Connect with us

Serba Serbi

Kepodang Kuduk Hitam, Si Cantik Penghuni Kampus IPB Darmaga

Published

on

Kepodang Kuduk Hitam, Si Cantik Penghuni Kampus IPB Darmaga
Burung kepodang kuduk hitam. Dok IPB University/Abdul Haris Mustari.

KlikBogor – Burung menjadi salah satu satwa anggota vertebrata yang banyak ditemukan di kampus IPB Dramaga. Salah satunya adalah kepodang kuduk hitam (Oriolus chinensis linnaeus).

Kepodang kuduk hitam merupakan salah satu dari 99 spesies burung yang ada di kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor.

Burung ini dapat ditemukan secara liar di sekitar Taman Konservasi, hutan dekat Masjid Al-Hurriyyah, Koin IPB, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, serta Perumahan Dosen.

Tak hanya suaranya yang khas dan indah, burung dengan panjang berkisar 26 sentimeter ini juga memiliki bulu kuning keemasan yang cantik.

Fakta menariknya lainnya, menurut kepercayaan masyarakat, burung kepodang kuduk hitam adalah simbol kebaikan, kebagusan, dan kecantikan.

“Burung kepodang kuduk hitam tidak memiliki sifat atau perilaku buruk. Dengan adanya burung ini, harapannya seluruh civitas IPB University berbudi baik dan berperilaku baik dalam setiap melaksanakan kegiatan tridarma perguruan tingginya,” kata Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Nyoto Santoso dalam keterangannya dikutip Minggu, 12 Oktober 2025.

Untuk menjaga ekosistem burung kepodang kuduk hitam, ia mengungkapkan bahwa IPB University telah menetapkan ruang-ruang terbuka hijau (RTH) di kampus dengan fungsi sebagai arboretum, seperti Taman Hutan Kampus, Taman Konservasi, hingga Taman Inovasi.

“RTH di IPB University menjadi sarana pendidikan sebagai laboratorium lapang, sehingga berguna dan terpelihara,” ujar Nyoto.

Di samping itu, IPB University juga telah bekerja sama dengan alumninya yang didukung pihak swasta dalam merawat dan memelihara RTH tersebut.

Keberadaan burung berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, baik secara langsung untuk mengontrol populasi hama serangga maupun tidak langsung untuk memberikan suasana harmoni pada lingkungan ekosistem tersebut.

“Dengan adanya suara burung, manusia yang menghuni di sekitarnya akan tersentuh, terinspirasi, serta menambah daya kreatif dan inovatif. Banyak seni tari yang telah diwarnai oleh keanekaragaman burung, contohnya tari Merak dan tari Garuda Nusantara,” kata Nyoto.

Ia berharap seluruh warga IPB University terus mendukung pewujudan kampus biodiversitas. Kampus yang hijau dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke IPB University.

“Tentunya kondisi sarana prasarana juga perlu terus ditingkatkan agar kampus IPB Dramaga bukan sekadar kumpulan gedung bertingkat, tapi juga merupakan sarana edukasi keanekaragaman hayati yang membentuk manusia hidup harmoni dengan alam,” tandasnya.

(ary/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Mengenal Yalanda-Nabila IPB, 2 Varietas Okra Unggul Berpotensi Ekspor

Published

on

By

Mengenal Yalanda-Nabila IPB, 2 Varietas Okra Unggul Berpotensi Ekspor
Yalanda IPB dan Nabila IPB. Dok. IPB University

KlikBogor – Setelah sukses merakit lebih dari 30 varietas cabai unggul, peneliti IPB University Prof Muhamad Syukur kembali memperkenalkan terobosan baru di bidang pangan sehat.

Kali ini, ia resmi mendaftarkan dua varietas unggul tanaman okra (bamia) lokal untuk mendapatkan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) ke Kementerian Republik Indonesia.

Kedua varietas tersebut diberi nama Yalanda IPB dan Nabila IPB. Prof Syukur menjelaskan bahwa penamaan kedua varietas memiliki arti sendiri.

“Nabila yang memiliki karakteristik warna polong hijau berasal dari bahasa Arab yang berarti mulia, terhormat, dan berbudi luhur. Sementara, Yalanda berasal dari Yolanda artinya bunga violet, warna ungu,” kata pakar pemuliaan tanaman ini dikutip Jumat, 24 Juli 2026.

Baca juga: Super Pedas, IPB University Ciptakan 4 Varietas Cabai Habanero Lokal

Prof Syukur menjelaskan, varietas Yalanda IPB dan Nabila IPB adalah varietas pertama okra bersari bebas yang dilepas di Indonesia.

