Connect with us

Serba Serbi

Yoghurt atau Kefir, Mana Pilihan Terbaik Bagi Kesehatan?

Published

on

Minuman susu. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Sebagian besar dari kita mungkin pernah mendengar dan merasakan yoghurt. Namun, tampaknya untuk kefir belum banyak yang mengenalnya.

Yoghurt dan kefir merupakan produk susu fermentasi yang sudah menjadi minuman tradisional selama ribuan tahun yang secara ilmiah telah dibuktikan bermanfaat bagi kesehatan yang dikategorikan sebagai produk probiotik.

Guru Besar bidang Genetika dan Pemuliaan Ternak Fakultas Peternakan IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, menyampaikan yoghurt dibuat dengan cara memfermentasi susu menggunakan bakteri tertentu, seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang menghasilkan produk dengan tekstur lembut dan sedikit asam.

Sementara, kefir merupakan produk susu yang difermentasi dengan menggunakan biji kefir (campuran bakteri dan ragi) yang menghasilkan produk susu fermentasi yang konsistensinya lebih encer dan rasa yang sedikit bersoda dan lebih asam.

“Manfaat kedua produk susu fermentasi ini sudah dibuktikan secara ilmiah sebagai sumber probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan, memiliki daya cerna yang sangat baik, mendukung kesehatan tulang, mendukung kekebalan tubuh, mengandung senyawa yang dapat mengurangi peradangan serta merupakan sumber protein lengkap yang sangat baik,” ujar Prof Ronny dalam keterangannya dikutip Senin, 6 Oktober 2025.

Rasa yang Berbeda

Prof Ronny mengatakan walaupun merupakan produk susu fermentasi, yoghurt dan kefir memiliki rasa yang berbeda. Bagi yang pernah mengonsumsi yoghurt tentunya dapat merasakan bahwa yoghurt memiliki rasa yang agak tajam, creamy, dan lembut.

“Tingkatan rasa asamnya tergantung pada lama fermentasi (catatan: semakin lama akan menghasilkan rasa yang lebih asam). Di samping itu, yoghurt yang beredar di pasaran saat ini umumnya diproduksi dengan berbagai cita rasa untuk memenuhi selera konsumen,” katanya.

Sementara itu, sambungnya, kefir memiliki rasa yang lebih asam dan tajam jika dibandingkan dengan yoghurt dengan sedikit buih alami akibat fermentasi. Tekstur kefir jauh lebih encer sehingga mudah diminum.

Kefir memiliki rasa yang lebih kompleks, dengan sedikit rasa asam, ragi lebih terasa dan terkadang sedikit manis. Dengan cita rasa seperti ini, kefir jika dikonsumsi dalam keadaan dingin akan terasa lebih menyegarkan.

Kekuatan Probiotik

Peran probiotik bagi kesehatan pencernaan sudah lama diteliti. Kedua produk susu fermentasi ini terbukti secara ilmiah berperan meningkatan kesehatan pencernaan.

Prof Ronny menambahkan pada umumnya, orang Asia termasuk Indonesia mengalami kondisi yang dinamakan intoleransi laktosa atau lactose intolerance, yaitu gangguan pencernaan ringan sampai berat setelah mengonsumsi susu. Yoghurt dan kefir telah dibuktikan dapat mengurang lactose intolerance ini.

Dari berbagai hasil penelitian, kefir mengandung sekitar 50 strain bakteri dan ragi yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga menjadikannya sumber probiotik yang luar biasa.

Sementara itu, yoghurt umumnya mengandung 2–6 strain bakteri, meskipun ada juga yoghurt yang diperkaya mengandung lebih banyak strain bakteri.

Ia juga mengatakan pada umumnya, kefir lebih mudah ditoleransi oleh orang-orang yang mengalami intoleransi laktosa karena fermentasinya memecah laktosa lebih menyeluruh.

Sementara itu, yoghurt juga mendukung pencernaan dan kesehatan usus, tetapi mungkin tidak seefektif bagi mereka yang sensitif terhadap laktosa.

Nilai Gizi

Prof Ronny mengatakan dari sisi nilai gizi, kedua produk susu fermentasi ini merupakan sumber kalsium, protein, dan vitamin B yang sangat baik.

Secara keseluruhan, kefir cenderung mengandung sedikit lebih protein dan kalium per porsinya jika dibandingkan dengan yoghurt.

“Jika kita menginginkan kesehatan usus yang optimal, kekebalan tubuh yang lebih kuat, dan toleransi laktosa yang lebih baik, kefir merupakan pilihan terbaik,” katanya.

Namun, yoghurt tetap merupakan pilihan yang baik utamanya bagi yang lebih lebih menyukai tekstur yang lebih kental atau rasa yang lebih ringan.

Cara Membuatnya

Kefir dan yoghurt sama-sama dibuat dengan memfermentasi susu. Namun, proses dan kultur yang digunakan sangat berbeda.

Kefir dibuat menggunakan biji kefir, yang merupakan campuran simbiosis bakteri dan ragi. Biji kefir ini selanjutnya ditambahkan ke dalam susu segar (sapi, kambing, atau kerbau). Proses fermentasi ini memerlukan waktu sekitar 24 jam pada suhu ruang (sekitar 20–24°C) dalam kontainer yang tertutup.

Setelah proses fermentasi selesai, biji kefir yang ada dalam susu dapat disaring dan digunakan kembali untuk proses pembuatan kefir berikutnya.

Proses pembuatan yoghurt sebenarnya hampir sama dengan pembuatan kefir. Hanya saja, pembuatan yogurt menggunakan bakteri asam laktat, biasanya Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.

Dalam membuat yoghurt, susu terlebih dulu disterilisasi untuk mengeliminasi bakteri yang tidak diinginkan pada suhu sekitar 40–45C. Setelah ditambahkan starter, yoghurt disimpan dalam kondisi hangat di inkubator selama 4–8 jam.

Jika sudah mengeras, yoghurt dapat dipindahkan ke lemari pendingin sebelum dikonsumsi. Penempatan yoghurt di pendingin ini juga berfungsi untuk memperlambat pertumbuhan bakteri probiotik lebih lanjut agar rasanya tidak terlalu asam.

Susu Fermentasi Tradisional Indonesia

Prof Ronny mengatakan bahwa produk susu fermentasi tentu saja tidak hanya berasal dari luar. Indonesia memiliki beberapa produk susu fermentasi tradisional yang unik dan sangat erat hubungannya dengan nilai budaya. Produk susu fermentasi yang paling terkenal adalah dadih dan dali ni horbo.

Dadih merupakan produk susu fermentasi tradisional dari Minangkabau. Dalam proses pembuatannya, dadih umumnya menggunakan susu kerbau sehingga menghasilkan yoghurt dengan cita rasa dan tekstur yang khas.

Makanan tradisional ini memiliki tekstur kental seperti puding, rasa asam alami, serta biasanya disajikan di dalam bambu.

Cara pembuatan dadih berbeda dengan yoghurt. Proses pembuatan dadih diawali dengan memasukkan susu kerbau segar ke dalam tabung bambu sepanjang 20 cm.

Selanjutnya, tabung bambu ditutup dengan daun pisang dan dibiarkan pada suhu ruang (25–30°C) selama 24–48 jam.

Proses fermentasi dadih ini terjadi secara alami oleh mikroba yang ada di dalam bambu dan lingkungan sekitar sehingga menghasilkan produk susu fermentasi dengan cita rasa sangat khas.

Rasa dadih yang dihasilkan juga tergantung pada jenis bambu yang digunakan. Bambu Gigantochloa verticillata dan Bambusa vulgaris misalnya, sering digunakan karena mengandung mikroba alami dan rasa pahit yang menghindarkan semut.

Dali ni horbo sering disebut juga dengan “keju Tapanuli” ini juga merupakan produk susu fermentasi yang berbahan baku susu kerbau. Produk yang dihasilkan teksturnya seperti tahu dengan rasa susu yang menonjol dan terkadang terasa pahit tergantung koagulan yang digunakan.

Proses pembuatan dali ni horbo diawali dengan memanaskan susu kerbau sambil diaduk dan ditambahkan sari nanas atau daun pepaya sebagai koagulan alami.

Setelah konsistensinya menggumpal, whey (cairan) dibuang dan dali siap diolah. Dali biasa dimasak dengan bumbu seperti kunyit, bawang, cabai, atau daun ketela.

“Di era peduli kesehatan, dalam mendukung gaya hidup sehat, di samping olahraga yang cukup, kefir dan yogurt tentunya merupakan pilihan probiotik yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan,” pungkasnya.

(hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Lactowaf, Wafer Pakan untuk Genjot Produksi Susu Sapi Perah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Sensor Elektrokimia, Cek Residu Pestisida dan BPA Semudah Ukur Gula Darah

Published

on

By

Sensor Elektrokimia, Cek Residu Pestisida dan BPA Semudah Ukur Gula Darah
Peneliti IPB University, Prof Wulan Tri Wahyuni S. Dok. IPB University

KlikBogor – Residu pestisida pada sayuran dan buah, hingga bahan berbahaya pada kemasan pangan, kini dapat dideteksi dengan sensor berukuran kecil yang bentuknya menyerupai alat pengukur kadar gula darah.

Sensor elektrokimia berbasis nanomaterial itu dikembangkan peneliti IPB University, Prof Wulan Tri Wahyuni S, agar analisis keamanan pangan berlangsung cepat, sederhana, dan berbiaya rendah.

Inovasi ini dipaparkannya dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, pada Sabtu, 24 Oktober 2026 dengan judul penelitian “Sensor Elektrokimia Berbasis Nanomaterial: Teknologi Analisis Cepat untuk Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan”.

Prof Wulan menjelaskan, sensor elektrokimia adalah perangkat kecil yang terdiri atas transduser untuk menerjemahkan sinyal reaksi kimia dan elektroda sebagai tempat pengukuran.

“Elektrodanya dapat berbentuk batang, kurang lebih setengah ukuran pulpen, atau berbentuk strip seperti alat pengukur gula darah,” ujar Prof Wulan dalam keterangannya dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.

Ia menambahkan bahwa bahan yang dideteksi bereaksi pada elektroda dan menghasilkan arus listrik yang besarnya berkaitan dengan konsentrasinya. Untuk meningkatkan sensitivitas dan selektivitas, elektroda dimodifikasi dengan nanomaterial.

Sensor elektrokimia dikembangkan untuk mendeteksi paraokson-etil dan karbaril, dua pestisida yang digunakan petani di Indonesia. Bila residunya terkonsumsi, keduanya dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Untuk paraokson-etil, sensor berbasis multi-walled carbon nanotubes (MWCNT) dan grafena mampu mendeteksi hingga konsentrasi jauh di bawah batas maksimum residu (0,05 miligram per kilogram).

“Pengujian pada kol dan apel hijau menunjukkan hasil yang tidak berbeda signifikan dibandingkan teknik spektrofotometri,” papar Prof Wulan.

Untuk karbaril, ia memakai nanopartikel emas berbentuk batang. Nanopartikel dengan rasio panjang terhadap lebar paling rendah menghasilkan batas deteksi paling rendah. Sensor diaplikasikan pada kol, sawi putih, dan mentimun.

“Kami juga mengembangkan elektroda berbentuk strip yang batas deteksinya lebih rendah daripada batas maksimum residu karbaril, sehingga berpotensi digunakan langsung di lapangan,” ujarnya.

Sensor berbahan komposit nanomaterial juga dipakai mendeteksi bisfenol A (BPA), senyawa yang dapat bermigrasi dari kemasan plastik tertentu, seperti botol susu bayi, peralatan makan bayi, dan alat bantu tumbuh gigi bayi.

“Sensor berhasil mendeteksi BPA yang bermigrasi dari botol susu dengan batas deteksi jauh di bawah batas migrasi yang diperbolehkan. Hasilnya, lagi-lagi, tidak berbeda signifikan dibandingkan spektrofotometri,” kata Prof Wulan menjelaskan.

Selain bahan berbahaya, sensor ini dikembangkan untuk mendeteksi pemalsuan rempah. Sensor merekam fingerprint atau pola sinyal khas dari sampel berkomposisi kompleks, dan salah satu penerapannya mendeteksi pemalsuan cengkeh serbuk.

Ke depan, Prof Wulan menargetkan pengembangan sensor akan diarahkan pada miniaturisasi dan otomatisasi.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Bogor 100 Menyala Terus, 565 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jabar

Published

on

By

Bogor 100 Menyala Terus, 565 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jabar
Kontingen Kota Bogor terdiri atas 565 atlet dan 152 pelatih dari 54 cabang olahraga yang akan mengikuti Porprov Jabar XV tahun 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat ke-XV di Plaza Balai Kota Bogor pada Senin, 26 Oktober 2026.

Kontingen Kota Bogor terdiri atas 565 atlet dan 152 pelatih dari 54 cabang olahraga yang akan mengikuti 543 nomor pertandingan resmi. Pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, Kota Bogor menargetkan raihan 100 medali emas.

Wali Kota Bogor menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen.

Menurutnya, kesiapan tersebut merupakan hasil dari proses latihan panjang, kedisiplinan, pengorbanan waktu dan tenaga, serta ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Jadikan target ini sebagai motivasi untuk berjuang, menjaga kekompakan, dan mempersembahkan prestasi terbaik untuk Kota Bogor. Meraih 100 emas membutuhkan kesiapan strategi dan perjuangan bersama. Setiap atlet dan cabang olahraga berperan mengharumkan nama baik Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim dalam sambutannya.

Baca juga: MWA IPB Umumkan Lini Masa Pemilihan Rektor PAW 2023-2028

Dedie Rachim meminta seluruh atlet membuktikan hasil persiapan melalui penampilan terbaik di setiap pertandingan. Para atlet juga diharapkan bertanding dengan penuh percaya diri, menjaga fokus, serta mengedepankan kedisiplinan, keberanian, dan semangat pantang menyerah.

Ia juga menekankan agar para atlet menjaga kondisi fisik dan ketenangan mental selama bertanding. Sementara itu, para pelatih dan ofisial diminta memastikan seluruh kebutuhan kontingen terpenuhi serta menjaga koordinasi agar persiapan dan pelaksanaan pertandingan berjalan lancar.

Dedie Rachim mengatakan, keikutsertaan kontingen Kota Bogor dalam Porprov Jabar membawa harapan besar bagi masyarakat. Karena itu, kepercayaan yang diberikan harus menjadi motivasi untuk meraih prestasi terbaik sekaligus menjaga nama baik daerah.

“Keberhasilan adalah buah perjuangan bersama. Junjung tinggi sportivitas, hormati lawan, patuhi aturan, dan hargai keputusan perangkat pertandingan. Raih kemenangan secara terhormat dan jaga nama baik Kota Bogor di mana pun berada,” tegasnya.

Apel pelepasan ditutup dengan penyerahan bendera kontingen Kota Bogor oleh Dedie Rachim kepada Ketua Kontingen Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Baca juga: Kebakaran Ruko di Surya Kencana Bogor, Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api

Jenal Mutaqin yang juga Wakil Wali Kota Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bogor untuk mendoakan dan memberikan dukungan kepada kontingen yang akan berlaga dalam ajang Porprov Jabar.

Ia juga menyerukan semangat “Bogor 100 Menyala Terus” sebagai upaya menyatukan tekad, memaksimalkan potensi, dan memperkuat kekompakan seluruh anggota kontingen.

“Kita berjuang bersama untuk prestasi terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kita berjuang bersama meraih prestasi terbaik untuk mengharumkan nama Kota Bogor di ajang Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026, nasional maupun internasional,” ujar Jenal dalam apel pelepasan kontingen di Plaza Balai Kota Bogor.

Ia menambahkan, kontingen Kota Bogor siap berlaga pada 54 cabang olahraga yang mencakup 543 nomor pertandingan. Kekuatan kontingen terdiri atas 565 atlet dan 152 pelatih yang telah terverifikasi.

Menurutnya, apel pelepasan kontingen menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, membangun ikatan emosional, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat juang para atlet sebelum menghadapi pertandingan.

Momentum tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, rasa memiliki, dan fanatisme positif masyarakat terhadap kontingen Kota Bogor yang akan berjuang membawa nama daerah.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Serba Serbi

Dari Bogor, The Dusty Rusty Bawa Nostalgia Pop Lawas ke Era Modern

Published

on

By

Dari Bogor, The Dusty Rusty Bawa Nostalgia Pop Lawas ke Era Modern
The Dusty Rusty saat konser mini album Platipus di Kanca Coffee, Kota Bogor, Sabtu, 24 Oktober 2026 malam. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Grup retro-pop muda asal Bogor, The Dusty Rusty, kembali memperkenalkan dirinya melalui mini album Platipus yang dirilis pada Sabtu, 25 Juli 2026. Setelah sebelumnya hanya merilis beberapa single lepas, Platipus menjadi babak baru bagi kwartet yang beranggotakan Denrobay (Vokal Gitar) Kuray (Gitar), Cupla (Bass), Russel (Drums) tersebut di sirkuit musik lokal.

Menyajikan lima nomor yang lekat pengaruh musik pop era 1950-1960an, band yang mengambil namanya dari film animasi Cars ini mencoba untuk menghadirkan suguhan musik yang tetap terasa relevan dengan pelbagai singgahan spektrum penulisan lirik khas anak muda yang terasa lugas, tanpa banyak permainan kata.

“Kami berusaha merangkum berbagai fase percintaan mulai dari ekspektasi, kegelisahan, hingga proses pendewasaan dari sudut pandang seorang laki-laki muda tanpa harus berjarak dengan identitas musik yang membentuk kami,” ujar Cupla dalam keterangannya dikutip Minggu, 25 Oktober 2026.

Dari sisi musikal, The Dusty Rusty menggabungkan musik pop retro, rock ‘n’ roll, hingga rockabilly era 1950an dengan pendekatan modern. Pengaruh dari album-album awal The Beatles, seperti Please Please Me dan A Hard Day s Night, turut pula membentuk warna musikal yang mereka usung di mini album Platipus.

“Biasanya penulisan musik kami lakukan melalui tahap jamming, setelah dirasa cukup utuh, baru kami rampungkan saat proses rekaman di studio,” tambah Cupla.

Baca juga: B2 Unleashed Siap Digelar di Kota Bogor, Diikuti 250 Petarung

Menggandeng Shena Ariyandi sebagai produser, blue print dari beberapa materi di Platipus sendiri telah ditulis sejak 2025 dan terselesaikan sepanjang kwartal pertama 2026 di 13 Nadi Musik dengan bantuan Boy Mulyadi di balik piranti rekaman.

“Proses rekaman Platipus cukup menguras tenaga, karena tiap personal punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, terlebih kami cukup sering melakukan improvisasi dan mengubah materi yang sebenarnya sudah final di tahap workshop,” terang Robay.

Saat ditanya lebih jauh mengenai konsep musikal Platipus, Robay menjelaskan bahwa tidak ada pendekatan spesifik yang dilakukan oleh The Dusty Rusty demi menjaring pendengar baru, mereka tetap teguh mengemas materi dengan konsep musik yang mudah dicerna.

Namun, jika didengarkan secara berurutan, kelima track di Platipus membentuk satu narasi utuh tentang perjalanan emosi seorang laki-laki muda-mulai dari cinta yang tak terbalas, memori tentang sebuah tempat, kritik terhadap relasi yang tidak sehat, hingga pengalaman memasuki fase coming of age. Selayak mamalia semiakuatik Platipus yang memiliki beragam keunikan pada kesatuan tubuhnya.

“Kami tidak berusaha mengejar tren, yang kami tawarkan adalah identitas The Dusty Rusty yang otentik dan lahir dari kecintaan kami terhadap musik lawas yang terus digali dengan cara kami,” tambah Kuray.

Baca juga: BKPSDM Kota Bogor Proses Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN Terkait Kasus CPNS

Bagi The Dusty Rusty, Platipus serupa deklarasi, bahwa musik retro-pop masih dapat terdengar segar ketika dipadankan dengan pendekatan modern yang jujur.

“Platipus merupakan bentuk eksplorasi yang berani dari kami sebagai satu kesatuan di The Dusty Rusty, keberanian menjadi diri sendiri, serta simbol bahwa tidak semua hal harus sesuai dengan ekspektasi orang lain,” tutup Russel.

Platipus bukanlah garis akhir, ini merupakan titik awal dari perjalanan panjang The Dusty Rusty yang terus tumbuh bersama pendengarnya. Sebagai langkah lanjutan, grup yang terbentuk di Gunung Putri ini showcase peluncuran Platipus yang diselenggarakan pada Agustus serta gelaran tur yang dijadwalkan menyambangi sejumlah kota di Pulau Jawa.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer