Serba Serbi
Selain Kurma, Buah Ini Direkomendasikan Ahli Gizi untuk Berbuka
KlikBogor – Berbuka puasa bukan sekadar melepas lapar dan dahaga, tetapi juga momen penting untuk memulihkan energi tubuh setelah lebih dari 12 jam berpuasa.
Pemilihan makanan, khususnya buah, menjadi faktor utama agar tubuh kembali bertenaga dan tetap sehat selama menjalankan ibadah Ramadan.
Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Katrin Roosita, menjelaskan bahwa selama berpuasa tubuh mengalami keterbatasan asupan energi, terutama glukosa yang merupakan sumber utama energi bagi otak.
Ketika cadangan glikogen di hati menipis, maka tubuh akan beralih menggunakan asam lemak sebagai sumber energi alternatif.
“Proses inilah yang menghasilkan keton, yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai energi alternatif,” jelas Prof Katrin dikutip Minggu, 22 Februari 2026.
Oleh karena itu, lanjut Prof Katrin, saat berbuka puasa agar segera mengisi kembali cadangan energi dengan sumber karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa.
Kedua jenis gula alami tersebut banyak ditemukan dalam buah-buahan. Salah satu yang paling dianjurkan adalah kurma, yang memiliki kandungan fruktosa tinggi dan telah dianjurkan oleh Rasulullah Saw untuk dikonsumsi saat berbuka.
Ia menambahkan bahwa fruktosa memiliki keunggulan dibandingkan glukosa yang berasal dari gula tebu atau tepung.
“Keunggulan fruktosa adalah tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis, sehingga lebih aman, terutama bagi penderita diabetes,” ujarnya.
Selain itu, Prof Katrin merekomendasikan buah dengan kadar air tinggi seperti semangka, melon, dan pepaya. Buah-buahan tersebut tidak hanya mengandung fruktosa, tetapi juga kaya akan air, vitamin, dan mineral yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
“Pepaya, misalnya, mengandung beta-karoten sebagai provitamin A yang bermanfaat bagi tubuh,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa tidak semua buah cocok dikonsumsi saat perut kosong. Jeruk nipis sebaiknya dihindari karena tingkat keasamannya yang tinggi dapat mengganggu lambung.
Durian juga perlu dibatasi karena kandungan gulanya yang tinggi berpotensi memicu lonjakan glukosa darah.
Sementara itu, nangka memiliki serat yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan kembung, serta salak perlu dikonsumsi dengan bijak dengan tetap mempertahankan lapisan putih kulit arinya.
Prof Katrin juga menyarankan konsumsi buah dua hingga tiga porsi per hari, setara 100–150 gram. Pola konsumsi tersebut membantu memenuhi kebutuhan glukosa, fruktosa, serat, vitamin, dan mineral.
Ia menegaskan, meskipun waktu makan selama Ramadan lebih singkat, asupan gizi tetap harus diperhatikan. “Agar tubuh tetap sehat dan bugar sepanjang ibadah puasa,” tandasnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Tips Memilih Telur dan Cara Menyimpan-Mengolah yang Tepat
KlikBogor – Telur merupakan sumber protein hewani bergizi tinggi yang mudah didapat dan terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
Meski harganya relatif terjangkau, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan belanja rumah tangga untuk rokok masih lebih besar dibandingkan telur.
Padahal, menurut Profesor Ilmu Gizi IPB University Prof Rizal M Damanik, konsumsi dua butir telur per hari dapat menjadi investasi sederhana dengan dampak besar bagi pertumbuhan anak.
Selain nilai gizinya, masyarakat juga perlu memahami cara memilih dan menyimpan telur dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga.
Ciri Telur Segar dan Berkualitas
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Niken Ulupi, membagikan panduan praktis mengenali telur berkualitas dari ciri fisiknya.
“Telur yang oval sempurna, terasa berat saat dipegang, dan cangkangnya kuat menandakan telur tersebut baik dan segar,” ujarnya dikutip Senin, 2 Maret 2026.
Meskipun tampilan luar tidak menentukan kandungan gizi telur, tetapi hal itu dapat menjadi indikator kesegaran.
“Yang terlihat dari luar itu tidak mencerminkan nilai gizi dari telurnya. Tapi kalau kualitasnya bagus, telur fresh, saat dipecahkan putih telurnya akan kental,” jelasnya.
Telur dengan ujung terlalu runcing atau cangkang kasar sebaiknya dihindari karena dapat menandakan gangguan kesehatan pada induk ayam.
Selain itu, telur yang bersih secara alami menunjukkan manajemen peternakan yang baik. “Kalau terlalu kotor, bisa jadi tempat menempelnya bakteri,” tambahnya.
Prof Niken juga meluruskan anggapan bahwa warna cangkang menentukan kualitas gizi. Menurutnya, perbedaan warna putih atau cokelat hanya dipengaruhi pigmen alami ayam.
“Nilai gizi telur itu sudah ditentukan secara genetik. Selama telur terbentuk sempurna, artinya kandungan gizinya sudah cukup,” ujarnya.
Kulkas atau Suhu Ruang?
Penyimpanan telur turut memengaruhi kualitas dan keamanan konsumsi. Prof Niken menyarankan telur disimpan di dalam kulkas agar dapat bertahan hingga satu bulan tanpa penurunan mutu yang signifikan.
“Pada suhu dingin, patogen akan ‘tidur’, sehingga perkembangan bakteri berhenti,” jelasnya.
Jika disimpan pada suhu ruang, telur sebaiknya tidak lebih dari tiga minggu dan dijauhkan dari sumber panas maupun bahan beraroma tajam karena telur mudah menyerap bau.
Ia juga mengingatkan agar telur dimasak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko bakteri seperti Salmonella atau E coli.
“Kalau tubuh kita sedang sehat, paparan bakteri bisa diatasi. Tapi kalau imunitas sedang turun, risikonya meningkat,” katanya.
Dengan memilih, menyimpan, dan mengolah telur secara tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat gizi optimal dari bahan pangan sederhana yang memiliki dampak besar bagi kesehatan dan kualitas generasi masa depan.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Vihara Dhanagun Bogor
KlikBogor – Ratusan anak yatim buka puasa bersama di pelataran Vihara Dhanagun, Kota Bogor pada Minggu sore, 1 Maret 2026. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Cap Go Meh-Bogor Street Festival (CGM-BSF) 2026.
“Tanggal 1 Maret ini acara buka puasa bersama 400 anak yatim yang ada di Kota Bogor. Hari ini juga sebagai awal pembuka menuju CGM-BSF,” kata Ketua CGM-BSF 2026, Arifin Himawan.
Ia menambahkan, selama tiga hari ke depan, kawasan Jalan Suryakencana akan diramaikan Pasar Malam Jadoel yang menghadirkan ratusan tenant kuliner, kopi legendaris, serta produk kreatif lokal Bogor.
Sementara puncak acara dijadwalkan pada 3 Maret, usai salat tarawih. Masyarakat akan disuguhkan parade budaya serta pertunjukan barongsai yang menjadi daya tarik utama setiap tahunnya.
“Puncaknya tanggal 3 Maret setelah salat tarawih akan ada parade budaya dan juga barongsai. Diharapkan masyarakat bisa datang ke Kota Bogor, sama-sama kita bergembira, supaya semuanya berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia menjelaskan, perayaan tahun ini memiliki perbedaan dibanding tahun sebelumnya. CGM-BSF 2026 bertepatan dengan bulan suci Ramadan sehingga waktu pelaksanaan acara menjadi lebih terbatas.
“Perbedaan tahun ini dengan tahun kemarin bersamaan dengan bulan suci Ramadan sehingga waktu untuk parade budaya dan lainnya lebih terbatas. Acara kebudayaan tetap ada, cuma tidak semaksimal di tahun lalu,” jelasnya.
Termasuk dalam hal pertunjukan barongsai, panitia membatasi peserta hanya dari Kota Bogor. Meski ada keinginan dari luar daerah untuk ikut berpartisipasi, keterbatasan waktu membuat panitia belum bisa mengakomodasi.
“Barongsai dibatasi karena kita ambil dari Kota Bogor saja tanpa ada kegiatan lainnya walaupun dari luar Kota Bogor ingin berpartisipasi, sehingga kita tidak bisa mengakomodir karena memang waktu yang terbatas,” katanya.
Acara buka puasa bersama mengangkat tema ‘Merajut Kebersamaan di Bulan Suci Ramadan’ ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Bogor, Wamendagri Bima Arya, serta tokoh agama dan masyarakat.
(ckl/hrs)
Serba Serbi
Buka Puasa Bersama Alumni IPB Perkuat Sinergi dan Aksi Sosial
KlikBogor – Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) melakukan berbagai kegiatan di bulan suci Ramadan 1447 Hijiriah, salah satunya melalui buka puasa bersama.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna DPRD Kota Bogor ini dihadiri Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, serta para alumni IPB lintas angkatan.
Ketua DPC HA IPB Kota Bogor, Ikman Siregar, menyampaikan, acara buka puasa bersama sekaligus silaturahmi ini melibatkan para alumni IPB yang berdomisili di Kota Bogor. Diketahui, dari sekitar 160.000 alumni IPB terdapat 20.000 orang di antaranya di Kota Bogor.
“Alhamdulillah hampir dihadiri oleh semua, termasuk Ketua Umum DPP HA IPB yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, DPD HA IPB Jawa Barat, Pak Wali Kota Bogor, Pak Ketua DPRD Kota Bogor, juga anggota DPRD Kota Bogor yang hampir 30 persen alumni IPB serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bogor,” katanya, Sabtu sore, 28 Februari 2026.
Menurutnya, sinergitas harus terus dibangun untuk memperkuat hubungan dengan konsep pentahelix antara IPB dan Pemerintah Kota Bogor serta alumni IPB karena sebagai masyarakat juga ingin berbuat untuk Kota Bogor.
Selain buka puasa bersama, para alumni IPB juga mengadakan kegiatan sosial berupa penyaluran Mushaf Alquran untuk korban banjir di Sumatra. Kemudian, santunan 1.200 anak yatim untuk di wilayah kota dan kabupaten Bogor yang dilakukan secara bertahap.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
