Berita
Komisi IV DPRD Bahas Hasil Audit Dispora Terkait GOM Bogor Utara
KlikBogor – Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor di Ruang Rapat Komisi IV Gedung DPRD Kota Bogor.
Rapat tersebut membahas hasil audit Dispora, khususnya terkait kondisi Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Utara, serta evaluasi persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 di mana Kota Bogor akan menjadi tuan rumah.
Ketua Komisi IV, Fajar Muhammad, mengatakan bahwa rapat dihadiri langsung oleh Kepala Dispora beserta jajaran dan difokuskan pada dua hal utama, yakni hasil audit fasilitas olahraga dan kesiapan penyelenggaraan Porprov mendatang.
“Sudah dijelaskan oleh Kadispora berdasarkan dokumen resmi bahwa GOM Bogor Utara sudah ditetapkan sebagai status bencana yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan juga sudah dengan SK Wali Kota,” ujar Fajar dikutip Rabu, 8 April 2026.
Terkait dengan robohnya fasilitas di GOM Bogor Utara, lanjut Fajar, tidak hanya faktor bencana, tetapi juga minimnya pemeliharaan.
“Terkait dengan terjadinya roboh, Kadispora juga telah menyampaikan kepada Komisi IV bahwa tidak adanya maintenance yang mumpuni. Anggaran perbaikan beberapa kali dicoret yang pada akhirnya kerusakan-kerusakan kecil menjadi besar.
Komisi IV pun telah mengingatkan Dispora agar lebih memperketat pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas olahraga ke depan.
Selain itu, dalam rapat juga dibahas rencana pembangunan tahap kedua di GOR Pajajaran, termasuk penambahan fasilitas seperti karpet anti-slip untuk meningkatkan keamanan pengguna.
“Kadiispora sudah sampaikan untuk membantu pengadaan karpet secara pribadi demi mencegah potensi kecelakaan,” katanya.
“Kami mengapresiasi langkah Dispora. Harapannya ke depan, pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan kesiapan Porprov 2026 bisa maksimal,” imbuhnya.
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, membenarkan adanya dua faktor utama penyebab kerusakan di GOM Bogor Utara. Pertama adalah faktor bencana yang dibuktikan dengan laporan BPBD pada 20 Februari.
“Di situ ada pohon tumbang dan juga di Cimahpar ada pohon tumbang dan ada robohnya pagar di sana,” kata Anas.
Faktor kedua, lanjut Anas, adalah kurangnya pemeliharaan infrastruktur. Ia mencontohkan bagian pipa penyangga pagar yang mengalami kerusakan sehingga air hujan masuk dan memicu korosi.
“Tapi kalau ada pemeliharaan kan itu akan diganti sehingga tetap utuh tertutup sehingga kemungkinan korosi karena masuknya air itu akan berkurang,” ungkapnya.
Terkait fasilitas di GOR Pajajaran, Dispora berkomitmen melanjutkan pembangunan tahap kedua agar hasilnya lebih optimal. Untuk kebutuhan tambahan seperti karpet anti-slip, pihaknya akan mencari solusi, baik melalui dana pribadi, kontribusi pihak ketiga, maupun sponsor.
“Harganya tidak terlalu mahal, Kami sedang upayakan agar bisa segera tersedia demi keamanan pengguna,” ucapnya.
(ckl/hrs)