Serba Serbi

Mahasiswa IPB Ajari Ibu-Ibu di Nanggung Olah Wol Domba Bernilai Jual

Published

on

Ibu-ibu di Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tengah mengikuti pelatihan pengolahan wol domba menjadi produk bernilai ekonomi. Dok. IPB University

KlikBogor – Himpunan Mahasiswa Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (Himaproter) IPB University melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) menggelar ‘KreaWol’, kegiatan pemberdayaan ibu-ibu untuk mengolah wol domba menjadi produk bernilai ekonomi.

Program tersebut dilaksanakan di Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dengan menghadirkan pelatihan pengolahan wol, demonstrasi pembuatan gantungan kunci berbahan isian wol domba, serta pembuatan media tanam berbahan wol domba yang dipadukan dengan benih tanaman.

“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memanfaatkan limbah wol sebagai produk kreatif sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal,” kata mahasiswa Fakultas Peternakan IPB University yang juga anggota tim PPK Ormawa Himaproter, Arsye Matullah Widianto dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.

Arsye menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali pengenalan potensi wol domba sebagai hasil samping peternakan yang masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga: 2027, Pembangunan Kota Bogor Fokus Transformasi Digital dan Penguatan SDM

Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai karakteristik wol, proses pengolahan sederhana, serta peluang pengembangan produk kreatif yang memiliki nilai jual, yaitu gantungan kunci.

Para peserta yang terdiri dari pemudi dan ibu-ibu mengikuti demonstrasi pembuatan gantungan kunci yang disi dengan wol domba sebagai inovasi pengganti dakron.

Tim mendampingi peserta mulai dari proses pengisian wol, perakitan aksesori, hingga tahap finishing sehingga menghasilkan suvenir yang menarik dan siap dipasarkan.

Pada kegiatan ini, tim juga bekerja sama dengan Divisi “Pengolahan Produk Peternakan (P3)” Himaproter memperkenalkan inovasi media tanam berbahan wol domba yang dipadukan dengan benih tanaman.

Demonstrasi ini menunjukkan bahwa wol domba dapat dimanfaatkan sebagai media tanam yang mampu menjaga kelembapan, sehingga mendukung pertumbuhan benih sekaligus memperluas pemanfaatan limbah wol menjadi produk yang ramah lingkungan.

“Kami berharap melalui KreaWol, masyarakat tidak hanya mengenal wol domba sebagai limbah peternakan, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Ketua Divisi P3 Himaproter, Prasetyo.

Baca juga: Ibu-Ibu KWT Geulis Situgede Belajar Olah Stik Talas Beku

Melalui KreaWol, tim PPK Ormawa Himaproter juga berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal untuk mengembangkan produk kreatif berbasis wol domba sebagai peluang usaha baru di Desa Hambaro.

Pemanfaatan wol yang sebelumnya belum bernilai ekonomi diharapkan mampu menjadi produk inovatif yang mendukung peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi limbah hasil samping peternakan.

Ke depan, KreaWol diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri, kreatif, dan berdaya melalui optimalisasi potensi lokal secara berkelanjutan.

(rls/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version