Serba Serbi
Kajian di Alam Kampoong Ecopreneur Disambut Antusias Peserta
KlikBogor – Acara kajian agama di alam yang digagas oleh Kampoong Ecopreneur bertajuk “Sejenak, Kita Pulang, Intimate Camp & MHJA Online” mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Peserta yang berminat mengikuti kegiatan tersebut bahkan membludak hingga panitia harus membuka daftar tunggu untuk pelaksanaan batch berikutnya.
“Karena peserta membludak, panitia terpaksa membuat waiting list untuk batch berikutnya,” kata Ketua Panitia, Zulfikar Abdurrahman dalam keterangannya dikutip Minggu, 13 September 2026.
Kegiatan yang digelar pada 11-12 September 2026 tersebut berlangsung di kawasan Kampoong Ecopreneur, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Karena keterbatasan tempat, peserta dibatasi sebanyak 39 orang.
“Bahkan ada yang sudah mendaftar untuk kajian batch berikutnya. Mereka datang dari berbagai daerah, termasuk Jambi, Jember, dan Indramayu,” ujar Zulfikar.
Pendiri Yayasan Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini mengatakan, kajian di alam tersebut merupakan terobosan baru. Selama ini, kajian MHJA, Mengasah Hati Bersama Jamil Azzaini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dengan peserta lebih dari 1.000 orang.
Kali ini, kajian dilaksanakan secara hybrid, yakni daring dan luring. Peserta yang mengikuti kegiatan secara luring menjalani retret dengan berkemah bersama dari Jumat malam hingga Sabtu siang di kawasan Kampoong Ecopreneur.
Baca juga: Pemkot Bogor Usulkan Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemadaman TPAS Galuga
Selain kajian, peserta juga mengikuti kegiatan journaling atau menulis untuk melakukan muhasabah dan menenangkan diri. Kegiatan juga ada quranic healing atau penyembuhan hati dengan Al Qur’an.
”Ternyata jemaah sangat antusias menyambut kajian di alam ini,” ujar Jamil menambahkan.
Sejumlah ustaz dan ustazah yang hadir, yakni Jamil Azzaini, Sofie Beatrix, dan Aris Ahmad Jaya, juga mendapat banyak pertanyaan dari peserta.
Selama satu malam, peserta menginap di tenda dan mengikuti kajian, menulis refleksi, serta bermuhasabah. Kegiatan tersebut memberi mereka kesempatan mengambil jeda dari kesibukan sehari-hari untuk menata kembali arah hidup. Para peserta juga ingin bertemu langsung dengan sesama anggota komunitas.
Kajian pertama “Sejenak, Kita Pulang” dimulai pada Jumat malam yang disampaikan Ustaz Aris Ahmad Jaya. Ia mengajak peserta memperbaiki hubungan sebagai bagian dari ikhtiar menjemput rezeki.
“Rezeki akan mendekat bila kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah, hubungan kita dengan orang tua, dan hubungan kita dengan sesama,” ujarnya.
Menurut Aris, peserta perlu memusatkan perhatian pada hal-hal yang dapat mereka kendalikan, termasuk respons terhadap perlakuan orang lain. Membalas keburukan dengan kebaikan, kata Aris, merupakan cara menjaga hidup tetap positif.
Peserta kemudian diajak mengikuti sesi quranic journaling healing bersama Ketua Yayasan Kampoong Ecopreneur, Sofie Beatrix. Sofie juga meminta jemaah memejamkan mata dan memikirkan satu persoalan berat yang sedang dihadapi.
Setelah itu, peserta diajak membuka Al-Qur’an, menunjuk satu ayat secara acak, lalu membaca dan merenungkannya. Sofie mengajak mereka kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam menghadapi persoalan hidup.
Baca juga: Kampoong Ecopreneur Undang Anak Muda dan Santri Belajar Bisnis Gratis
Pada Sabtu pagi, Jamil membawakan kajian “The Art of Surrender, Sejenak Kita Pulang”. Di hadapan peserta di lokasi dan secara daring, ia menjelaskan perbedaan berserah dan kehilangan harapan.
“Give up itu artinya berhenti karena kehilangan harapan,” katanya.
Menurut Jamil, berserah berarti tetap mencari jalan terbaik tanpa memaksa kehidupan berjalan sesuai dengan kehendak manusia.
Retret tersebut dirancang menjadi kegiatan berkelanjutan bagi komunitas MHJA. Kelebihan infak peserta akan digunakan untuk operasional Tahfidz Ecopreneur. Kegiatan tersebut juga mendukung upaya Kampoong Ecopreneur menghimpun donasi sebesar Rp45 miliar dalam dua tahun.
Salah satu peserta, Aisyah, warga Bogor berusia 80 tahun. Ia mengaku senang bisa mengikuti retret tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk terus belajar.
“Karena di acara ini kita diajak untuk tak pernah berhenti belajar,” ujarnya.
Peserta lainnya, Asep Sutisna juga mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Bagus banget acaranya. Kita perlu berhenti sejenak dari semua hiruk pikuk aktivitas untuk kembali ke diri ke sesama dan ke Allah,” katanya.
Sementara itu, Sri Sukmawati, dosen yang datang dari Jember, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan perdana tersebut.
“Alhamdulillah saya beruntung ikut acara pertama ini, banyak insight yang didapat,” ujar Sri.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Pemkot Bogor Dorong B2 Unleashed Jadi Wadah Lahirnya Atlet Berprestasi
KlikBogor – Ajang olahraga bela diri B2 Unleashed sukses digelar di Nako Arena, Kota Bogor, Sabtu, 31 Oktober 2026. Kejuaraan ini diikuti 250 petarung dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Kegiatan perdana di Jawa Barat ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin hadir langsung untuk membuka gelaran tersebut sekaligus memberikan dukungan moral kepada para petarung yang bertanding.
Jenal Mutaqin mengaku takjub dengan skala perhelatan B2 Unleashed yang dinilainya melebihi ekspektasi. Pembahasan awal yang semula hanya berupa obrolan santai ternyata mampu diwujudkan menjadi ajang pertarungan megah bertaraf nasional dan internasional.
“Dua minggu lalu diskusi saya hanya sekadar minum teh dan makan pisang goreng, tetapi acaranya luar biasa, di luar ekspektasi saya. Ini adalah kali pertama di Kota Bogor, bahkan di Jawa Barat, ada tempat yang memiliki fasilitas gym tanpa sistem member, cukup menggunakan koin saja,” ujarnya, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam.
Menurutnya, kehadiran fasilitas olahraga yang terjangkau dan inovatif seperti ini sangat penting untuk mendongkrak minat olahraga masyarakat Kota Bogor. Berdasarkan data yang diungkapnya, angka partisipasi olahraga warga masih memerlukan dorongan kuat.
“Semangat ini diinisiasi oleh teman-teman. Saya bukan membuka aib warga Bogor, tetapi 46 persen warga Bogor itu kurang bergerak. Maka dari itu, ini menjadi wadah untuk masyarakat, mulai dari ibu-ibu kader posyandu, pemuda, hingga pelajar dengan tarif yang sangat murah,” ungkapnya.
Baca juga: Usai Uji Coba, Trase Batutulis Kini Bisa Dilintasi 24 Jam
Tidak hanya dari segi penyediaan fasilitas publik, Jenal yang juga menjabat sebagai Ketua Kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat Kota Bogor menaruh harapan besar agar B2 Unleashed dapat menjadi wadah penjaringan bakat-bakat atlet tarung potensial.
“Hari ini Kota Bogor juga sedang bersiap mengikuti kegiatan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat. Insyaallah, para fighter terbaik akan saya rekrut menjadi atlet yang akan kita lombakan di tingkat Jawa Barat, bahkan tingkat nasional. Dua minggu ke depan kita akan mengikuti ajang bergengsi tersebut,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan salam hangat dan apresiasi dari Wali Kota Bogor yang berhalangan hadir, serta berharap ajang tersebut bisa memperebutkan Piala Wali Kota secara berkala setiap tahunnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para peserta, sponsor, khususnya Habitualis dan Aira Pro. Insyaallah tetap menjunjung sportivitas, serta mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan kejujuran. Semoga ini bisa menjadi event tahunan atau ajang piala bergilir,” tambah Jenal.
Baca juga: Ratusan Petarung Nasional hingga Mancanegara Adu Kekuatan di B2 Unleashed
Sementara itu, Promotor yang juga Founder Aira Pro, Toto Sugiarto menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemkot Bogor serta seluruh pihak yang terlibat.
Toto mengungkapkan bahwa antusiasme peserta B2 Unleashed melonjak drastis dari kuota awal yang ditargetkan panitia. “Kami laporkan, hari ini kita sudah overload. Target awal kita membatasi 100 peserta, tetapi dalam perjalanannya membengkak lebih dari dua kali lipat menjadi 250 fighter,” kata Toto.
Para peserta tidak hanya datang dari kawasan Jabodetabek, tetapi juga dari berbagai provinsi di luar pulau Jawa hingga negara tetangga, yakni Timor Leste.
“Peserta berasal dari Surabaya, Solo, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Timur, dan juga ada sahabat dari negara tetangga, Timor Leste. Kehadiran para tamu undangan, fighter, dan seluruh official ini tentu membawa dampak ekonomi positif bagi Kota Bogor. Selama dua hari dari kemarin, hotel-hotel di Kota Bogor penuh karena kedatangan tamu dari seluruh penjuru Indonesia dan luar negeri,” katanya.
Ia menekankan bahwa B2 Unleashed bukan sekadar ajang adu fisik di dalam arena, melainkan sarana edukasi karakter, etika, dan persaudaraan bagi anak muda.
“Nilai yang kita perjuangkan adalah sportivitas yang beretika. Walaupun mereka melakukan aksi baku hantam di arena, mereka tetap menjaga sportivitas dan tidak menunjukkan hal-hal negatif di luar pertandingan,” pungkas Toto.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Ratusan Petarung Nasional hingga Mancanegara Adu Kekuatan di B2 Unleashed
KlikBogor – Ratusan petarung dari pelbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara ambil bagian dalam ajang B2 Unleashed Sports Combat yang digelar di Nako Arena, Kota Bogor, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Promotor yang juga Founder Aira Pro, Toto Sugianto mengatakan, antusiasme peserta B2 Unleashed cukup tinggi hingga jumlahnya melampaui target. Bersama International Sport Kickboxing Association (ISKA), panitia awalnya menargetkan 100 peserta.
“Jumlah peserta ada 250 orang. Ini sebenarnya di luar target. Awalnya kami menargetkan 100 fight, naik lagi jadi 200 dan akhirnya 250 fight. Ini (pendaftaran) harus kami closed karena memang overload,” ujar Toto kepada awak media, Jumat, 30 Oktober 2026 malam.
Para peserta yang akan bertarung datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kalimantan Timur, Semarang, Jawa Timur, Surabaya, Solo, hingga Nusa Tenggara. Selain itu, terdapat pula peserta dari luar negeri, yakni Timor Leste.
Dalam kompetisi tersebut, panitia menghadirkan tiga jenis pertandingan, yakni boxing, kickboxing, dan muay thai dengan menggunakan regulasi ISKA Indonesia. Terdapat 10 kelas pertandingan untuk setiap kategori yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Baca juga: Pelihara Ikan Hias Bisa Jadi Sarana Relaksasi Juga Peluang Usaha
Selain pertandingan di atas ring, penyelenggara juga menyediakan fasilitas tatami bagi peserta pemula, anak-anak, hingga kategori beginners yang ingin mencoba olahraga bela diri sebelum melangkah ke level pertandingan ring.
Dari sisi keamanan, penyelenggara telah menjalin kerja sama dengan rumah sakit mitra, menyiapkan tenaga medis profesional, serta kendaraan siaga untuk mengantisipasi kemungkinan cedera selama pertandingan. Tim keamanan khusus juga disiapkan guna mengantisipasi kejadian di luar kendali.
Toto menjelaskan bahwa B2 Unleashed tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan potensi dan bakat melalui kegiatan positif.
Melalui kompetisi ini, para petarung diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan serta meraih prestasi mulai dari tingkat regional, nasional, hingga internasional.
“Kami memiliki visi agar kegiatan ini bisa diselenggarakan secara rutin. Bahkan, ada rencana untuk menggelarnya di beberapa kota di Indonesia,” imbuh Toto.
Baca juga: B2 Unleashed Siap Digelar di Kota Bogor, Diikuti 250 Petarung
Ajang tersebut juga semakin semarak dengan kehadiran sejumlah atlet nasional yang telah menorehkan prestasi di tingkat internasional. Salah satunya Mitra, peraih gelar juara Asia-Pasifik, yang turut menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta maupun penonton.
Sementara itu, Presiden ISKA Indonesia, Mustadi Anetta mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga bela diri yang digelar di Kota Bogor.
Menurutnya, pada awalnya potensi petarung di Bogor diperkirakan belum sebesar seperti penyelengaraan di Bandung. Namun, jumlah peserta yang membludak dalam ajang ini justru menunjukkan perkembangan dan besarnya minat terhadap olahraga combat.
“Antusiasmenya luar biasa. Ternyata bukan hanya dari Bogor, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, ada yang menghubungi dari Iran dan Afghanistan untuk ikut serta, tetapi terkendala administrasi penerbangan,” ungkap Mustadi.
(hrs/ckl)
Serba Serbi
Perumda PPJ Terus Berbenah, Revitalisasi Pasar Tradisional Digenjot
KlikBogor – Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) Kota Bogor terus berbenah dengan melakukan revitalisasi pasar guna meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjawab perubahan kebutuhan masyarakat.
Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin mengatakan, beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh pasar tradisional saat ini kaitannya dengan dinamika kebutuhan masyarakat modern yang pastinya lebih menginginkan tempat perbelanjaan yang bersih, terawat, bebas dari bau sampah menyengat, dan seterusnya.
Baca juga: Pasar Bersih Jambu Dua jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor
“Dua pasar tradisional di bawah naungan PPJ yang sudah lebih modern yakni Pasar Gembrong dan Pasar Jambu Dua sudah lebih menjawab tantangan dan banyak fasilitas dengan berbagai pilihan belanja sesuai kebutuhan konsumen bahkan untuk Pasar Gembrong dilengkapi dengan playground anak jadi semua bisa dilakukan di satu tempat, sedangkan Pasar Jambu Dua menjadi spot aneka kuliner kekinian yang tidak ada di tempat lain,” ujar Jenal kepada awak media dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurut Jenal, meski pasar modern dikenal memiliki rantai pasok yang lebih efisien dan terstruktur. Hal tersebut membuat pedagang kecil sering mengalami kesulitan ketika harus bersaing terkait harga dan jaminan kualitas produk segar.
Baca juga: Kota Bogor Jadi Tuan Rumah 28 Cabor Porprov Jabar 2026
“Di mana transaksi jual beli lebih terjamin karena langsung melihat barang yang diperjualbelikan,” kata Alumni IPB University itu menambahkan.
Menyikapi perihal munculnya tren belanja online juga secara tidak langsung ikut mempengaruhi jumlah pengunjung pasar tradisional. “Bagi kalangan muda yang mengutamakan kepraktisan dan kemudahan dalam berbelanja memang belanja online adalah solusi, namun bagi kalangan usia lainnya masih menjadi tempat yang terjamin untuk membeli dan memilih kebutuhan sehari-hari karena di pasar tradisional tak hanya sebagai tempat transaksi tapi juga ada interaksi bahkan silahturahmi,” katanya.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi12 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: Motor Klasik Adu Cepat di Internasional Classic Bike Race Sentul