Berita
PWI Kota Bogor dan Jaringan Hotel Siap Kolaborasi Majukan Pariwisata
KlikBogor – Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor masa bakti 2024-2027 melakukan kunjungan ke ASTON Bogor Hotel & Resort di kawasan Bogor Nirwana residence, Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Kamis, 21 November 2024.
Para wartawan itu melakukan pertemuan dengan saling berbagi informasi dan bertukar program terutama di bidang pariwisata dan perhotelan Kota Bogor.
General Manager ASTON Bogor Hotel & Resort, Nurhayati Basir mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut selain bersilaturahim juga mengajak pers untuk saling berbagi peran dalam pembangunan Kota Bogor terutama di sektor industri wisata dan perhotelan. Menurutnya, peran pers sangat dibutuhkan untuk ikut serta memberikan publik edukasi dan promosi.
“Kami mengucapkan terima kasih telah berkesempatan disambangi para pengurus PWI Kota Bogor, semoga ke depan silaturahmi ini terjalin kemitraan yang lebih baik,” ujarnya yang ditemani oleh Asst Marcomm Manager ASTON Bogor Hotel & Resort, Aldila Latanza dan Director of Sales & Marketing ASTON Bogor Hotel & Resort, Natalia Waani.
Pada kesempatan itu, Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi menyebutkan bahwa kedatangan para pengurus sebagai upaya terjalinnya kerja sama bagi media massa yang tergabung di keanggotaan PWI Kota Bogor sekaligus menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat oleh ASTON Bogor Hotel & Resort.
“Semoga silaturahim ini sebagai upaya kemajuan bersama untuk saling mendorong perkembangan sektor wisata dan perhotelan,” ujar pria yang akrab disapa Aldho itu.
Aldho menuturkan, sejak pelantikan pengurus baru pada 9 November lalu pihaknya langsung gencar menjalankan sejumlah program kerja.
“Mulai dari Jumat Sehat yang sekaligus diadakan arisan wartawan, dan berikutnya ingin menggandeng insan perhotelan karena kami kerap kali juga menerima dukungan dari beberapa hotel di Kota Bogor, termasuk ASTON Bogor Hotel & Resort,” ucapnya yang diamini pengurus.
Aldho berharap dapat menjalin hubungan timbal balik yang saling mendukung pengembangan program-program kedua belah pihak. Secara individual hotel yang butuh kerja sama atau berkenalan dengan media, PWI Kota Bogor menjembataninya.
“Kedua, akhirnya media juga mengenal hotel-hotel yang mungkin selama ini karena brand-nya secara jaringan bisa dikenal atau ada yang secara individual belum dikenal,” tandasnya.
Selanjutnya, PWI Kota Bogor mengunjungi HARRIS Hotel & Convention Cibinong City Mall (CCM) di Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor yang bersebelahan dengan mal terbesar dan terlengkap, yakni Cibinong City Mall.
“Berada di lokasi yang sangat strategis memberikan pilihan belanja dan hiburan yang nyaman bagi tamu dengan suasana perkotaan, karena kedekatan mal menjadi salah satu pilihan menarik di hotel kami,” ujar Marketing & Brand Manager HARRIS Hotel & Convention Cibinong City, Nazila.
Selain itu juga menerapkan konsep ramah lingkungan yang memadukan desain bebas plastik di seluruh hotel. “Komitmen terhadap keberlanjutan ini sejalan dengan dedikasi kami terhadap tanggung jawab lingkungan menawarkan pilihan penginapan yang sadar lingkungan dan ramah lingkungan kepada tamu,” papar perempuan yang kerap disapa Zia itu.
Senada, Marketing & Brand Manager HARRIS Sentul City Bogor, Tria Anggraeni menambahkan sebagai tempat pilihan untuk liburan maupun staycation di Bogor dengan pemandangan taman hijau yang memanjakan mata dengan beragam fasilitas, seperti Outdoor Playground, Dino Kids Club hingga Harris Field.
“HARRIS Sentul City hotel yang bersahabat dan mudah dijangkau serta fokus untuk banyak memberikan aspirasi dan energi positif kepada para tamu serta untuk gaya hidup yang lebih sehat dan lebih baik serta dinamis dengan sentuhan warna oranye di berbagai tempat. Memiliki atmosfer yang rileks, modern dan berjiwa muda,” pungkas Tria.
(red)
Berita
SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.
Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.
“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.
Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.
“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.
Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.
“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.
“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.
(hrs)
Berita
Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.
“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.
Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.
Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.
“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.
Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.
“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.
Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.
“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.
Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.
(ckl/hrs)
Berita
Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.
Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.
“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.
“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.
Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.
“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.
Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.
“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
