Parlementaria

Tak Diajukan, Komisi III Pertanyakan Insentif Petugas Kebersihan

Published

on

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Zenal Abidin. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Rapat pembahasan rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2024 yang digelar Komisi III DPRD Kota Bogor dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mengungkap terkait anggaran insentif untuk petugas kebersihan.

Dalam rapat yang digelar pada Senin kemarin, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin mempertanyakan terkait mata anggaran insentif untuk para petugas kebersihan yang telah dijanjikan oleh Wali Kota Bogor dua periode, Bima Arya saat perayaan penghargaan piala Adipura pada awal tahun silam.

Sebab, kata Zenal, dari draft perubahan anggaran yang diajukan oleh DLH, ia tidak melihat adanya mata anggaran untuk insentif tersebut.

“Janji bonus atau insentif untuk para petugas kebersihan harus disiapkan karena sudah dijanjikan oleh pak Bima saat perayaan Adipura. Jangan sampai ini mengecewakan para petugas yang sudah bekerja keras menjadi salah satu pahlawan Adipura,” ujar Zenal dikutip Jumat, 16 Agustus 2024.

Ia lanjut menyampaikan bahwa permasalahan sampah di Kota Bogor tidak boleh dipandang sebelah mata. Hal tersebut sudah dicontohkan dengan adanya aksi massa dari para petugas yang terjadi beberapa waktu lalu dan berakibat kepada terhentinya sirkulasi pembuangan sampah yang berdampak kepada banyak sektor.

Dengan demikian, Zenal meminta DLH untuk segera menyiapkan rancangan pemberian bonus atau insentif kepada para petugas kebersihan.

“Perlu dipenuhi ini insentif, karena Adipura bisa dipertahankan berkat mereka. Bagaimana kita bisa mempertahankan lagi kalau kesejahteraan mereka tidak diperhatikan,” katanya.

“Terkait persampahan ini harus diperhatikan dengan baik dan serius. Karena kalau masalah sampah tidak teratasi, maka akan berpengaruh kepada semua lini,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menegaskan bahwa kesejahteraan petugas kebersihan ini perlu diperhatikan oleh pemerintah.

Sebab, para petugas yang bekerja dari subuh sampai tengah malam tanpa mengenal waktu ini merupakan garda terdepan dalam mengangkut sampah di permukiman, taman, gedung instansi, dan seluruh penjuru Kota Bogor.

“Kota Bogor tidak terlihat kumuh dan dapat merengkuh gelar Adipura ini karena dedikasi dari petugas kebersihan, sehingga perlu diperhatikan dengan sangat baik kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Pria yang mendapatkan gelar Doktor di IPB University ini juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Bogor perlu melakukan survei kesejahteraan yang nantinya divalidasi dengan apa yang dibutuhkan oleh para petugas kebersihan agar perumusan anggaran bisa tepat guna dan tepat sasaran.

“Dengan ditingkatkan kesejahteraannya, kami berharap profesionalisme petugas kebersihan dapat meningkat. Sehingga Kota Bogor bisa meraih penghargaan Adipura Kencana,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version