Berita
Mengulas Peluang dan Tantangan Beternak Puyuh di Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor
KlikBogor – Untuk mendukung pengembangan agribisnis di Indonesia dan menyediakan sumber protein alternatif bagi Program Makanan Bergizi Gratis Nasional, PT. Sukaharja Quail Indonesia, Asosiasi Puyuh Indonesia, dan Quail Innovation Center di Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor menggelar Workshop Beternak Puyuh: Peluang dan Tantangannya.
Acara yang berlangsung di Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor ini diikuti sejumlah peserta dari berbagai kalangan, antara lain peternak, pengusaha, akademisi, pelaku UMKM, pengusaha Horeka (Hotel, Restoran, Katering), serta media.
Workshop ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang opportunity economy atau peluang ekonomi dalam beternak puyuh. Konsep ini menciptakan kesempatan kerja, mendorong inovasi, dan mendukung pertumbuhan yang merata.
Antusias peserta dari berbagai kalangan saat mengikuti workshop Beternak Puyuh: Peluang dan Tantangannya di Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor.
Workshop ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. (HC) Slamet Wuryadi, Ketua Asosiasi Puyuh Indonesia dan Direktur Utama PT. Sukaharja Quail Indonesia yang memaparkan materi Kiat Beternak Puyuh yang Menguntungkan.
Slamet Wuryadi mengatakan, hal penting efisiensi manajemen peternakan puyuh untuk memastikan keberlangsungan dan profitabilitas.
“Beternak puyuh memiliki potensi besar, terutama jika kita mampu mengelola pakan, suhu, dan kesehatan puyuh dengan baik. Hal ini bisa menjadi usaha yang sangat menguntungkan jika dikelola dengan benar,” ujarnya.
Sementara narasumber Profesor Erliza Hambali dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University dalam workshop ini memaparkan materi Peluang Investasi di Sukaharja Smart Quail Farm.
Ia mengatakan bahwa industri puyuh saat ini semakin modern dengan adopsi teknologi peternakan yang canggih, yang memungkinkan peningkatan efisiensi dan produksi.
“Smart Quail Farm adalah salah satu inovasi yang memungkinkan peternak untuk meningkatkan hasil ternak melalui manajemen berbasis teknologi, sekaligus menawarkan peluang investasi yang menjanjikan,” jelas Profesor Erliza.
Produk Olahan Puyuh untuk Mendukung Program Makanan Bergizi Gratis Nasional menjadi materi yang dipaparkan oleh Chef Saleha, M.M.Par, yang berpengalaman lebih dari 30 tahun di bidang kuliner.
Saleha yang juga Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor mengatakan bahwa olahan daging dan telur puyuh kaya akan nutrisi dan dapat diintegrasikan dalam program makanan bergizi.
“Daging dan telur puyuh mengandung nutrisi yang sangat tinggi, terutama protein, zat besi, dan vitamin B12. Produk olahan ini dapat menjadi alternatif dalam program makanan sehat bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Chef Saleha juga menunjukkan cara kreatif mengolah telur dan daging puyuh untuk membantu mengatasi stunting dan kekurangan gizi pada anak-anak dan ibu hamil di Indonesia.
Aneka olahan makanan dari telur dan daging puyuh disajikan dalam workshop Beternak Puyuh: Peluang dan Tantangannya di Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor.
Untuk diketahui, Quail Innovation Center (QIC) yang berlokasi di Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor akan menjadi pusat informasi dan inovasi tentang budidaya puyuh dari hulu ke hilir, terbuka untuk masyarakat lokal dan internasional. QIC akan mendukung pengembangan bisnis puyuh secara berkelanjutan, serta menjadi pusat teknologi dan inovasi terpercaya.
(hrs)