Connect with us

Berita

ASN Kota Bogor WFH Setiap Jumat, Ini Pejabat dan Unit Layanan yang Dikecualikan

Published

on

ASN Kota Bogor WFH Setiap Jumat, Ini Pejabat dan Unit Layanan yang Dikecualikan
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Daerah dengan menyiapkan penerapan kebijakan fleksibilitas kerja bagi ASN.

Surat edaran tersebut ditetapkan di Jakarta pada 31 Maret 2026 dan ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam rangka mendorong efisiensi nasional serta percepatan transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.

Kebijakan ini berlandaskan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta perubahannya, serta didukung oleh berbagai peraturan pemerintah terkait disiplin ASN dan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Dalam implementasinya, Pemkot Bogor akan menyesuaikan pola kerja ASN melalui kombinasi work from office (WFO) dan work from home (WFH).

Pelaksanaan WFH direncanakan satu hari kerja dalam satu minggu, yaitu setiap Jumat, dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pelayanan di masing-masing perangkat daerah.

Penerapan kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi, mempercepat digitalisasi layanan pemerintahan, serta menjaga kesinambungan pelayanan publik agar tetap berjalan optimal tanpa gangguan.

Baca juga: Bupati Rudy Susmanto Berlakukan WFH ASN Setiap Jumat

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pejabat dan unit kerja di tingkat pemerintah kota yang dikecualikan dari kebijakan WFH dan tetap melaksanakan tugas dari kantor.

“Di antaranya pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, camat, dan lurah, serta unit layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Dedie Rachim di Balai Kota Bogor dikutip Rabu, 1 April 2026.

Unit layanan tersebut meliputi layanan kebencanaan, ketenteraman dan ketertiban umum, kebersihan dan persampahan, administrasi kependudukan, perizinan seperti Mal Pelayanan Publik dan PTSP, layanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, layanan pendidikan, serta layanan pendapatan daerah.

“Selain itu, unit layanan publik lainnya yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat juga tetap diwajibkan melaksanakan WFO guna memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga,” tambahnya.

Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 April 2026 dan akan dievaluasi secara berkala setiap dua bulan sebagai bagian dari upaya memastikan efektivitas transformasi budaya kerja ASN di lingkungan Pemkot Bogor.

(ckl/hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: DPRD Minta Satpol Patroli, Antisipasi WFH Berubah jadi WFC

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Api Sempat Membesar Lagi di TPAS Galuga, Pemadaman Dilakukan hingga Dini Hari

Published

on

By

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin bersama petugas gabungan tengah memadamkan kebakaran lahan di TPAS Galuga, Kabupaten Bogor. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Kebakaran masih melanda di lahan milik Kota Bogor di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor.

Perkembangan terakhir, dari total lahan seluas 7 hektare lebih yang terbakar, tersisa sekitar 24 persen api yang belum berhasil dipadamkan. Meski begitu, berbagai upaya maksimal terus dilakukan.

“Ada sekitar 24 persen lagi luasan yang masih terjadi kepulan asap dan timbulan api. Puluhan petugas masih berjibaku memadamkan api,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di sela memimpin langsung operasi pemadaman kebakaran, Jumat, 11 September 2026.

Baca juga: Pemkot Bogor Usulkan Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemadaman TPAS Galuga

Namun, api sempat membesar kembali pada sore hari. Sehingga, konsentrasi pemadaman kembali ditambah dengan bantuan alat berat.

Hingga dini hari, tepatnya pukul 02.00 WIB, hanya sebagian kecil api yang masih terlihat. Artinya, upaya maksimal telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan dibantu petugas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Alhamdulillah mulai padam. Dan insyaallah nanti pagi kita akan melakukan pendinginan,” kata Jenal.

Baca juga: PFI, PWI dan IJTI Bogor Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Pada pagi harinya, upaya pemadaman melalui metode water bombing dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) dilakukan lebih dari lima kali.

Komandan Lanud ATS, Marsma TNI Andy F. Picaulima menjelaskan, seluruh titik penyiraman air telah sesuai dengan koordinat yang tersimpan.

“Jadi kita sudah lima kali sorti, lima kali buang. Kalau dihitung sudah 15 ton air. Namun karena lokasi pengambilan air terlalu gelap, sehingga tidak bisa terambil,” ujar A.F. Picaulima.

Upaya fisik tetap dilakukan, namun langkah lain juga diambil. Usai Salat Jumat di masjid sekitar TPAS Galuga, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, juga sempat mengikuti Salat Istisqa untuk meminta hujan turun di area kebakaran.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Hiswana Migas Sambangi PWI Kota Bogor, Dorong Kolaborasi dan Sinergi

Published

on

By

Hiswana Migas Sambangi PWI Kota Bogor, Dorong Kolaborasi dan Sinergi
Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor melakukan kunjungan silaturahmi ke PWI Kota Bogor, Jumat, 11 September 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC Bogor melakukan kunjungan silaturahmi ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, pada Jumat, 11 September 2026.

Rombongan Hiswana Migas DPC Bogor dipimpin Ketua DPC Bogor Karjito, didampingi Wakil Ketua I Bidang Organisasi dan Keuangan Untung Kurniadi. Kedatangan mereka disambut hangat Ketua PWI Kota Bogor Herman Indra Budi bersama jajaran pengurus PWI Kota Bogor.

