Berita

Siap-Siap Bogor Tengah Ditata Ulang, dari Alun-Alun hingga PKL

Published

on

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat membuka Musrenbang Kecamatan Bogor Tengah pada RKPD 2027. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengungkapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menyiapkan langkah penataan ulang di wilayah Kecamatan Bogor Tengah.

Hal tersebut disampaikannya usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Tengah pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Hotel Onih, Kamis, 15 Januari 2026.

“PR terbesar Bogor Tengah ini adalah bagaimana kita menata kembali Kota Bogor, terutama Bogor Tengah sebagai etalase Kota Bogor. Di sini ada Alun-Alun, pusat kuliner, dan tempat strategis, tapi kondisinya masih banyak yang perlu sentuhan,” ujar Dedie Rachim.

Ia menyebut, masih banyak persoalan, salah satunya keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang dinilai semrawut di sejumlah ruas jalan. Pemkot Bogor, kata dia, tengah menyiapkan langkah penataan ulang di beberapa lokasi.

“Ada treatment yang sedang kita persiapkan. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama ini menjadi solusi untuk penataan misalnya Dewi Sartika, Sawojajar, Nyi Raja Permas, MA Salmun, dan Merdeka,” ujarnya.

Selain itu, Dedie Rachim juga menegaskan sejumlah ruas jalan harus steril dari aktivitas PKL karena akan digunakan untuk pembongkaran pasar.

Jalan-jalan tersebut antara lain Jalan Lawang Saketeng, Pedati, Jalan Roda, Jalan Bata, dan Jalan Suryakencana.

“Saya minta yang bersinggungan dengan pembongkaran pasar itu steril. Kalau tidak, pembongkaran bisa memakan waktu lebih lama dan tidak efisien,” tegasnya.

Dedie Rachim pun mengimbau para pedagang untuk segera pindah ke Pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua. Ia menegaskan Jalan Roda dan beberapa ruas lainnya tidak lagi boleh ditempati PKL karena akan ditutup untuk alat berat dan truk pembongkaran.

“Jalan Roda tidak bisa ada lagi PKL. Termasuk Jalan Bata, Jalan Pedati, dan Lawang Saketeng,” katanya.

Ia meminta camat dan lurah mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada pedagang. Dedie juga mengingatkan bahwa segala risiko akan menjadi tanggung jawab masing-masing pedagang jika tetap berjualan di lokasi tersebut.

“Bogor Tengah tidak bisa dibiarkan kumuh. Ini representasi Kota Bogor. Ke depan seluruh wilayah Kota Bogor harus tertata rapi, bersih, teratur, dan membanggakan,” ujar Dedie Rachim.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version