Berita
Padat Karya di Kota Bogor Sasar Lokasi Terdampak Bencana
KlikBogor – Pekerja padat karya yang memasuki tahap ketiga mulai kembali bekerja pada Rabu, 19 November 2025. Mereka diminta melakukan pembersihan di wilayah, terutama di titik-titik yang berpotensi terjadi bencana.
Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberi peringatan bahwa wilayah Bogor berpotensi mengalami angin kencang dan hujan lebat.
Untuk itu, saat memimpin apel pekerja padat karya di halaman Kolam Retensi Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menegaskan agar para pekerja menyasar lokasi-lokasi yang kerap terdampak bencana, baik ringan maupun sedang.
“Apa yang dikerjakan tentu sesuai dengan kebutuhan wilayah. Contohnya di Cibuluh ini dekat kolam retensi, beberapa waktu terakhir sering terjadi banjir akibat penyempitan saluran air dan pendangkalan drainase yang ada antara saluran Ciheuleut dan Cibuluh,” urainya.
Padat karya kali ini, sambungnya, menjadi pemicu gerakan beberesih wilayah agar pendangkalan saluran air minimal bisa berkurang.
Pekerjaan berlangsung selama 10 hari dengan durasi kurang lebih lima jam per hari. Para pekerja padat karya mendapat makan siang dan honor harian sebesar Rp120.000.
“Jadi ini ikhtiar untuk menambah penghasilan dan pendapatan warga masyarakat, walaupun hanya 10 hari. Tapi ikhtiar ini setiap tahun terus ada, termasuk program-program lainnya. Job fair dan BLK terus kita aktivasi agar peningkatan ekonomi dan daya beli masyarakat bisa bertambah dan meningkat,” paparnya.
Padat karya tahap ketiga ini diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), dengan total pekerja dari tahap pertama hingga sekarang mencapai 1.700 orang.
“Pesertanya diambil salah satunya dari para pengamen yang kemarin terjaring razia oleh saya, lalu dari desil masyarakat tidak mampu melalui aspirasi wakil rakyat, kemudian dari forum RW yang memang terlibat langsung mendata warga menganggur yang masuk desil 1 sampai 5,” tutupnya.
Ditempat yang sama, Anggota DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menyebut, program padat karya sebagai bentuk kolaborasi antara Pemkot Bogor dengan DPRD.
“Ini wujud kolaborasi untuk mendukung program Dedie-Jenal. Bahkan anggaran dialihkan dari pos perjalanan dinas DPRD sebesar sekitar Rp3,2 miliar. Ini bukti komitmen DPRD mengikuti arahan Presiden dan mendukung program prioritas Wali Kota,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penuntasan masalah banjir di Bogor Utara. Ia menyebut bahwa kolam retensi Cibuluh perlu ditinjau ulang terhadap Detail Engineering Design (DED) karena fungsinya belum optimal.
“Kolam retensi ini baru terisi kalau banjir sudah terjadi di Cibuluh dan Tanah Baru. Ini harus dikaji ulang. Dulu tahun 2021 kami sudah sidak bersama wali kota, tapi saat itu asetnya belum diserahterimakan ke pemkot, sehingga belum bisa dieksekusi,” ungkapnya.
Setelah aset ini resmi diserahterimakan kepada Pemkot Bogor, kata Endah, DPRD mendorong percepatan penanganan.
“Alhamdulillah sekarang sudah bisa dieksekusi. DED-nya akan di-review dan dibenahi agar fungsi kolam retensi bisa berjalan sebagaimana mestinya,” tandasnya.
Plt. Kepala Disnaker Kota Bogor, Taufik, menambahkan selama sepuluh hari ke depan, 263 pekerja di tahap ketiga ini serentak melakukan aksi bersih-bersih di enam kecamatan.
Rinciannya terdiri dari 50 pekerja seni, 50 dari paguyuban RW, dan 163 pekerja rentan.
“Yang di Cibuluh ini hanya perwakilan dari dua kecamatan, yaitu Bogor Utara dan Tanah Sareal,” pungkas Taufik.
(ckl/hrs)