akan dikawal sampai ke pemakaman,” katanya.

Hery mengatakan bahwa korban akan mendapat santunan dari asuransi pohon tumbang di Kota Bogor.

“Ada santunan namanya Bumida dan penggantian untuk kendaraan yang rusak sekaligus juga santunan tambahan,” ungkapnya.

Baca juga: Penumpang Motor Tewas Usai Tertimpa Dahan Pohon di Jalan Tentara Pelajar 

Berkaitan dengan pemeliharaan pohon, Hery menjelaskan, saat ini memang sedang dilakukan kegiatan itu baik secara berkala maupun pemeriksaan khusus.

Namun dikarenakan wilayah Kota Bogor luas, maka sebelum semuanya tuntas pemeriksaan, di wilayah lain masih ada pohon yang harus diperiksa lagi, sementara tenaga pemeriksa terbatas.

“Diperiksa terakhir pohon-pohon besar di Jalan Tentara Pelajar bulan Juli, untuk pohon-pohon kecil baru kemarin di bulan Oktober diperiksa juga, tapi kemudian kami juga harus periksa di wilayah lain,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Pj Wali Kota Bogor akan mengambil langkah percepatan untuk pemeriksaan khusus kedepannya terutama pada pohon-pohon besar yang menjulur ke jalan.

“Dalam pemeriksaan nanti kalau ada pohon berisiko atau lapuk, atau menjelang lapuk sekalipun akan ditebang atau dipotong, agar tidak membahayakan pengendara dan juga pejalan kaki,” katanya.

Namun ia mengungkapkan bahwa tidak pernah bisa menduga pohon yang menurut standar pemeriksaan masih baik, ternyata pelapukan di dalamnya bertambah cepat, sehingga tidak bisa diprediksi secara tetap.

“Kemudian tadi, tenaga terbatas dan (pemeriksaan pohon) tidak bisa dilakukan secara serempak,” tambahnya.

Dirinya memastikan akan melakukan evaluasi mengenai kegiatan pemeliharaan pohon di Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim).

“Saya dengan Ibu sekda ke depan juga akan mengevaluasi mengenai penguatan dan tenaga pemeriksa pohon di Disperumkim,” tegasnya.

(hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version