Baca juga: PFI, PWI dan IJTI Bogor Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Ketua PWI Kota Bogor Herman Indra Budi menyambut baik kunjungan jajaran Hiswana Migas DPC Bogor. Menurutnya, komunikasi antara organisasi profesi wartawan dengan berbagai organisasi dan elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat di Kota Bogor.

“Sekarang eranya berkolaborasi. Kami berharap dapat terjalin kolaborasi yang baik antara PWI Kota Bogor dengan Hiswana Migas,” ujar Aldho, panggilan akrab Ketua PWI Kota Bogor.

Menurutnya, PWI sebagai organisasi profesi wartawan memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi publik dan menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat. Karena itu, sinergi antara insan pers dengan pelaku usaha di sektor energi dinilai penting untuk membangun pemahaman publik yang lebih baik.

Baca juga: Muscab VII DPC Hiswana Migas Bogor Digelar, Pilih Kepengurusan Baru

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas DPC Bogor Karjito menyambut positif gagasan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan kesiapan Hiswana Migas DPC Bogor untuk bekerja sama dengan PWI Kota Bogor dalam berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi anggota organisasi maupun masyarakat.

“Kami siap bekerja sama dengan PWI Kota Bogor. Salah satunya bagaimana kegiatan-kegiatan Hiswana Migas dapat diinformasikan dan diberitakan oleh rekan-rekan wartawan,” kata Karjito.

Karjito berharap komunikasi dan kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada pertemuan silaturahmi, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program konkret ke depan.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

PFI, PWI dan IJTI Bogor Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Published

on

By

PFI, PWI dan IJTI Bogor Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
PFI Bogor, PWI Kota Bogor, dan IJTI Bogor Raya menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat menjalankan tugas jurnalistik di sekitar Gunung Anak Krakatau di Masjid An Naba PWI Kota Bogor, Jumat, 11 September 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Sejumlah jurnalis yang terpumpun dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bogor Raya, menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat menjalankan tugas jurnalistik di sekitar Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Kegiatan doa bersama berlangsung di Masjid An Naba PWI Kota Bogor, Jumat, 11 September 2026.

Ketua PFI Bogor, Andi M. Ridwan mengatakan, doa bersama digelar sebagai bagian dari gerakan solidaritas antarorganisasi jurnalis di Bogor bagi para jurnalis dan kru kapal yang hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

“Kegiatan doa bersama ini terkait dengan masih pencarian lima orang jurnalis ditambah tiga orang kru yang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau yang hari ini sudah memasuki hari keempat,” ungkap Andi.

Ia berharap dengan kegiatan doa bersama ini proses pencarian mendapat kemudahan dan tim penyelamat diberikan petunjuk untuk menemukan keberadaan para jurnalis dan kru kapal tersebut.

“Harapan kita dengan kegiatan doa ini Tuhan memberikan kemudahan, memberikan petunjuk bagi tim rescue yang mencari dan juga diberikan ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Baca juga: IPB Ajak Warga Mulyaharja Budikdamber di Lahan Terbatas

Andi juga berharap para jurnalis dan kru kapal yang masih dicari dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. “Semoga saja harapan kita dengan dukungan dan dorongan doa ini, teman-teman yang dicari semoga ketemu hari ini dan dalam keadaan sehat,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi mengatakan, doa bersama dilakukan sebagai bagian dari gerakan solidaritas tiga organisasi jurnalis di Bogor.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan doa bersama tiga organisasi PWI, IJTI dan PFI, terkait dengan hilangnya lima anggota jurnalis yang tengah meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Mudah-mudahan di hari keempat pencarian semuanya dapat ditemukan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa turut dilakukan secara serentak oleh organisasi profesi wartawan lainnya. Menurutnya, seluruh jurnalis memiliki risiko yang sama ketika menjalankan tugas di lapangan.

“Alhamdulillah ini sebagai wujud solidaritas kita, kebersamaan kita bahwa baju kita lepas, bahwa kita sama-sama jurnalis yang mempunyai risiko yang sama ketika sedang melaksanakan tugas,” kata Aldho sapaan akrabnya.

Baca juga: Pemkot Bogor Usulkan Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemadaman TPAS Galuga

Ia juga mendoakan agar seluruh jurnalis yang hadir maupun yang sedang bertugas di lapangan mendapat perlindungan dan keselamatan. “Semoga kita yang hadir di sini juga bisa diberikan perlindungan, keselamatan dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.

Selain mendoakan keselamatan para jurnalis dan kru kapal yang masih dalam pencarian, Aldho turut menyampaikan doa bagi penanganan kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor.

“Kebetulan Bogor juga sedang terkena musibah terbakarnya (TPAS) Galuga. Mudah-mudahan di hari yang baik ini, Jumat, yang doanya bisa dijabah ini, insyaallah mudah-mudahan Tuhan turunkan hujan sehingga kebakaran di Galuga juga bisa terhenti dan kita semua diselamatkan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Diwartakan, kelima jurnalis yang hilang yakni Arie Basuki dari Merdeka, M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sebelumnya, mereka berangkat menggunakan speedboat bersama tiga orang lainnya yang merupakan kru kapal dari Dermaga Pagedongan, Banten, pada Senin, 7 September 2026 sekira pukul 14.00 WIB.

Rombongan berjumlah delapan orang tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak dengan komunikasi terakhir tercatat sekira pukul 14.42 WIB. Hingga Jumat, 11 September 2026, keberadaan mereka masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer