Berita

Pembelajaran Tatap Muka di Kota Bogor Kembali Digelar

Published

on

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama siswa SDN Gunung Batu 2 tengah melakukan penanaman pohon dalam rangkaian penutupan Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin, 20 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pemerintah Kota Bogor memutuskan untuk kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di satuan pendidikan mulai Rabu, 9 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah kualitas udara di wilayah Kota Bogor dinilai relatif membaik.

PTM kembali dilaksanakan pada satuan pendidikan, meliputi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta, Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB), serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi bersama sejumlah pihak dan PTM juga mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara dari dua stasiun pemantau udara di wilayah Bogor.

“Hasil rapat koordinasi kami dengan kepala kantor Kementerian Agama Kota Bogor, kemudian Korwil SPPG Kota Bogor, Sekda dan juga unsur OPD, termasuk Wakil Wali Kota, tadi sudah putuskan bahwa berdasarkan pemantauan dan evaluasi dari stasiun pemantau udara di wilayah Bogor itu ada dua, yang pertama dari Leuwiliang dan satu lagi IPB Commuter Center,” kata Dedie Rachim, Selasa, 8 September 2026.

Baca juga: TK, SD dan SMP di Kota Bogor Belajar dari Rumah Mulai Besok

Ia lanjut menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan tersebut, kondisi kualitas udara relatif membaik. Dengan adanya indikator peningkatan kualitas udara, Pemkot Bogor memutuskan untuk mengembalikan kegiatan pembelajaran secara tatap muka.

“Kondisi kualitas udara relatif membaik. Oleh karena itu, dengan indikator yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas, maka kami putuskan bahwa per tanggal 9 September 2026 pembelajaran tatap muka akan diberlakukan kembali di wilayah Kota Bogor,” ujarnya.

Baca juga: IPB University Kirim 1,2 Ton Nasi Steril untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Meski PTM kembali diberlakukan, Dedie Rachim mengimbau seluruh kepala sekolah dan jajaran satuan pendidikan untuk melakukan persiapan secara optimal. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya paparan debu akibat abu vulkanik.

“Saya juga mengimbau kepada kepala sekolah dan jajarannya agar mempersiapkan dengan sebaik-baiknya supaya anak-anak masuk ke sekolah dalam kondisi bersih, tidak ada debu, tetap mengurangi aktivitas di luar ruang, memakai masker, pakaian tertutup, dan memastikan seluruh protokol kesehatan terpenuhi,” tutur Dedie Rachim.

Sebelumnya, Pemkot Bogor menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Krakatau. Dalam surat edaran, pelaksanaan PJJ diberlakukan pada 7 hingga 8 September 2026.

(hrs/ckl)

1 Comment

  1. Pingback: Pelajar SMPN 11 Kota Bogor Ciptakan Perahu Pintar Pengangkut Sampah 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version