Connect with us

Serba Serbi

Remaja Pilih Curhat ke AI? Pakar IPB Ingatkan Risiko Serius

Published

on

Remaja Pilih Curhat ke AI? Pakar IPB Ingatkan Risiko Serius
Ilustrasi penggunaan AI. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Fenomena remaja yang memilih curhat kepada kecerdasan buatan (AI) ketimbang orang tua, teman, maupun guru, mendapat perhatian Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University, Dr Yulina Eva Riany.

Ia menegaskan bahwa tren ini perlu dipahami secara kritis lantaran menyimpan peluang sekaligus tantangan bagi tumbuh kembang remaja.

Bagi remaja, kata Yulina, AI dianggap netral dan tidak menghakimi. Mereka merasa lebih aman mengungkapkan perasaan tanpa takut dimarahi, disalahkan, atau diejek.

Ia menambahkan ketersediaan AI selama 24 jam membuatnya seolah menjadi ‘teman virtual alami’ bagi generasi Z dan Alpha.

Namun, di balik sisi positif sebagai penyalur emosi, fenomena ini mencerminkan adanya kesenjangan komunikasi antara remaja dengan orang tua maupun jejaring sosialnya.

Menurutnya, jika tidak dikelola dengan baik, curhat kepada AI dapat menimbulkan risiko serius, mulai dari privasi data hingga dampak psikologis.

“Remaja bisa saja mengalami kebocoran data pribadi karena interaksi mereka tersimpan di server penyedia layanan AI,” ujar Yulina dalam keterangannya dikutip Jumat, 26 September 2025.

Selain itu, ketergantungan emosional pada AI berpotensi menghambat keterampilan sosial remaja. AI yang selalu memberi respons instan membuat remaja kurang belajar mengelola frustasi, menunggu, atau bernegosiasi dengan orang lain.

“Keterampilan empati, membaca ekspresi wajah, dan komunikasi nyata bisa tereduksi jika semua curhat digantikan AI,” tambahnya.

Untuk itu, ia menekankan peran orang tua dan sekolah sangat penting. Orang tua perlu membangun komunikasi dua arah, mendengarkan tanpa menghakimi, sekaligus memberikan literasi digital tentang risiko berbagi data pribadi.

“Sesekali tanyakan kepada anak, dengan cara suportif, apa yang ia bicarakan dengan AI. Pendampingan aktif ini krusial agar remaja tidak salah langkah,” tuturnya.

Yulina menambahkan bagi sekolah, integrasi literasi digital dan emosional dalam kurikulum menjadi kebutuhan mendesak.

Guru bimbingan konseling (BK) juga perlu memahami fenomena ini agar remaja tetap nyaman berbicara dengan manusia.

“Sekolah dapat membentuk peer support system, yakni kelompok teman sebaya terlatih untuk mendengarkan. Dengan begitu, remaja tidak hanya bergantung pada AI,” jelasnya.

Ia menegaskan fenomena ini harus dijadikan momentum memperkuat komunikasi sehat dalam keluarga dan lingkungan sekolah.

Ia juga menyarankan agar platform AI sebaiknya menerapkan moderasi konten ketat, transparansi data, serta safeguard otomatis untuk merespons kata kunci berbahaya.

“AI sebaiknya diposisikan sebagai pendamping, bukan pengganti psikolog atau konselor. AI hanyalah alat, bukan pengganti relasi manusia,” katanya.

(ary/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Perumda PPJ Terus Berbenah, Revitalisasi Pasar Tradisional Digenjot

Published

on

By

Perumda PPJ Terus Berbenah, Revitalisasi Pasar Tradisional Digenjot
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Jenal Abidin. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) Kota Bogor terus berbenah dengan melakukan revitalisasi pasar guna meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjawab perubahan kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin mengatakan, beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh pasar tradisional saat ini kaitannya dengan dinamika kebutuhan masyarakat modern yang pastinya lebih menginginkan tempat perbelanjaan yang bersih, terawat, bebas dari bau sampah menyengat, dan seterusnya.

Baca juga: Pasar Bersih Jambu Dua jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor

“Dua pasar tradisional di bawah naungan PPJ yang sudah lebih modern yakni Pasar Gembrong dan Pasar Jambu Dua sudah lebih menjawab tantangan dan banyak fasilitas dengan berbagai pilihan belanja sesuai kebutuhan konsumen bahkan untuk Pasar Gembrong dilengkapi dengan playground anak jadi semua bisa dilakukan di satu tempat, sedangkan Pasar Jambu Dua menjadi spot aneka kuliner kekinian yang tidak ada di tempat lain,” ujar Jenal kepada awak media dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.

Menurut Jenal, meski pasar modern dikenal memiliki rantai pasok yang lebih efisien dan terstruktur. Hal tersebut membuat pedagang kecil sering mengalami kesulitan ketika harus bersaing terkait harga dan jaminan kualitas produk segar.

Baca juga: Kota Bogor Jadi Tuan Rumah 28 Cabor Porprov Jabar 2026

“Di mana transaksi jual beli lebih terjamin karena langsung melihat barang yang diperjualbelikan,” kata Alumni IPB University itu menambahkan.

Menyikapi perihal munculnya tren belanja online juga secara tidak langsung ikut mempengaruhi jumlah pengunjung pasar tradisional. “Bagi kalangan muda yang mengutamakan kepraktisan dan kemudahan dalam berbelanja memang belanja online adalah solusi, namun bagi kalangan usia lainnya masih menjadi tempat yang terjamin untuk membeli dan memilih kebutuhan sehari-hari karena di pasar tradisional tak hanya sebagai tempat transaksi tapi juga ada interaksi bahkan silahturahmi,” katanya.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Serba Serbi

Kota Bogor Jadi Tuan Rumah 28 Cabor Porprov Jabar 2026

Published

on

By

Kota Bogor Jadi Tuan Rumah 28 Cabor Porprov Jabar 2026
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana (ketiga kiri) tengah memaparkan kesiapan sebagai tuan rumah Porprov XV Jabar di sela kegiatan Jumat Sehat di PWI Kota Bogor, Jumat, 30 Oktober 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor memastikan kesiapan sebagai tuan rumah sejumlah cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Tercatat 7.800 atlet dan official dijadwalkan bertanding di Kota Bogor dalam ajang Porprov Jabar. Termasuk lebih dari 500 atlet yang diturunkan tuan rumah.

Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana mengatakan, secara umum persiapan Kota Bogor sudah matang, mulai dari venue hingga penyusunan anggaran. Meski begitu, masih ada kekurangan anggaran Rp2,8 miliar yang harus dipenuhi.

“Secara umum kami sudah siap menyambut para atlet dan official. Tinggal sentuhan akhir di beberapa titik,” ujar Anas di sela kegiatan Jumat Sehat di PWI Kota Bogor, Jumat, 30 Oktober 2026.

Anas menjelaskan, Kota Bogor mempertandingkan 25 cabor dan 3 anak cabor. Sehingga totalnya mencapai 28 cabor.

Sebagian besar pertandingan dipusatkan di GOR Pajajaran yang menjadi arena untuk beberapa cabor. Diantaranya, pentaque, panahan, drumband, panjat tebing, tarung derajat, dan judo.

Baca juga: Bogor 100 Menyala Terus, 565 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jabar

Sedangkan pertandingan lain memanfaatkan Gymnasium. Sejumlah cabor yang membutuhkan fasilitas khusus digelar di luar Kota Bogor.

Cabor gantole dipertandingkan di Majalengka, paralayang di Puncak, menembak di Cimahi, sedangkan dayung digelar di Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.

“Ada cabor yang memang tidak bisa digelar di Kota Bogor karena butuh lokasi khusus,” imbuh Anas.

Selain itu, tim Technical Delegate (TD) dari KONI Jawa Barat telah melakukan penilaian dan menyatakan Kota Bogor secara umum siap menjadi tuan rumah.

Anas menambahkan, Kota Bogor sebelumnya juga pernah ditunjuk sebagai chief of the meeting, serta tercatat sebagai daerah yang paling awal merampungkan penyusunan SOP keolahragaan, SOP keuangan, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Penilaian TD menjadi pegangan kami bahwa persiapan sudah di jalur yang benar,” ungkapnya.

Baca juga: Pelihara Ikan Hias Bisa Jadi Sarana Relaksasi Juga Peluang Usaha

Dari sisi pendanaan, Anas memaparkan bahwa anggaran sempat mengalami penyesuaian dari komitmen awal sekitar Rp563 miliar menjadi Rp52 miliar, dengan kekurangan awal sekitar Rp8 miliar.

Melalui langkah efisiensi dan dukungan sponsor, kekurangan tersebut berhasil ditekan hingga tersisa Rp2,8 miliar.

“Kami terus berhemat dan menggandeng sponsor supaya kekurangan ini bisa semakin kecil,” ungkap Anas.

Bantuan hibah pakaian PBD untuk cabor naik dari Rp500 juta menjadi di atas Rp1 miliar, sedangkan anggaran kegiatan naik dari Rp1 miliar menjadi Rp3,8 miliar.

Terkait kendala jalur akses di sekitar arena panjat tebing (wall climbing) dan area jalur sungai Cisadane, Anas menjelaskan kondisi tersebut disebabkan proyek galian yang tengah berjalan, di antaranya pemasangan jalur trotoar.

“Kami pastikan area yang terdampak diperbaiki, termasuk tanah dan rumputnya, sebelum pertandingan dimulai,” ujar Anas.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Pelihara Ikan Hias Bisa Jadi Sarana Relaksasi Juga Peluang Usaha

Published

on

By

Pelihara Ikan Hias Bisa Jadi Sarana Relaksasi Juga Peluang Usaha
Ilustrasi pelihara ikan. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Memelihara ikan hias tidak hanya tentang menikmati keindahan warna dan bentuk ikan. Aktivitas ini juga dapat menjadi sarana relaksasi, mengembangkan keterampilan, hingga membuka peluang usaha.

Hal tersebut dijelaskan dosen Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Fajar Maulana dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.

Menurutnya, ketertarikan seseorang terhadap ikan hias dapat muncul dari berbagai hal, mulai dari keindahan visual, perilaku ikan yang menarik, hingga kepuasan saat berhasil merawatnya.

Berbeda dengan hewan peliharaan lainnya, ikan hias juga menawarkan pengalaman menikmati kehidupan dalam sebuah ekosistem kecil yang dibentuk melalui akuaskap.

“Ketertarikan terhadap ikan hias tidak hanya berasal dari keindahan ikannya, tetapi juga dari proses merawat, memahami perilaku, dan keberhasilan menciptakan lingkungan yang membuat ikan dapat hidup dengan baik,” jelasnya.

Baca juga: Pasar Benih Ikan Ciseeng Bersolek, Kini Lebih Modern dan Nyaman

Dari sisi psikologis, mengamati ikan di dalam akuarium berpotensi membantu seseorang merasa lebih rileks dan memperbaiki suasana hati. Fajar menjelaskan, gerakan ikan, perpaduan warna, serta dinamika lingkungan akuatik dapat menarik perhatian tanpa menuntut konsentrasi yang terlalu berat.

Ia merujuk pada penelitian Cracknell et al. yang dipublikasikan dalam jurnal Environment and Behavior pada 2016. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mengamati akuarium berpotensi memberikan manfaat psikologis dan fisiologis, termasuk perubahan suasana hati dan denyut jantung.

“Gerakan ikan yang relatif lembut dan dinamika lingkungan akuatik dapat memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari aktivitas yang menuntut perhatian terus-menerus,” ujarnya.

Baca juga: Pedagang Eksisting Segera Tempati Pasar Merdeka Kota Bogor

Meski demikian, manfaat tersebut tidak selalu sama pada setiap orang. Menurut Fajar, hobi ikan hias juga bisa memunculkan sensasi berbeda, bergantung pada jenis ikan yang dipelihara dan karakteristik perilakunya (ikan predator/agresif, misalnya).

Karena itu, aktivitas ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengisi waktu luang, tetapi bukan pengganti penanganan profesional bagi seseorang yang mengalami gangguan psikologis.

Lebih dari sekadar hiburan, pemeliharaan ikan hias turut melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Penghobi perlu memahami kualitas air, kebutuhan nutrisi, kesehatan, serta kondisi lingkungan yang sesuai dengan jenis ikan. Pengetahuan tersebut menjadi penting agar ikan dapat tumbuh dengan baik.

Fajar menegaskan bahwa kesejahteraan ikan harus menjadi prioritas. Pemilihan jenis ikan perlu disesuaikan dengan kapasitas akuarium dan kemampuan pemilik dalam melakukan perawatan.

Penghobi juga perlu memilih ikan dari sumber yang legal dan berkelanjutan serta tidak melepaskannya ke perairan umum.

“Di Departemen Budidaya Perairan FPIK IPB University, pengetahuan mengenai ikan hias dan akuaskap juga dipelajari melalui mata kuliah Ikan Hias dan Akuaskap. Pembelajaran ini diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi ikan hias Indonesia menjadi komoditas budi daya yang bernilai ekonomi dan berdaya saing global,” ungkapnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer