Berita
Berbagi Kebahagiaan, PWI Kota Bogor Santuni Ratusan Anak Yatim
KlikBogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor kembali menggelar buka puasa bersama (bukber) dan santunan anak yatim dan dhuafa di bulan Ramadan di Sekretariatnya, Jalan Tirto Adhi Suryo, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 18 Maret 2025. Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke 79.
Kegiatan bertajuk “Jalin Silaturahmi dan Kolaborasi, PWI Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci” itu dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Anggota DPRD Jawa Barat Fetty Anggraenidini, Ketua dan para Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Anggota DPRD Kota Bogor, Korwil PWI Jawa Barat Danang Donoroso, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Kota Bogor Jenal Abidin, perwakilan Forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, kegiatan santunan ini sangatlah penting, sebab di bulan yang penuh berkah memang seharusnya insan manusia untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan dhuafa.
“Sehingga dengan adanya buka puasa bersama yang diawali santunan anak yatim, kami dari Pemerintah Kota Bogor sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Kami doakan apa yang sudah diberikan, harta yang kita sisihkan untuk anak-anak yatim ini menjadi pahala bagi kita semua,” ujar Jenal dalam sambutannya.
Di kesempatan ini, ia menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim tidak bisa hadir dalam acara ini, di mana harus menghadiri kegiatan di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna membahas persoalan jalan ambles di Batutulis. Jenal juga meminta kepada semua pihak, terlebih kepada para penguna jalan dan masyarakat sekitar untuk bersabar.
Bagi mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor itu para pengurus PWI Kota Bogor bukan siapa-siapa lagi, karena selama menjadi legislator dan setiap ada kegiatan di PWI dirinya selalu hadir, sehingga para pengurus PWI sudah menjadi saudara, sahabat, dan teman yang selalu hadir membantu menyampaikan program-program DPRD kepada masyarakat melalui pemberitaan.
“Makanya saya tegaskan kepada Ketua PWI Kota Bogor Kang Aldo, meski saya sekarang berada di Pemerintah Kota Bogor, saya masih sama dengan yang dulu, tidak berubah, dan saya selalu hadir di setiap kegiatan PWI Kota Bogor. Apalagi tema yang diangkat dalam kegiatan ini sangat tepat, yaitu menjalin silaturahmi dan kolaborasi,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman menyampaikan apresiasinya atas kinerja PWI Kota Bogor selama ini sudah menjadi jembatan antar pemerintah dengan masyarakat melalui informasi berimbang dan aturan, serta PWI sebagai pilar demokrasi keempat.
“Kita tidak mungkin bisa menyelesaikan program-program dengan sendiri, kita perlu bergandengan tangan unsur pemerintahan Kota Bogor. Di sini ada Pak Wakil Wali Kota, para wakil anggota DPRD bersama masyarakat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang akan datang tentu perlu berbarengan dan kita harapkan segenap keluarga besar PWI selalu sehat dan kuat, dan kegiatan ini bisa terselenggara tiap tahun,” ucapnya.
Sementara, Anggota DPRD Jawa Barat Fetty Anggraenidini mengaku bangga melihat kekompakan dan kebersamaan yang dilakukan oleh PWI Kota Bogor, sehingga kegiatan yang sangat mulia ini bisa berlangsung dengan baik. Pihaknya juga mengaku akan selalu memberi dukungan terhadap kegiatan PWI.
“Saya pun mengajak kepada semua baik itu pemerintah kota Bogor maupun DPRD Kota Bogor untuk berkolaborasi, bersinergi dalam membangun Jawa Barat, khusus Kota Bogor yang juga merupakan daerah pemilihan saya hingga terpilih di DPRD Jawa Barat,” ungkapnya.
Politisi Partai Golkar ini pun mendoakan dengan bertambahnya usia PWI Kota Bogor yang kini ke-79 bisa makin matang dan bisa semakin dewasa, serta profesional dalam menjalankan tugasnya.
“Di tengah bulan suci Ramadan itu menjadi hari yang istimewa, semoga di bulan suci ini apa yang menjadi cita-cita kita bersama dapat dikabulkan Allah SWT. Apalagi di tengah acara ini kita mengundang banyak anak yatim dan dhuafa sebanyak 200 anak. Tetap kritis dan konstruktif serta selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, maka kita jadikan sinergi ini sebagai kekuatan dalam membangun Kota Bogor yang lebih baik,” tandasnya.
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama Anggota DPRD Jawa Barat Fetty Anggraenidini yang jauh telah menyempatkan diri untuk datang menghadiri buka puasa bersama dan santunan anak yatim.
Pria yang akrab disapa Aldo itu menuturkan, sebetulnya kegiatan santunan ini awalnya hanya memprioritaskan anak-anak yatim yang orang tuanya berprofesi wartawan. Namun dengan dukungan dari semua pihak, mulai dari Pemkot Bogor, DPRD, dan mitra strategis yang selama ini bersinergi membuat PWI bukan hanya memprioritaskan anak wartawan, tetapi masyarakat umum lainnya dapat diundang untuk sama-sama diberi perhatian.
“Sehingga tahun ini kami dapat mengundang sebanyak 200 anak yatim. Kita beri kebahagiaan, kita beri senyuman di bulan yang penuh berkah ini. Untuk itu, sekali lagi saya sampai banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah me-support sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Aldo.
(red)
Berita
Penguatan UMKM Kota Bogor Lintas Sektor, dari Sertifikat Halal hingga Perluasan Akses Pasar
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dengan mendukung program sertifikasi halal, penguatan pemasaran, serta pendampingan usaha agar pelaku UMKM semakin berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, dalam kegiatan penyerahan Sertifikat Halal, Bazaar SAE PISAN, dan LaJu UMKM di Aula KPPN Bogor, Selasa, 15 September 2026.
Kegiatan tersebut digelar bersama Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kanwil DJPb Provinsi Jawa Barat, KPPN Bogor, Pusat Investasi Pemerintah, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Yayasan Dharma Bhakti Astra Indonesia, Pemerintah Kota Bogor, serta berbagai pihak terkait.
Sebanyak 87 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bogor memperoleh sertifikat halal.
Baca juga: Ombudsman Nilai 2 Lokus Pelayanan RSUD Kota Bogor
Denny Mulyadi mengatakan, kolaborasi yang terbangun tidak hanya memberikan ruang bagi UMKM untuk memperoleh sertifikasi halal, tetapi juga memperluas akses terhadap pengetahuan, pendampingan, pembiayaan, pemasaran, hingga pengembangan usaha.
“UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian dan kehidupan masyarakat Kota Bogor. Perannya tidak hanya berkaitan dengan usaha dan omzet, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Denny.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung peningkatan kapasitas UMKM Kota Bogor, termasuk para pelaku usaha yang mengikuti proses sertifikasi halal.
Denny berharap capaian tersebut dapat mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, kemasan, pelayanan, serta strategi pemasaran.
“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi UMKM Kota Bogor untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan membangun kepercayaan konsumen,” katanya.
Baca juga: Dukung UMKM, Ceu Atty Ajak Warga Belanja di Warung Tetangga
Selain penyerahan sertifikat halal, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Bazaar SAE PISAN (Sarana Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas dan Kelompok Rentan) serta LaJu UMKM (Lapak Jumat UMKM).
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses pemasaran bagi pelaku UMKM, termasuk kelompok penyandang disabilitas dan kelompok rentan, agar memiliki kesempatan memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Melalui program seperti ini, para pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk menampilkan produk, berinteraksi langsung dengan konsumen, memperluas pemasaran, dan meningkatkan pendapatan,” jelasnya.
Pemkot Bogor akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. Salah satunya melalui kolaborasi LaJu UMKM bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor yang diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman antara KPPN Bogor dan DKPP Kota Bogor pada 17 Januari 2025.
“Ke depan, sinergi antarpihak harus terus diperkuat melalui berbagai gagasan kreatif dan program yang mampu menjawab kebutuhan UMKM, sehingga UMKM Kota Bogor dapat tumbuh menjadi usaha yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkas Denny.
(rls/hrs)
Berita
Ombudsman Nilai 2 Lokus Pelayanan RSUD Kota Bogor
KlikBogor – Ombudsman Republik Indonesia melakukan penilaian lapangan opini Kepatuhan Pelayanan Publik 2026 di RSUD Kota Bogor. Terdapat dua lokus yang dinilai, yakni pelayanan hemodialisa dan pelayanan poliklinik anak.
Asisten Administrasi Umum (Asum) Setda Kota Bogor, Iceu Pujiati menjelaskan, RSUD Kota Bogor menjadi instansi ketiga yang ditinjau langsung oleh tim Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya. Evaluasi ini memfokuskan peninjauan pada dua layanan unggulan rumah sakit, yakni poliklinik anak dan fasilitas hemodialisa (cuci darah).
“Penilaian oleh ketua tim dan asisten pencegahan maladministrasi Ombudsman RI ini meliputi evaluasi administrasi, maklumat pelayanan hingga pemenuhan kelayakan sarana dan prasarana di area pelayanan,” ungkap Iceu di RSUD Kota Bogor, Selasa, 15 September 2026.
Iceu memaparkan, kesiapan RSUD Kota Bogor didukung ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga medis yang profesional serta penerapan teknologi kesehatan yang modern dalam memfasilitasi kebutuhan medis masyarakat.
Baca juga: Pemkot Bogor Cek Kesiapan 4 Lokus Penilaian Ombudsman
Penilaian ini tidak sekadar mengejar skor kelulusan, melainkan menjadi momentum evaluasi berkala terhadap kualitas layanan kesehatan daerah.
“Harapan kami tentu tidak hanya mengejar nilai, tetapi menjadikannya momentum bagi Pemkot Bogor dan RSUD untuk membenahi serta memastikan mutu pelayanan publik betul-betul dirasakan manfaatnya, baik oleh warga Kota Bogor maupun masyarakat luar daerah,” ujarnya.
Iceu menjelaskan, berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, bahwa penilaian opini Ombudsman pasa 2026 menetapkan empat lokus spesifik di Kota Bogor. Keempat lokus tersebut Dinsos, SMP Negeri 2 Bogor, RSUD Kota Bogor, dan UPTD IPAL.
“Rangkaian penilaian lapangan ini akan selesai pada Jumat mendatang, dengan UPTD IPAL sebagai penutup seluruh tahapan evaluasi Kepatuhan Pelayanan Publik di Kota Bogor,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor, Sri Nowo Retno menuturkan, RSUD Kota Bogor total memiliki SDM sebanyak 1.431. Dokter umum dan gigi total 43 orang, dokter spesialis 68 orang dan sub spesialis 17 orang.
Baca juga: Titik Api di TPAS Galuga Bogor Padam, Petugas Tetap Siaga
Terdapat 56 jenis layanan di RSUD Kota Bogor dengan 5 layanan unggulan, yaitu pelayanan kanker terpadu, pelayanan jantung terpadu, pelayanan saraf, pelayanan uronefrologi serta pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Penanganan kanker kami dilakukan secara komprehensif dan terpadu oleh tim multidisiplin dengan teknologi modern juga berstandar nasional. Ada juga pelayanan terpadu untuk kesehatan ibu dan anak dari masa kehamilan, persalinan hingga tumbuh kembang anak,” terangnya.
Retno lanjut memaparkan, untuk pelayanan Hemodialisa jangka waktu pelayanan 5 jam dengan SDM nya ada 3 dokter, 18 perawat dan 3 petugas administrasi dan admin log. Jaminan layanan dengan SDM kompeten juga jaminan waktu pelayanan.
“Nah, untuk poliklinik anak saat ini dilengkapi dengan ruang bermain anak, ruang laktasi dan charging station. Hal ini agar anak bisa lebih nyaman dalam menunggu. Untuk ruang bermain anak kami juga sangat representatif. Jangka waktu pelayanan kurang dari 2 jam 30 menit apabila ada pemeriksaan penunjang diatur dalam standar pelayanan penunjang,” katanya.
“Kami menjamin keamanan dan keselamatan pelayanan dengan kegiatan pemeriksaan di ruangan yang aman, aksesibel, menyediakan jalur evakuasi, fasilitas kesehatan serta dukungan bagi peserta rentan,” tambah Retno.
Retno menerangkan, untuk SDM poliklinik anak ada 5 dokter spesialis anak, 1 dokter spesialis anak sub spesialis jantung anak, 1 dokter spesialis anak sub spesialis gastro hepatologi anak, 4 perawat, 2 petugas pendaftaran dan 1 orang kasir.
(hrs/ckl)
Berita
Titik Api di TPAS Galuga Bogor Padam, Petugas Tetap Siaga
KlikBogor – Petugas gabungan berhasil memadamkan seluruh titik api di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kebupaten Bogor.
Meski demikian, petugas tetap berjaga dan siaga untuk melakukan serangkaian proses penanganan selama beberapa hari ke depan.
“Ini hari kedelapan, pantauan secara kasat mata dan visual, 99 persen memang sudah tidak ada asap lagi. Pantauan geothermal akan kita lakukan lagi, karena kemungkinan masih ada panas di bawah yang berpotensi menimbulkan api kembali,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin dalam keterangannya, Senin, 14 September 2026, sore.
Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
Dengan kondisi saat ini, ia menyampaikan bahwa terdapat standar yang harus dipenuhi dalam penanganan kebencanaan. Setelah proses pemadaman, terdapat tahapan evaluasi dan rehabilitasi.
Untuk itu, disepakati bahwa masih ada petugas dan unit mobil pemadam kebakaran yang tetap bersiaga di lokasi. Namun, jumlah petugas akan lebih sedikit dibandingkan saat proses pemadaman berlangsung.
“Minimal mobil Damkar ada satu yang standby dengan selang yang menunjang. Nanti Kadis Damkar dan Kalak BPBD mengatur berapa jumlah petugasnya,” katanya.
Baca juga: Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran TPAS Galuga Bogor
Jenal mewakili masyarakat Kota Bogor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengucapkan terima kasih kepada para petugas, baik dari Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor, yang telah berjuang memadamkan api. Bahkan, bagi para petugas dari Kota Bogor yang berjibaku membantu proses pemadaman, akan diberikan insentif tambahan.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor atas kontribusinya dalam membantu memadamkan api di TPAS Galuga.
“Teman-teman semua betul-betul all out dalam pemadaman ini. Dengan segala keterbatasan alat dan lain sebagainya. Terima kasih juga untuk Pemkab Bogor, Pak Bupati yang juga all out,” ucap Denny.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
