Berita

Sukaresmi Gali Potensi Ekonomi Baru, dari Bunga Telang hingga Keripik Tempe

Published

on

Lurah Sukaresmi, Yayan Hariansyah. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Kelurahan Sukaresmi terus berupaya menggali potensi wilayah baru di tengah perubahan tata guna lahan yang terjadi melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lurah Sukaresmi, Yayan Hariansyah, mengatakan perubahan wilayah yang sebagian besar telah berkembang menjadi kawasan perumahan membuat potensi unggulan lama semakin berkurang. Karena itu, pihaknya berupaya mencari alternatif potensi ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat.

“Potensi di wilayah Sukaresmi memang ada beberapa hal yang sedang kita angkat dan kembangkan, salah satunya UMKM. Dulu Sukaresmi terkenal dengan jambu merahnya, tetapi karena wilayahnya banyak yang berubah menjadi perumahan dan sebagainya, kita harus mencari potensi lain, seperti pengembangan bunga telang untuk minuman dan keripik tempe,” ujar Yayan kepada awak media di kantornya, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, selain produk abon tongkol dan jus jambu merah yang telah lebih dulu dikenal masyarakat, berbagai produk olahan baru terus didorong agar mampu menjadi identitas ekonomi baru Kelurahan Sukaresmi.

“Selain abon tongkol, dulu juga terkenal dengan jus jambu merah. Namun karena lahan sudah berkurang, kami mencari potensi lain yang bisa dikembangkan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Kebakaran Angkot di Kota Bogor, Kerugian Capai Rp45 juta

Di sisi lain, Kelurahan Sukaresmi juga tengah mensosialisasikan sejumlah program Pemerintah Kota Bogor kepada masyarakat. Salah satu program yang saat ini menjadi fokus adalah sosialisasi terkait Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

“Program kerja yang disosialisasikan salah satunya terkait program PSEL. Selain itu, ada juga sosialisasi BPJS dan pelayanan administrasi kependudukan lainnya,” jelas Yayan.

Tidak hanya itu, pihak kelurahan secara rutin melaksanakan kegiatan koordinasi dan aksi bebersih setiap akhir pekan. Salah satu kegiatan yang telah dilakukan di wilayah RW 02.

Baca juga: Bependa Kota Bogor Gandeng Camat dan Lurah Genjot PAD, Target Tembus Rp2 Triliun

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, Kelurahan Sukaresmi juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor. Pada pekan lalu, kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah digelar di RW 06 dengan melibatkan warga dan kader.

“Kami menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup untuk menjelaskan teknis pengelolaan sampah. Karena saat ini hanya penanganan sampah saja yang ada di wilayah, sedangkan pengelolaannya belum,” ungkapnya.

Sementara itu, di RW 05, Kelurahan Sukaresmi bersama DLH mengembangkan program budidaya maggot sebagai bagian dari pengelolaan sampah organik. Program tersebut diawali dengan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.

“Di RW 05 kami bekerja sama juga dengan DLH mengajukan bantuan baby maggot. Saat ini sudah mulai dari rumah tangga ada pemilihan sampah, dan di RT 01 sudah ada pengembangan maggot yang dapat menjadi bagian dari pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat,” tutup Yayan.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version