Berita
JPO Paledang Bakal Diganti Pelican Crossing untuk Menyeberang Jalan
Klikbogor – Pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) Paledang yang berlokasi di simpang Jalan Kapten Muslihat–Jalan Paledang–Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mulai dikerjakan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung proses pembongkaran tersebut pada Jumat, 26 Juni 2026 malam.
Dedie Rachim turut didampingi jajaran dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor.
Baca juga: JPO Paledang Dibongkar, Ini Pengalihan Lalu Lintasnya
JPO Paledang secara konstruksi telah mengalami kerusakan serius dan dinilai membahayakan, sehingga pembongkaran harus segera dilakukan.
“Kondisinya sudah korosi, harus dibongkar. Selain itu juga selama ini mungkin kita tidak sadari masyarakat yang nyeberang ke sini ternyata membutuhkan usaha. Ibu-ibu, orang tua, anak-anak kesulitan karena sangat tinggi,” ujar Dedie Rachim di lokasi peninjauan.
Ia mengatakan, pembongkaran JPO ini menjadi momentum penting bagi Kota Bogor untuk terus berbenah menjadi kota yang ramah terhadap pejalan kaki.
Ke depan, fasilitas penyeberangan di Jalan Kapten Muslihat akan dialihkan ke permukaan jalan, sehingga para pengguna kendaraan wajib memberikan prioritas kepada masyarakat yang menyeberang.
“Jadi, ini bagian dari upaya kita menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang ramah terhadap pejalan kaki. Nanti sudah tidak ada lagi JPO, akan ada pelican crossing atau zebra cross yang menjadi fasilitas utama bagi masyarakat untuk menyeberang,” katanya.
Baca juga: Tim “Pangeran Biru” PWI Kota Bogor Sabet Juara Mini Soccer Bupati Bogor Cup 2026
Melalui skema baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga ingin membangun budaya berkendara yang lebih menghormati hak pejalan kaki.
“Kita membiasakan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk mengerem ketika ada orang yang menyeberang. Jadi, di situ ada nilai solidaritas kemanusiaan,” ucap Dedie Rachim.
Target pengerjaan proyek yang dilaksanakan oleh PT Prisma Mitra dengan nilai kontrak Rp329 juta ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan. Namun, pembongkaran struktur utama ditargetkan rampung lebih cepat.
“Ini akan kita coba percepat. Yang penting konstruksi utamanya malam ini sudah kita mulai digarap. Sling penopangnya itu mungkin bisa kita putus dulu supaya girder-nya yang di tengah ini bisa diturunkan dulu,” katanya.
Untuk mengantisipasi kemacetan serta menjaga keselamatan pengguna jalan, Pemkot Bogor akan diberlakukan rekayasa arus lalu lintas secara situasional dan kondisional.
Baca juga: Benarkah Gula Buah Bisa Picu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB University
Pengaturan lalu lintas tersebut dijadwalkan berlangsung setiap tengah malam, mulai pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB, guna meminimalisasi dampak terhadap mobilitas masyarakat.
(rls/hrs)
Pingback: Pesantren Pertanian Darul Fallah Siapkan Milad ke 66 dan Temu Nasional Alumni
Pingback: PAN Kota Bogor Perkuat Struktur Partai dan Bidik 10 Kursi DPRD
Pingback: Rumah Korban Longsor di Kebon Kalapa Rampung Diperbaiki Lewat CSR
Pingback: Pemkot Bogor Siapkan Penataan Kawasan Alun-Alun Empang
Pingback: Bertemu Bocah Bergitar Malam-malam, Dedie Rachim "Kamu Harus Sekolah Lagi"
Pingback: Kisah di Balik Pembangunan Jembatan Paledang–Pasirjaya