Parlementaria
Komisi IV Minta Pemkot Bogor Tetap Tingkatkan Mutu Pendidikan
KlikBogor – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Tri Riyanto Andhika Putra, mendampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri peresmian ruang kelas baru SDN Cimanggu dan SDN Kencana 1.
Dalam kesempatan itu, Riyan turut mengecek dua sekolah yang selesai direnovasi dengan menggunakan APBD Kota Bogor.
Riyan juga meminta komitmen kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk tetap meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bogor.
“Harus ada komitmen dari pemkot karena kami menginginkan mutu pendidikan yang naik kelas dengan pendidikan yang merata, aman dan nyaman bagi seluruh anak di Kota Bogor,” kata Riyan.
Berdasarkan hasil rapat kerja dan pengawasan yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD Kota Bogor, Riyan megungkapkan, terdapat dua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemkot Bogor ke depan.
Pertama, peningkatan mutu tenaga pendidik. Riyan menilai untuk menciptakan generasi emas, perlu tenaga pendidik yang mumpuni.
Ia lanjut mengungkapkan dengan adanya penambahan ruang kelas ataupun sekolah baru, maka akan menghadirkan tantangan baru, yakni kurangnya tenaga didik yang harus diselesaikan.
Berdasarkan data yang ia pegang, di 2025 ini belum ada tenaga didik baru untuk mengajar di sekolah, sedangkan data menyebut 20 guru pensiun setiap bulannya.
“Nah di sini tugas Dinas Pendidikan untuk memastikan, setiap guru yang mengajar di Kota Bogor memiliki kapabilitas, maka harus diberikan pelatihan yang baik pula, serta perencanaan perekrutan yang jelas,” ujarnya.
Kedua, Riyan menyinggung soal pemerataan dan akses fasilitas pendidikan. Menurutnya, pemerataan akses pendidikan masih jauh dari kata cukup.
Sebab, beberapa kelurahan yang berada di wilayah pinggiran kota masih belum memiliki sekolah negeri, dan sebarannya masih terpusat di tengah saja.
Ia pun berharap dengan adanya program Bogor Cerdas yang dicanangkan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Wakilnya, Jenal Mutaqin, pemerataan sekolah bisa tercapai.
Selain itu, fokus utama komisi IV akan memastikan penggunaan bantuan operasional sekolah (BOS) tepat sasaran, sehingga tidak ada lagi peserta didik yang putus sekolah.
“Terkait fasilitas, saya berharap adanya penambahan sarana prasarana seperti meja dan bangku untuk ruang kelas yang harus diisi,” pungkas Riyan.
(ckl/hrs)