Serba Serbi

Kota Bogor Akselerasi Pembentukan Komunitas Lansia

Published

on

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat menyerahkan bantuan kepada para lansia di Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Kota Bogor di Aula Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Foto/istimewa.

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendukung percepatan pembentukan komunitas lansia di setiap RW di Kota Bogor.

Hal itu disampaikan Dedie Rachim saat menghadiri Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Kota Bogor di Aula Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin lalu.

Dedie Rachim mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pencanangan percepatan pembentukan komunitas lansia di Kota Bogor.

“Ada 804 RW di Kota Bogor dan harapan lansia di HLUN ini mereka memiliki  kelompok-kelompok yang tujuannya untuk menjadi sarana silaturahmi bertukar ide, curhat, berkarya, berdaya, dan berikan manfaat untuk warga lain,” ujarnya dikutip Rabu, 28 Mei 2025.

Salah satu tugas yang nantinya akan diemban, ia menitipkan agar lansia memonitor lingkungan dalam rangka pencegahan adanya pelecehan dan kekerasan seksual. Karena seperti diketahui kasus-kasus tersebut terjadi di lingkungan terkecil.

“Yang saya titipkan kepada para lansia ini adalah memonitor lingkungan untuk mengantisipasi kejahatan seksual, pelecehan seksual, narkoba, dan kenakalan remaja,” kata Dedie Rachim.

Para lansia memiliki peran untuk meningkatkan lingkungan sekitar, seperti tetangganya, anaknya, dan remajanya, paling tidak ada yang memberikan nasihat untuk mereka.

Dengan demikian, kehadiran komunitas ini dibentuk untuk memperkuat komitmen untuk tetap berkontribusi.

Sementara itu, Ketua Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kota Bogor, Aisyah Wan Grainie mengatakan bahwa tema HLUN tahun ini yaitu Lansia Sejahtera Indonesia Bahagia.

“Tapi untuk Kota Bogor kita tambahkan melalui pengembangan komunitas lansia sebagai wadah terdepan dalam peningkatan pemberdayaan dan solidaritas lansia,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dari Dedie Rachim ini bisa memicu percepatan pembentukan komunitas lansia di setiap RW.

“Target kita 15 persen dari jumlah RW. Dalam waktu dua minggu ini kita harapkan bisa terbentuk dua, kemudian ke depan setiap bulan juga bisa terbentuk dua komunitas di dua RW,” ujarnya.

Nantinya, setiap komunitas lansia di tingkat RW ini akan dimotori oleh lima hingga enam lansia.

“Sehingga para lansia ini bisa berdaya, karena keberadaan komunitas akan membangun kesadaran kolektif,” ujar Aisyah.

Dalam momentum ini juga dilaksanakan penyerahan bantuan kepada para lansia.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version