Connect with us

Berita

Tinjau TKA SMA di Bogor, Wamendikdasmen Imbau Siswa untuk Jujur-Gembira

Published

on

TKA SMA di Bogor, Wamendikdasmen Imbau Siswa untuk Jujur-Gembira
Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 1 Kota Bogor. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama di SMA Negeri 1 Kota Bogor.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan psikologis para siswa dalam mengikuti TKA yang digelar secara serentak di berbagai daerah.

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menyampaikan apresiasi kepada sekolah dan guru atas penyelenggaraan TKA yang berjalan lancar serta motivasi kepada para peserta agar mengikuti tes dengan tenang dan percaya diri.

“Kami menekankan agar anak-anak tidak perlu khawatir berlebihan atau panik. Tes ini bukan soal lulus atau tidak lulus, melainkan latihan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan mendalam. Prinsipnya, jalani dengan jujur dan gembira,” ujar Fajar, Senin, 3 November 2025.

TKA yang diikuti oleh lebih dari 3,5 juta pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di seluruh Indonesia ini merupakan upaya pemetaan kemampuan akademik individu pasca dihapuskannya Ujian Nasional.

Di SMAN 1 Kota Bogor sendiri, sebanyak 357 siswa kelas XII mengikuti TKA dalam dua gelombang yang berlangsung selama dua hari, dengan mata pelajaran wajib Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, serta mata pelajaran pilihan sesuai peminatan.

“Kami juga berterima kasih kepada sekolah yang telah mempersiapkan siswanya dengan baik. Semangat inklusif seperti yang ditunjukkan SMAN 1 Bogor, membuka akses bagi berbagai latar belakang sosial dan mencerminkan misi pendidikan kita: pendidikan bermutu untuk semua,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wamen Fajar juga menyoroti pentingnya TKA sebagai peta mutu pendidikan berbasis individu. Data dari pelaksanaan TKA akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam memetakan kemampuan siswa di berbagai daerah.

“Selama ini kita sudah punya peta mutu berbasis sekolah dan wilayah, tapi belum ada yang memotret kemampuan individu siswa. TKA memberi kita gambaran itu tanpa tekanan kelulusan, tapi dengan nilai manfaat yang besar,” jelasnya.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Bogor, Anwar Sanusi, menyampaikan bahwa sekolah telah melakukan sejumlah langkah persiapan agar pelaksanaan TKA berjalan lancar.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan orang tua dan pemantapan khusus tiga hari terakhir. Tes ini akan membantu kami memetakan kekuatan siswa di tiap mata pelajaran dan menjadi bahan evaluasi peningkatan mutu pembelajaran ke depan,” ujarnya.

Sementara itu para siswa menyambut positif pelaksanaan TKA. Fawwaz Fauzhan, siswa kelas XII jurusan IPA, mengaku banyak belajar dari pengalaman mengikuti tes ini.

“TKA ini bikin saya lebih rajin belajar dan paham bahwa yang penting bukan hafalan, tapi pemahaman mendalam. Jadi tahu juga cara belajar yang cocok buat diri sendiri,” katanya.

Siswa lain, Dhimas Hanindya, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA berjalan lancar tanpa kendala teknis.

“Awalnya tegang, tapi setelah mulai ternyata menyenangkan. Soal-soal TKA memang menantang, tapi sesuai dengan pelajaran di sekolah. Tes ini jadi evaluasi diri juga gimana cara mengatur waktu dan memahami soal lebih baik,” ujarnya.

Pelaksanaan TKA di SMAN 1 Bogor berjalan tertib, dengan dukungan penuh dari guru dan tenaga kependidikan. Tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dinas Pendidikan setempat memantau langsung  kegiatan ini secara nasional.

Kemendikdasmen  menegaskan bahwa hasil TKA tidak digunakan sebagai syarat kelulusan, melainkan sebagai alat pemetaan kompetensi siswa dan penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) di tingkat menengah atas.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan

Published

on

By

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.

Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.

“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.

Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.

“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.

Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.

“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.

“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar

Published

on

By

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar warung soto mie di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 3 Maret 2026. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.

“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.

Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.

Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.

“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.

Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.

“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.

Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.

“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.

Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci

Published

on

By

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
Asep Faizal Rahman (kiri). Foto/Istimewa.

KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.

“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.

“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.

Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.

“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.

“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer