Berita
IPB University Kirim 1,2 Ton Nasi Steril untuk Warga Terdampak Gempa NTT
KlikBogor – Sebanyak 1,2 ton nasi steril disiapkan IPB University untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikirim melalui jalur darat dalam rangkaian aksi kemanusiaan IPB Peduli.
Pelepasan bantuan dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026 di Science Techno Park (STP) IPB, Taman Kencana, Kota Bogor. Kegiatan tersebut mencakup laporan pelaksanaan penggalangan donasi, sambutan dan arahan Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet, foto bersama, serta pelepasan bantuan secara simbolis melalui flag off.
IPB University melalui IPB Peduli menggalang bantuan bersama berbagai pihak sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat terdampak bencana di NTT. Aksi tersebut melibatkan Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB, Yayasan Satu Umat Alumni SMAN 70 Jakarta, serta BEM SI, yang dihimpun melalui BEM KM IPB.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penggalangan donasi, penyediaan bantuan pangan, serta mobilisasi relawan dan bantuan menuju wilayah terdampak. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi bentuk keterlibatan sivitas akademika dan jejaring alumni dalam merespons kondisi darurat kemanusiaan.
“Tentu kita tidak hanya berhenti untuk memberikan bantuan yang sifatnya tanggap darurat, tapi IPB juga berkomitmen untuk pemulihan jangka panjang jika dibutuhkan, baik untuk meningkatkan kembali ketahanan pangan, ketahanan air, dan juga dari dukungan psikososialnya dan lingkungannya,” kata Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet.
Baca juga: Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran TPAS Galuga Bogor
Salah satu bantuan utama yang disiapkan adalah 1,2 ton nasi steril atau sejumlah 6,350 pcs nasi steril yang akan dikirim ke wilayah terdampak melalui jalur darat. Bantuan ini dipilih karena karakteristiknya yang praktis untuk kebutuhan pangan dalam situasi darurat.
Selain bantuan pangan, aksi kolaborasi tersebut juga menghimpun dukungan dana dengan nilai Rp30 juta, Rp8 juta, dan Rp25 juta serta instalasi air minum. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Diketahui, nasi steril dikembangkan sebagai pangan siap makan yang dapat disimpan lebih lama. Teknologi sterilisasi dan pengemasan memungkinkan produk tetap aman dan praktis untuk dikonsumsi dalam kondisi ketika akses terhadap dapur, bahan bakar, maupun air bersih terbatas.
IPB University sebelumnya telah mengembangkan nasi steril siap makan sebagai salah satu inovasi pangan untuk kondisi kebencanaan. Produk tersebut dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak atau dipanaskan, sehingga lebih mudah didistribusikan ke lokasi bencana.
Keunggulan tersebut menjadi penting dalam situasi darurat. Ketika fasilitas memasak dan akses air bersih belum sepenuhnya tersedia, pangan siap makan dapat membantu masyarakat memperoleh asupan makanan dengan proses yang lebih sederhana.
Pengembangan pangan steril juga terus dilakukan di lingkungan IPB University. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa produk nasi steril dapat dikembangkan sebagai pangan ready-to-eat yang aman, praktis, dan memiliki daya simpan pada suhu ruang.
Baca juga: 63 Inovasi Karya Pelajar hingga Masyarakat Dipamerkan di BIA 2026
Ketua Umum Aksi Relawan Mandiri (ARM) Himpunan Alumni IPB, Ir. Ahmad Husein, M.Si., mengatakan, bantuan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghilangkan sepenuhnya dampak psikologis yang dialami anak, tetapi membantu menekan tekanan agar tidak semakin berat.
“Jaringan alumni ARM IPB University telah berkomitmen dan bekerja di wilayah yang agak jauh dari jangkauan. Ketika terjadi bencana, jaringan alumni di berbagai daerah dapat bergerak lebih cepat dan membantu menjangkau wilayah yang aksesnya terbatas,” ungkap Ahmad.
Menurutnya, sinergi antara IPB University dan jaringan alumni juga memungkinkan bantuan lebih cepat dimobilisasi hingga ke wilayah pelosok. Dalam penanganan bencana, ARM berperan dalam mobilisasi relawan dan distribusi bantuan di lapangan, sementara IPB University mendukung melalui donasi dan sumber daya yang tersedia.
Pada penyaluran bantuan kali ini, sebanyak 6.350 bungkus atau sekitar 1,27 ton nasi steril akan dikirim melalui jalur darat. ARM menargetkan bantuan tersebut dapat tiba di lokasi dalam waktu maksimal satu minggu. Tantangan distribusi salah satunya berasal dari kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih sehingga sejumlah wilayah hanya dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua.
“Kami berharap sinergi ini patut dipertahankan, karena IPB dan alumni sebenarnya saling mendukung dan saling membantu,” kata Ahmad.
Melalui IPB Peduli, IPB University berharap bantuan yang dikirim dapat segera menjangkau masyarakat terdampak gempa NTT. Kolaborasi antara kampus, alumni, mahasiswa, dan berbagai mitra menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas sekaligus menghadirkan solusi berbasis pengetahuan dan inovasi di tengah kondisi bencana.
Bagi IPB University, respons terhadap bencana tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Keterlibatan perguruan tinggi juga diarahkan untuk menghadirkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara praktis, termasuk melalui penyediaan pangan darurat yang lebih mudah didistribusikan dan dikonsumsi.
(rls/hrs)
Pingback: Pengiriman 18 Kg Ganja Bogor-Sidoarjo Digagalkan Polisi