Parlementaria
Rapat dengan Dinkukmdagin, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Inflasi dan UMKM
KlikBogor – Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor, Selasa 27 Januari 2026. Rapat yang berlangsung di ruang rapat Komisi IV tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2026 serta regulasi.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, mengatakan rapat tersebut juga menyoroti sejumlah isu strategis, kenaikan harga bahan pokok salah satunya daging yang belakangan terjadi dan berpotensi memicu inflasi.
“Kita membahas tentang rencana kerja anggaran daging UMKM untuk 2026, lalu kita juga membahas isu-isu strategis termasuk harga pasar inflasi karena beberapa belakangan ini harga daging naik,” ujarnya.
Untuk itu, Komisi IV membutuhkan informasi dari Dinkukmdagin terkait langkah penanggulangan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia mengkhawatirkan kenaikan harga akan berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.
“Ini juga kita butuh informasi dari dinas terkait dengan penanggulangan. Apalagi kita mau menghadapi Lebaran, khawatirnya karena daya beli masyarakat ini kurang, harga naik. Ya itu bisa jadi dampak sosial lah, membebani masyarakat,” katanya.
Selain persoalan harga, Fajar menyebut, Komisi IV juga membahas arah regulasi yang akan diambil untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Kota Bogor. Meski investasi terus meningkat setiap tahun, serapan tenaga kerja dinilai belum optimal.
“Kedua terkait dengan regulasi apa yang memang kita mau ambil sebetulnya untuk penyerapan tenaga kerja, karena kita tahu bahwa investasi di Kota Bogor ini tiap tahun naik, tapi tenaga kerja ini masih belum terserap secara maksimal,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk Dinkukmdagin, Dinas Tenaga Kerja, serta dinas terkait lainnya, untuk merumuskan solusi dan regulasi yang lebih detail.
“Kemudian kolaborasi antar dinas, baik itu Dinkukmdagin dengan dinas ketenagakerjaan, dan dinas-dinas lain yang terlibat untuk mensolusikan, kalau perlu regulasi yang detail nanti kita buatkan. Tapi kita lagi coba cari informasi-informasi mana yang memang kita bisa lakukan untuk arah kebijakan,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Tri Kisowo Jumino, menambahkan bahwa isu penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama dalam rapat tersebut.
Tri mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar lebih aktif meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di tengah kondisi perekonomian saat ini.
“Saya menambahkan salah satu isu yang kita angkat tadi terkait dengan masalah UMKM. Kami berpikir Komisi IV mendorong agar Pemerintah Kota Bogor, khususnya Dinkukmdagin untuk mendorong lebih berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas dari UMKM,” ujarnya.
Ia juga menilai diperlukan kreativitas dan terobosan dari Pemkot Bogor, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta, akademisi, dan media.
“Dengan kondisi perekonomian sekarang ini saya pikir perlu kreativitas dan terobosan dari dinas maupun dari Pemerintah Kota Bogor. Dan tentunya perlu kolaborasi ke semua pihak, baik pihak swasta, pemerintah, akademisi, dan tentunya rekan-rekan media juga bisa mempromosikan usaha-usaha UKM yang ada di Kota Bogor,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah UMKM yang terdaftar di sistem Online Single Submission (OSS) melalui aplikasi SOLUSI (Sistem Operasional Layanan Usaha dan Sarana Promosi) mencapai sekitar 72 ribu. Komisi IV, lanjut Tri, meminta akses terbatas terhadap data tersebut untuk kepentingan pengawasan dan pembinaan.
“UMKM yang terdaftar di OSS melalui aplikasi yang di miliki Dinkukmdagin yaitu SOLUSI itu sekitar 72 ribuan data yang mereka beritahukan ke kita. Kita juga lagi mintakan akses, jadi kita mintakan akses terbatas, view only. Kita pengen datanya kita lihat,” ungkapnya.
Menurut Tri, data tersebut penting untuk mendorong UMKM agar dapat naik kelas. Ia berharap data yang diminta dapat segera dilengkapi oleh dinas terkait.
“Terkait dengan usaha kecil menengah ini supaya bisa naik kelas. Nah ini kita juga lagi cari datanya, pengin kita tanyakan datanya. Mudah-mudahan di hari Kamis bisa dilengkapi data-data yang kami minta,” pungkasnya.
(ckl/hrs)