Karena dirakit langsung di dalam negeri, kedua varietas lokal ini memiliki daya adaptasi yang jauh lebih baik terhadap cuaca tropis basah serta ancaman hama lokal di Indonesia.

Tidak hanya adaptif, Prof Syukur menambahkan bahwa produktivitas hasil panennya pun tercatat jauh lebih tinggi.

“Umur berbunganya sangat cepat, yakni hanya 28 hingga 36 hari setelah tanam. Kemudian pada umur 33 sampai 44 hari setelah tanam, okra sudah bisa langsung dipanen,” ujarnya.

Namun, ia memberikan catatan penting bagi para petani dalam memanen sayuran ini. Menurutnya, pemanenan sebaiknya dilakukan 3 hingga 5 hari setelah bunga muncul. Keterlambatan panen dapat menyebabkan tekstur polong okra menjadi keras dan kualitasnya menurun.

“Setelah bunga keluar, dalam kurun waktu 3 hingga 5 hari harus sudah dipanen. Jika terlambat, tekstur polong okra akan menjadi keras dan menurunkan kualitasnya,” katanya.

Baca juga: Kecamatan Bogor Selatan Siapkan Sahabat Bosel, Inovasi Digital untuk Pelayanan Publik

Dari sisi kesehatan, kedua varietas okra ini mempertahankan reputasinya sebagai superfood. Baik Yalanda IPB maupun Nabila IPB, keduanya memiliki profil kapasitas antioksidan yang sangat baik serta terbukti efektif untuk membantu mengontrol kadar gula darah (diabetes) dan kolesterol.

Meskipun saat ini pangsa pasar konsumsi okra di dalam negeri belum terlalu luas, Prof Syukur optimistis popularitas tanaman ini akan terus meroket seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat.

Bagi petani, komoditas ini menawarkan potensi margin keuntungan yang sangat menjanjikan dibandingkan sayuran konvensional lainnya.

Selain karena perawatan pohonnya yang relatif tidak serumit komoditas lain, okra memiliki peluang ekspor yang sangat terbuka lebar.

“Pasarnya memang belum terlalu luas di Indonesia saat ini, tapi seiring berjalannya waktu, okra akan semakin dikenal luas. Peluang ekonominya sangat besar, apalagi jika bisa memasok kebutuhan ekspor ke Jepang. Saat ini, para petani di Jawa Timur sudah berhasil melakukan ekspor tersebut,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Slow Jogging Direkomendasikan jadi Olahraga Efektif dan Aman untuk Semua Usia

Published

on

By

Slow Jogging Direkomendasikan jadi Olahraga Efektif dan Aman untuk Semua Usia
Masyarakat tengah jogging di pedestrian Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Tren slow jogging kian diminati sebagai alternatif olahraga yang sederhana dan ramah bagi berbagai kelompok usia. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Putri Utami, MBiomed, menjelaskan bahwa secara ilmiah slow jogging memiliki manfaat kesehatan yang sangat menjanjikan, terutama dalam meningkatkan kebugaran, kesehatan jantung, serta metabolisme tubuh tanpa memberikan beban fisik yang berlebihan.

Menurut Putri, slow jogging dilakukan pada kecepatan santai atau niko-niko pace, yakni intensitas sekitar 50 persen dari kapasitas aerobik maksimal dengan detak jantung berkisar 110–140 denyut per menit. Kondisi ini memungkinkan tubuh bekerja pada zona yang optimal untuk meningkatkan fungsi kardiovaskular dan metabolisme.

“Pada intensitas tersebut, tubuh lebih banyak memanfaatkan lemak sebagai sumber energi dibandingkan glikogen otot. Selain membantu mengurangi lemak tubuh, latihan ini juga merangsang pembentukan mitokondria dan pembuluh darah kapiler baru yang utama untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam jangka panjang,” ujar Putri dikutip Rabu, 22 Juli 2026.

Meskipun pembakaran kalori per menit lebih rendah dibandingkan jogging konvensional, manfaat adaptasi fisiologis yang dihasilkan dalam jangka panjang sangat mendekati. Oleh karena itu, Putri menyebut jika slow jogging dapat menjadi pilihan olahraga yang efektif tanpa harus memaksakan tubuh bekerja pada intensitas tinggi.

Slow jogging merupakan pintu masuk yang ideal bagi masyarakat yang selama ini jarang berolahraga,” kata Putri.

Baca juga: 5 Tempat Jogging di Kota Bogor untuk Olahraga Pagi dan Sore

Selama ini, banyak orang gagal mempertahankan kebiasaan berolahraga karena langsung memilih aktivitas dengan intensitas tinggi. Hal ini berisiko menyebabkan cedera maupun kelelahan berlebihan.

“Teknik slow jogging menggunakan pendaratan pada bagian tengah kaki (midfoot strike), bukan tumit. Cara ini membantu mengurangi beban kejut pada lutut dan pinggul sehingga risiko cedera menjadi lebih rendah,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai penelitian juga menunjukkan tingkat kepatuhan latihan slow jogging sangat tinggi, bahkan pada kelompok lanjut usia.

Selain meningkatkan kapasitas kebugaran, olahraga ini terbukti mampu memperbaiki fungsi gerak sehingga cocok diterapkan bagi individu yang sebelumnya memiliki gaya hidup kurang aktif.

Baca juga: Mana Lebih Sehat, Telur Ceplok atau Telur Dadar? Begini Kata Dosen IPB

Menurut Putri, keberhasilan sebuah olahraga tidak hanya ditentukan oleh intensitasnya, melainkan oleh konsistensi seseorang dalam melakukannya.

Aktivitas fisik dengan intensitas ringan hingga sedang cenderung lebih mudah dipertahankan karena tidak menimbulkan nyeri otot berlebihan setelah latihan.

“Olahraga terbaik bukanlah yang paling berat, tetapi yang paling konsisten dilakukan. Saat tubuh tidak mengalami rasa pegal yang mengganggu aktivitas sehari-hari, motivasi untuk kembali berolahraga akan jauh lebih tinggi,” tuturnya.

Selain manfaat fisik, ia mengatakan slow jogging juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental. Aktivitas ritmis dengan intensitas ringan mampu merangsang pelepasan hormon endorfin, serotonin, dan dopamin yang berperan meningkatkan suasana hati tanpa memicu lonjakan hormon stres secara berlebihan.

Putri menilai pendekatan ini sangat relevan diterapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebugaran masyarakat. Menurutnya, intervensi kesehatan yang efektif adalah aktivitas yang mudah dilakukan, aman, dan memiliki risiko cedera yang rendah sehingga dapat diikuti oleh lebih banyak orang.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Ribuan Warga Bogor Tumpah Ruah Nobar Spanyol Vs Argentina

Published

on

By

Ribuan Warga Bogor Tumpah Ruah Nobar Spanyol Vs Argentina
Ribuan warga tengah menyaksikan laga final Piala Dunia antara Spanyol melawan Argentina di Plaza Balai Kota Bogor, Senin, 20 Juli 2026 dini hari. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Ribuan warga tumpah ruah di Plaza Balai Kota Bogor, pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari. Mereka bereuforia menyaksikan pertandingan pamungkas Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina.

Nonton bareng (nobar) ini digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama berbagai unsur lainnya, seperti DPRD Kota Bogor, Kadin Kota Bogor, Komunitas Black Cat, PWI Kota Bogor, KONI Kota Bogor, KNPI Kota Bogor, dan lainnya.

Nobar juga dihadiri Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang turut mengenakan baju Argentina. Ia didampingi Ketua dan Anggota DPRD Kota Bogor, Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda), serta tamu undangan lainnya.

“Ini salah satu bentuk dukungan Kota Bogor terhadap event-event besar, nasional maupun dunia,” kata Jenal Mutaqin dalam sambutannya.

Baca juga: Perumda Tirta Pakuan Antisipasi Kemarau dan Siap Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak 

Ia juga berharap, di masa yang akan datang, Indonesia dapat ikut serta dalam kompetisi sepak bola tingkat dunia tersebut. Sehingga euforia seperti ini akan semakin meriah.

“Tentu kita sangat bangga kalau Indonesia sepakbolanya lebih meningkat lagi,” katanya.

Pertandingan 2 x 45 menit pun dimulai. Jenal bersama unsur lainnya membaur dengan masyarakat menikmati pertandingan yang berlangsung cukup ketat. Skor kacamata bertahan hingga akhir laga.

Baca juga: Harganas 2026, Pemkot Bogor Edukasi Warga Lewat Aksi Bebersih Ciliwung

Kepecahan warga mulai terjadi saat Spanyol berhasil mencetak satu gol pada menit tambahan (extra time), yang membuat Spanyol menjadi juara dunia dalam ajang FIFA World Cup 2026.

“Tetap jaga kondusivitas Kota Bogor. Dan jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan,” terang Jenal.

Acara nobar semakin semarak dengan dibagikan ratusan doorprize. Tak lupa, warga juga diajak untuk berbelanja ke stan UMKM yang hadir meramaikan nobar.

Usai nobar berlangsung, tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor dibantu masyarakat dan pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Bogor langsung melakukan aksi bersih-bersih di seluruh bagian Kompleks Balai Kota Bogor.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer