Connect with us

Berita

Damkar Kota Bogor Evakuasi Warga yang Terperosok di Bantaran Ciliwung

Published

on

Damkar Kota Bogor Evakuasi Warga yang Terperosok di Bantaran Ciliwung
Petugas Damkar Kota Bogor mengevakuasi selamat seorang warga yang terperosok di bantaran Sungai Ciliwung, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, pada Selasa, 25 Februari 2025. Foto: damkarkotabogor_official.

KlikBogor – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Bogor mengevakuasi seorang warga yang terperosok di bantaran Sungai Ciliwung, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor Moch. Ade Nugraha menjelaskan, kejadian itu berawal ketika korban bernama Ugan tengah merapikan barang rongsokan miliknya untuk disimpan di atas tebingan bantaran Sungai Ciliwung.

Namun entah apa sebabnya, korban tiba-tiba terperosok di tebingan tersebut hingga mengalami luka di bagian kaki dan kepalanya.

“Korban terperosok jatuh ke bantaran Sungai Ciliwung sehingga mengalami luka di kaki dan kepala,” kata Ade, Selasa, 25 Februari 2025.

Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 09.32 WIB dan kemudian dilaporkan oleh warga setempat ke DPKP Kota Bogor.

Mendapat laporan, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban.

Proses evakuasi penyelamatan korban dilakukan dengan menggunakan peralatan rescue. Setelah upaya penanganan selama 10 menit, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

“Korban dapat dievakuasi dalam keadaan selamat,” jelas Ade.

Selanjutnya, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Vania untuk mendapatkan penanganan medis.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kampoong Ecopreneur Dampingi Petani Leuwisadeng Menuju Pasar Ekspor Ubi Ungu 

Published

on

By

Kampoong Ecopreneur Dampingi Petani Leuwisadeng Menuju Pasar Ekspor Ubi Ungu 
Kampoong Ecopreneur, DT Peduli, dan IPB University menggulirkan program pembinaan budidaya ubi ungu berorientasi ekspor kepada petani lokal di Desa Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Foto/Istimewa

KlikBogor – Sejumlah petani lokal di Desa Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, memulai babak baru menuju pasar internasional lewat program pembinaan budidaya ubi ungu berorientasi ekspor yang digagas Kampoong Ecopreneur. Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga antara Kampoong Ecopreneur, DT Peduli, dan IPB University.

Ketua Kampoong Ecopreneur, Sofie Beatrix mengatakan bahwa program ini menyasar pasar ekspor ke sejumlah negara tetangga. “Minggu ini kita mulai buka lahan, sejumlah petani kita libatkan untuk bersama-sama menanam ubi ungu ini. Hasilnya nanti kita ekspor ke Malaysia dan Singapura,” kata Sofie, Kamis, 30 Juli 2026.

Program pemberdayaan petani ini digagas Kampoong Ecopreneur dan DT Peduli karena melihat kondisi petani Indonesia yang umumnya berpenghasilan rendah. Karena itu, para petani diajak menanam komoditas yang bernilai tinggi dan mengincar pasar ekspor. “Itulah sebabnya kami mulai program di lahan budidaya seluas 1,5 hektar,” katanya.

Baca juga: Cegah Kecelakaan, Perlintasan Kereta di Sholeh Iskandar Dipagari

Sofie berharap program ini bisa lebih luas dan berlangsung sepanjang periode 2026–2027. Dengan pemberdayaan ini, ia juga berharap para petani bisa naik level, kaya material, dan kaya spiritual.

Untuk memenuhi standar kualitas ekspor, Kampoong Ecopreneur menggandeng IPB University untuk pendampingan teknis. “Karena kita pembelinya ini dari luar negeri, ada syarat-syaratnya. Ini harus ubi yang kayak gini, kalau enggak ini kita nggak mau beli. Makanya kita dampingi,” jelasnya.

Berbeda dari program pemberdayaan petani pada umumnya, inisiatif Kampoong Ecopreneur ini dirancang terintegrasi sejak awal. Pertama, kata Sofie, ada kepastian pasar lewat kontrak pembelian hasil panen dengan buyer atau eksportir yang telah disepakati sebelum masa tanam.

Kedua, ada dukungan pendanaan dari DT Peduli untuk modal usaha dan aset produksi. Ketiga, ada pendampingan teknis sesuai standar mutu ekspor bersama mitra akademik (dalam hal ini dari IPB University), serta keempat ada penguatan kelembagaan komunitas melalui pembentukan kelompok usaha tani.

Baca juga: DT Peduli-Kampoong Ecopreneur Kolaborasi Bangun Pendidikan Qur’ani dan Ekonomi Warga

Bagi IPB University, program pemberdayaan petani ini bisa menjadi Living Lab IPB, di mana para mahasiswa bisa belajar mempraktekkan ilmu-ilmunya. “Kegiatan assessment lahan dan petani yang berlangsung hari ini menjadi fondasi sebelum tahap pembinaan penuh dimulai,” katanya.

Tim program memetakan kondisi lahan seluas 1,5 hektare serta profil sosial-ekonomi kesepuluh petani yang terlibat, sebagai dasar penyusunan baseline dan indikator keberhasilan program. Tahapan berikutnya meliputi pelatihan budidaya, pendampingan pascapanen, hingga persiapan pengiriman hasil panen pertama sesuai jadwal yang disepakati dengan buyer.

Sementara itu, Saepuloh, petani binaan Kampoong Ecopreneur di Desa Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, menyambut baik program ini. “Alhamdulillah ternyata kita dibimbing, punya harapan dan penghasilan tambahan. Saya senang karena dapat ilmu untuk mengolah lahan,” ujar Saepuloh.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Kekeringan Meluas, BPBD Salurkan Air Bersih untuk Warga Sukaresmi-Cimahpar

Published

on

By

Kekeringan Meluas, BPBD Salurkan Air Bersih untuk Warga Sukaresmi-Cimahpar
Petugas BPBD tengah menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Rabu, 29 Juli 2026. Dok. BPBD Kota Bogor

KlikBogor – Kekeringan akibat musim kemarau di Kota Bogor meluas. Ratusan kepala keluarga di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal dan Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebelumnya, kekeringan melanda wilayah Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara dan Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat dengan total 140 kepala keluarga yang terdampak.

Baca juga: Cegah Kecelakaan, Perlintasan Kereta di Sholeh Iskandar Dipagari

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen sekaligus menyalurkan air bersih kepada warga terdampak di dua kelurahan tersebut.

Di Kelurahan Sukaresmi, kekeringan melanda wilayah RT 03 serta 04 RW 02 dan berdampak kepada 145 kepala keluarga.

Laporan kejadian diterima pada Rabu, 29 Juli 2026 sekira pukul 08.00 WIB dari warga sekitar. Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, BPBD menyalurkan 4.000 liter air bersih.

Assessment dan penyaluran air bersih sekitar 4.000 liter sudah selesai dilakukan di lokasi,” ujar Dimas Tiko dikutip Kamis, 30 Juli 2026.

Sementara itu, kekeringan di Kelurahan Cimahpar terjadi di wilayah RT 01 dan 02 RW 02 dan berdampak kepada 250 kepala keluarga.

Ia menambahkan, BPBD menerima laporan tersebut di hari yang sama sekira pukul 11.00 WIB. Di lokasi ini, pihaknya mendistribusikan 4.000 liter air bersih untuk warga terdampak.

Baca juga: Kekeringan Landa 2 Kelurahan di Kota Bogor, BPBD Salurkan 12.000 Liter Air Bersih

Dimas Tiko menjelaskan, kekeringan yang melanda di dua wilayah tersebut dipicu sumber mata air dan sumur yang turun drastis hingga mengering.

“Penyebab kejadian dikarenakan sumber mata air dan sumur warga kering,” kata Dimas Tiko.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Kecelakaan Maut di Jalan Salak Kota Bogor, Satu Pemotor Tewas

Published

on

By

Kecelakaan Maut di Jalan Salak Kota Bogor, Satu Pemotor Tewas
Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua sepeda motor di Jalan Salak, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis, 30 Juli 2026 pagi. Dok. Satlantas Polresta Bogor Kota

KlikBogor – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Salak, tepatnya depan RM. Spesial Soto Boyolali, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis, 30 Juli 2026 pagi. Seorang pengendara motor tewas di lokasi kejadian setelah terlibat tabrakan tersebut.

Kasubnit 2 Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu F. Ek. Susilo mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat sepeda motor melaju dari arah Simpang Pangrango menuju Taman Kencana.

Baca juga: Cegah Kecelakaan, Perlintasan Kereta di Sholeh Iskandar Dipagari

Sesaat sebelum kejadian, pengendara motor tersebut diduga berusaha mendahului kendaraan di depannya dengan mengambil jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

“Ketika melintas di Jalan Salak, diduga pengendara tersebut saat mengendarai kendaraannya hendak mendahului kendaraan di depannya dan masuk ke arah jalur berlawanan tidak hati-hati dan antisipasi, sehingga menabrak sepeda motor,” kata Susilo dalam keterangannya.

Tabrakan itu mengakibatkan kedua pengendara beserta penumpangnya terpental dan terjatuh ke badan jalan.

Baca juga: 6 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Perlintasan Kereta Kebon Pedes

Akibat dari kejadian tersebut, pengendara motor yang datang dari arah sebaliknya meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, pengendara dan penumpang mengalami luka-luka dan dibawakan ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk mendapatkan perawatan medis.

“(korban) belum dapat identitasnya,” ujar Susilo.

Selain menimbulkan korban jiwa, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan. Saat ini, perkara tersebut ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota.

(hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer