Connect with us

Berita

IPB University Wisuda 130 Fasilitator Sekolah Keluarga Berkualitas

Published

on

IPB University Wisuda 130 Fasilitator Sekolah Keluarga Berkualitas
IPB University menggelar wisuda Sekolah Keluarga Berkualitas di Auditorium GMSK, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Senin, 7 September 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) bersama Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) menggelar wisuda Sekolah Keluarga Berkualitas di Auditorium Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK), Kampus IPB Dramaga, Bogor, Senin, 7 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi puncak pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat sekaligus bentuk apresiasi terhadap komitmen dan dedikasi para peserta dalam mengikuti proses pembelajaran serta penguatan kapasitas keluarga.

Wakil Kepala Lembaga Bidang Inovasi, Alih Teknologi dan Sociopreneurship, LPA2I IPB University, Prof. Tri Prartono turut hadir dalam kegiatan tersebut dan melakukan prosesi pemindahan tali toga kepada peserta.

Hadir pula Asisten Bidang Techno-sociopreneurship LPA2I IPB University, Mohammad Iqbal Irfany, yang menyerahkan sertifikat, dan Sekretaris LPA2I IPB University, Danang Aria Nugroho, yang menyerahkan tabung toga. Serta Tin Herawati sebagai Inovator Sekolah Keluarga Berkualitas dan Sekolah Lansia.

Sekolah Keluarga Berkualitas atas SKB yang pertama kali dilaksanakan pada 2023 ini terus berkembang dan memperluas jangkauan manfaatnya ke berbagai wilayah di Indonesia.

Pada 2025, program ini mulai dikembangkan dengan pendekatan hybrid yang memadukan pembelajaran luring dan daring, sehingga memungkinkan keterlibatan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Kepala Lembaga Bidang Inovasi, Alih Teknologi dan Sociopreneurship, LPA2I IPB University, Prof. Tri Prartono mengatakan, pelaksanaan SKB 2026 melibatkan 130 fasilitator dan 1.300 keluarga binaan dari berbagai wilayah di sekitar kampus maupun sejumlah daerah di Indonesia.

Program SKB 2026 berlangsung selama tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026. Pelaksanaan secara offline melibatkan 50 fasilitator di desa dan kelurahan lingkar kampus, yaitu Desa Cikarawang, Desa Ciherang, Desa Dramaga, Kelurahan Semplak, dan Kelurahan Curug Mekar.

Sementara itu, 80 fasilitator nasional dari 18 provinsi mengikuti program secara daring. Para fasilitator tersebut berasal dari Aceh, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Baca juga: Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer

Dalam pelaksanaannya, para fasilitator mendapatkan pembelajaran dari enam dosen Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen serta melibatkan dua orang praktisi.

Materi yang diberikan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai ketahanan keluarga dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam upaya pencegahan stunting. Peserta juga mendapatkan penguatan pemahaman mengenai penerapan konsep asah, asih, dan asuh dalam keluarga.

Selain itu, pembelajaran mencakup karakteristik bayi di bawah dua tahun (baduta) dan lingkungan yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan keluarga.

Peserta juga diberikan materi peningkatan pengetahuan nilai anak dan investasi anak untuk meningkatkan kualitas anak, serta fungsi keluarga dalam mendukung pencegahan stunting.

Prof. Tri mengatakan, SKB menjadi bagian dari upaya peneguhan program “IPB Hadir” melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Program ini menempatkan keluarga sebagai unit terkecil sekaligus fondasi penting dalam pembangunan masyarakat.

“Melalui penguatan kapasitas keluarga, SKB diarahkan untuk berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan dan gizi serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030,” katanya.

Baca juga: TK, SD dan SMP di Kota Bogor Belajar dari Rumah Mulai Besok

Dalam pelaksanaannya, SKB tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga membangun sikap dan keterampilan yang diperlukan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas, sejahtera, dan produktif.

Melalui Training of Trainers (ToT) bagi fasilitator, program ini mempersiapkan agen-agen perubahan yang mampu memfasilitasi proses pembelajaran dan pemberdayaan keluarga di tingkat desa dan kelurahan.

Para fasilitator juga didorong untuk mengembangkan inovasi lokal sesuai kebutuhan masyarakat serta membangun jejaring dan kolaborasi di wilayah masing-masing.

Prof. Tri menambahkan, lebih dari sekadar prosesi kelulusan, wisuda SKB 2026 menjadi momentum untuk memperkuat keberlanjutan gerakan pemberdayaan keluarga di tingkat akar rumput.

Para fasilitator diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara nyata di masyarakat, membangun kolaborasi dengan pemerintah desa/kelurahan dan berbagai pemangku kepentingan, serta mendorong lahirnya inovasi lokal yang relevan dengan karakteristik wilayah.

“Penyelenggaraan Wisuda SKB sekaligus menegaskan bahwa proses pemberdayaan keluarga tidak berhenti setelah rangkaian pembelajaran selesai. Kelulusan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk menerapkan pengetahuan, membangun jejaring, dan menggerakkan perubahan di lingkungan masing-masing,” katanya.

IPB University berharap kolaborasi yang telah terbangun bersama pemerintah desa dan kelurahan, fasilitator, keluarga binaan, serta berbagai pemangku kepentingan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat luas, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Kegiatan wisuda SKB 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Ike Selviany, perwakilan desa dan kelurahan mitra, fasilitator, serta keluarga binaan.

(hrs/ckl)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: PT KAI dan Pemkot Bogor Siapkan Wajah Baru Stasiun Bogor

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

IPB Ajak Warga Mulyaharja Budikdamber di Lahan Terbatas

Published

on

By

IPB Ajak Warga Mulyaharja Budikdamber di Lahan Terbatas
Tim dosen IPB University melaksanakan program “Eco-Create Bogor: Pelatihan Urban Farming dengan Metode Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember)” kepada masyarakat Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Dok. IPB University

KlikBogor – Keterbatasan lahan tidak harus menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menghasilkan pangan. Melalui urban farming, ikan dan sayuran bahkan dapat dibudidayakan bersamaan dengan sarana sederhana di lingkungan rumah.

Hal tersebut diperkenalkan tim dosen IPB University kepada masyarakat Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, melalui program “Eco-Create Bogor: Pelatihan Urban Farming dengan Metode Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember)”.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) 2026 dalam memberikan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan yang praktis, hemat lahan, dan ramah lingkungan.

Baca juga: Dedie Rachim-Raffi Ahmad Bahas Penguatan Pemuda hingga Potensi Kota Bogor

Ketua tim program, Doni Sahat Tua Manalu mengatakan, pelatihan tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan teknologi sederhana, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan praktik urban farming secara mandiri.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pengalaman bersama antara tim, pemerintah kelurahan, kelompok masyarakat, dan warga. Jadi, masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga diharapkan dapat menjadi pelaku yang nantinya mampu mengembangkan praktik urban farming ini secara mandiri,” ujarnya dikutip Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Kelurahan Mulyaharja diikuti masyarakat dan perwakilan komunitas setempat. Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada warga.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal cara baru dalam menghasilkan pangan dari lingkungan sekitar. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan oleh warga secara mandiri,” ujar Muslim.

Baca juga: Tanah Baru Angkat Trofi Camat Cup Bogor Utara 2026

Dalam pelatihan, anggota tim Roza Yusfiandayani menjelaskan, budikdamber menggunakan ember sebagai wadah pemeliharaan ikan, sementara kangkung ditanam dalam netpot yang ditempatkan di bagian atas ember. Peralatan yang digunakan antara lain ember, benih ikan lele, bibit kangkung, netpot, media tanam seperti rockwool, dan pakan ikan.

“Dalam budikdamber, yang perlu diperhatikan bukan hanya bagaimana ikan dipelihara, tetapi juga bagaimana sistemnya dijaga agar ikan dan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Karena itu, peserta perlu memahami tahapan persiapan, pemeliharaan, pemberian pakan, dan pengelolaan air,” terangnya.

Secara lengkap, anggota tim terdiri dari Roza Yusfiandayani, Andini Tribuana Tunggadewi, Wiranda Intan Suri, Kharisma Fitri Hapsari, serta mahasiswa IPB University.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perawatan, termasuk pemberian pakan, kondisi air, kepadatan ikan, serta pertumbuhan tanaman. Hal ini menjadi penting karena keberhasilan budikdamber sangat bergantung pada perawatan rutin.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif urban farming untuk pemanfaatan lahan terbatas sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Mulyaharja.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Dedie Rachim-Raffi Ahmad Bahas Penguatan Pemuda hingga Potensi Kota Bogor

Published

on

By

Dedie Rachim-Raffi Ahmad Bahas Penguatan Pemuda hingga Potensi Kota Bogor
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Presiden RANS Simba Bogor Gading Marten (kanan ke kiri) di Balai Kota Bogor. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang datang bersama Presiden RANS Simba Bogor, Gading Marten di Balai Kota Bogor, Kamis, 10 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai pengembangan generasi muda di Kota Bogor dalam berbagai bidang.

Dedie Rachim mengatakan, terdapat beberapa poin utama dalam pembahasan tersebut. Pertama, yakni memastikan agar keberadaan RANS Simba Bogor betul-betul menjadi milik masyarakat Kota Bogor.

Selanjutnya, poin kedua yaitu mengenai keinginan Raffi Ahmad untuk mengembangkan dan memajukan Kota Bogor melalui pembinaan kepemudaan, keolahragaan, hingga bidang seni dan budaya.

“Jadi itu yang jadi pokok pembicaraan kami. Insyaallah komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk terus mendukung langkah dari Presiden Republik Indonesia, terutama dalam melaksanakan berbagai rangkaian Asta Cita agar berhasil. Ke depan tentu keinginan kita adalah adanya Generasi Emas Indonesia dari Kota Bogor juga,” ujar Dedie Rachim.

Baca juga: Cegah Penyimpangan Seksual, Pemkot Bogor Terbitkan Perwali

Turut dibahas berbagai ide untuk menghadirkan langkah bersama yang dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi dan sinergi, baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun sektor swasta untuk bersama-sama mengembangkan kreativitas di Kota Bogor guna membangun generasi muda.

“Sehingga ke depan generasi Bogor ini menjadi generasi yang unggul,” imbuh Dedie Rachim.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad menyampaikan bahwa kehadirannya ingin menggabungkan Bogor Pride melalui bidang olahraga hingga seni budaya serta pengembangan potensi lokal.

“Jadi kita akan menetapkan Bogor Pride untuk memajukan olahraga basketnya, RANS di Bogor dengan presidennya Pak Gading Marten. Selanjutnya memang akan banyak kegiatan-kegiatan, seperti festival. Nanti saya mungkin mengajak Teh Nagita juga datang ke sini untuk kita bikin namanya RANS Carnival,” ungkapnya.

Nantinya, Bogor Pride yang akan digabungkan ini dikonsep seperti festival yang menghadirkan keolahragaan, jajaran UMKM, pertunjukan seni budaya, serta berbagai hiburan lainnya.

Baca juga: Pelajar SMPN 11 Kota Bogor Ciptakan Perahu Pengangkut Sampah 

Dalam rencana tersebut, pihaknya juga akan melakukan komunikasi dengan Ariel dan Desta yang menjadi bagian dari The Dudas Minus One untuk melakukan keliling Indonesia menggunakan kendaraan listrik guna mengeksplorasi berbagai keunggulan setiap daerah, termasuk Kota Bogor.

“Di Bogor ini sudah saya tanya ke Kang Wali Kota, ‘Kang, apa yang memang kita mau eksplor? Apa kebudayaannya, culture-nya?’ Banyak, karena tempat-tempat heritage di Bogor yang anak-anak muda itu perlu tahu. Saya tahu betul kalau Bogor itu ada tempat-tempat yang memang generasi muda harus tahu bagaimana cantiknya Kota Bogor,” ujarnya.

Presiden RANS Simba Bogor, Gading Marten menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Bogor yang telah menyambut baik RANS Simba dengan antusiasme yang terus meroket.

“Ke depan kita tidak hanya hadir saat bermain atau pertandingan, tapi kita akan ke sekolah-sekolah. Kita akan charity, kita akan mencari bibit-bibit muda ke sekolah-sekolah. Kita akan semaksimal mungkin untuk menjadi Bogor Pride agar basket di Kota Bogor bisa terus berprestasi,” ucap Gading.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Wali Kota Dedie Rachim Terima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang

Published

on

By

Wali Kota Dedie Rachim Terima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menerima penghargaan Satya Lancana Karaton Sumedang Larang. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menerima penghargaan Satya Lancana Karaton Sumedang Larang. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sri Radya Karaton Sumedang Larang Rd. H. Ikik Lukman Soemadisoerya di Area Museum Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Rabu, 9 September 2026.

Dedie Rachim adalah kepala daerah pertama yang menerima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang atas perannya dalam mendukung pelestarian budaya, khususnya melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya.

Penganugerahan ini juga berkaitan dengan dukungan Dedie Rachim saat masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bogor pada pelaksanaan perdana Kirab Binokasih pada 2024.

Dalam penyematan penghargaan tersebut, Sri Radya Karaton Sumedang Larang menyampaikan bahwa Dedie Rachim dinilai turut memperkuat hubungan budaya antara Kota Bogor dan Sumedang.

Salah satunya adalah melalui pembangunan Museum Pajajaran di Kota Bogor yang nantinya memiliki keterkaitan sejarah dengan Sumedang Larang, termasuk koleksi replika Mahkota Binokasih.

Baca juga: Pelajar SMPN 11 Kota Bogor Ciptakan Perahu Pengangkut Sampah 

Dedie Rachim menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Karaton Sumedang Larang.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, melainkan menjadi bentuk penghargaan terhadap masyarakat Kota Bogor yang terus menjaga dan menghargai budaya Sunda.

“Yang pertama tentu saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Bogor menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Keraton Sumedang Larang, dalam hal ini khusus kepada Radya Agung Sri Radya Keraton Sumedang Larang atas penghargaan yang ditujukan kepada masyarakat Kota Bogor terutama dalam rangka menjaga tradisi budaya,” ujar Dedie Rachim.

Ia mengatakan, hubungan antara Kota Bogor dan Sumedang memiliki ikatan sejarah yang panjang. Karena itu, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat silaturahmi dan kerja sama dalam menjaga warisan budaya Sunda.

“Jadi penghargaan ini bukan semata-mata penghargaan kepada pribadi, tetapi bagaimana masyarakat Bogor begitu menghargai budaya Sunda dan adanya hubungan yang khusus berdasarkan sejarah yang panjang antara Bogor dengan Sumedang,” katanya.

Baca juga: IPB University Kirim 1,2 Ton Nasi Steril untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Dedie Rachim berharap hubungan baik antara Kota Bogor dan Sumedang dapat terus terjalin dan semakin kuat ke depannya.

Terlebih, pembangunan Museum Pajajaran menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan mengenalkan sejarah serta budaya Sunda kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, tentu saya mengucapkan terima kasih sekali lagi dan mudah-mudahan akan memperkuat tali silaturahmi antara Sumedang dengan Kota Bogor,” katanya.

“Ke depan kita tentu tadi sudah banyak sekali dibicarakan, kita akan membangun Museum Pajajaran dimana ada kaitan dengan Sumedang, karena masa akhir Kerajaan Pakuan Pajajaran itu kemudian diteruskan oleh Keraton Sumedang Larang, sehingga tradisi budaya Sunda itu dapat terpelihara sampai dengan hari ini,” pungkas Dedie Rachim.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer