Berita
Kisah di Balik Pembangunan Jembatan Paledang–Pasirjaya
KlikBogor – Pembangunan jembatan penghubung Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah dan Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, akhirnya terealisasi.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebut proyek tersebut lahir dari perjuangan panjang pemerintah bersama masyarakat untuk membuka akses yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak.
Saat meninjau proyek jembatan di RW 12, Kelurahan Pasirjaya, Rabu, 1 Juli 2026, Jenal mengatakan, rencana pembangunan jembatan sebelumnya beberapa kali dianggarkan melalui APBD, namun selalu gagal terlaksana akibat berbagai kendala, mulai dari penolakan sebagian warga hingga sulitnya akses menuju lokasi.
Baca juga: JPO Paledang Bakal Diganti Pelican Crossing untuk Menyeberang Jalan
Menurutnya, upaya pembangunan kembali dilakukan setelah Pemerintah Kota Bogor menerima aspirasi warga terkait sulitnya akses berobat. Bahkan, pernah terjadi seorang warga meninggal dunia karena terlambat mendapatkan pertolongan saat harus melewati jalur menanjak kehabisan oksigen.
“Jadi ini tanggung jawab pemerintah tentunya, tidak ada alasan teknis maupun yuridis ketika akses masyarakat penting dan strategis. Kami mencari cara, datangi dua kelurahan, masyarakat kami sosialisasikan bahwa pentingnya akses. Kita satu kota, harus saling mendukung,” ujar Jenal.
Ia menjelaskan, sedikitnya enam kali pertemuan yang melibatkan lurah, camat, perangkat daerah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Pemerintah juga mengundang masyarakat dari kedua wilayah kelurahan tersebut hingga pembangunan jembatan akhirnya dapat dimulai.
Jembatan yang menghubungkan Kampung Lebak Sari RW 03, Kelurahan Paledang, dengan RW 12, Kelurahan Pasirjaya itu dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp2,7 miliar selama 180 hari kalender. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah melampaui target lebih dari empat persen.
“Hari ini sudah dibangun dengan progres positif lebih dari empat persen. Sehingga target 26 minggu mudah-mudahan bisa terealisasi dengan anggaran kurang lebih Rp2,7 miliar,” jelasnya.
Baca juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan 6 Kendaraan di Kota Bogor, 2 Orang Terluka
Jenal menambahkan, pembangunan juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar dengan melibatkan sekitar 40 tenaga kerja lokal secara bergiliran serta memberdayakan warung makan di sekitar lokasi proyek.
Nantinya, jembatan sepanjang 48 meter dengan lebar efektif 1,8 meter tersebut akan dilengkapi portal pengaturan operasional dan dijaga petugas keamanan dari warga setempat. Namun, akses akan tetap dibuka selama 24 jam untuk kondisi darurat seperti warga yang membutuhkan penanganan medis.
“Bisa untuk motor nanti kita berdiskusi dengan masyarakat, apakah hanya untuk masyarakat saja atau dengan motor. Yang pasti untuk kondisi darurat, orang sakit, orang meninggal, kita buka akses 24 jam,” tandasnya.
(hrs/ckl)
Pingback: Dewan Banu Bagaskara Desak BBWS Tangani Longsor Kedung Badak
Pingback: Rakernas APEKSI 2026, Dedie Rachim Dorong Kota Bogor jadi City of Gastronomy