Pemerintahan

Intip BIA Kota Bogor, Ada Ratusan Inovasi Karya Anak Bangsa

Published

on

Kepada Bapperida Kota Bogor Rudi Mashudi mendampingi Sekretaris BSKDN Kemendagri Naudy R. P. Tendean meninjau inovasi-inovasi peserta Bogor Innovation Award di Bogor Creative Center. 

KlikBogor – Bogor Innovation Award (BIA) kembali digelar di Gedung Bogor Creative Center. Acara yang digelar pada 4-5 September 2024 ini menghadirkan 209 inovasi dari anak bangsa.

Ajang tahunan yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor kali ini berbeda dari sebelumnya. Tahun ini diikuti peserta dari luar Kota Bogor.

Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudi Mashudi mengatakan, BIA menjadi ruang untuk semua pemangku kepentingan terutama mereka yang memiliki kreativitas dan inovasi agar bisa diimplementasikan di ajang ini.

“Ruang-ruang ini kami berikan mulai dari (pelajar) SMP dan SMA, perguruan tinggi dan lembaga penelitian, masyarakat, komunitas sampai ASN (aparatur sipil negara),” tutur Rudi, Rabu, 4 September 2024.

Ia mengatakan, BIA tahun ini diikuti 209 peserta yang sebelumnya telah melalui berbagai tahapan. Mulai dari administrasi, pengecekan substansi, verifikasi faktual lapangan hingga wawancara.

Adapun inovasi-inovasi yang dihadirkan oleh para peserta mulai dari bidang energi terbarukan, lingkungan hidup, pangan, ekonomi kreatif, dan juga kesehatan.

“Bagi kami ini (BIA) menjadi ruang kedekatan pemerintah dengan masyarakat dalam mengembangkan inovasi sebagai bagian dari ekosistem inovasi,” ujar Rudi.

Pihaknya juga mengaku kegiatan ini tidak lepas dari pembinaan Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategis Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) yang menyelenggarakan Innovative Government Award (IGA).

Kemudian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat yang menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB).

Rudi mengungkapkan bahwa yang membedakan BIA dari sebelumnya, pada tahun 2024 ini turut diikuti beberapa daerah lain di Jawa Barat. Hal itu dilakukan setelah adanya masukan dari pemerintah pusat.

“Salah satu bagian yang berbeda dari tahun sebelumnya, kami mendapat masukan untuk dikembangkan ke arah aglomerasi. Maka hari ini ada Cianjur, Subang, Pangandaran, Tangerang Selatan, Sukabumi hadir memberikan apresiasi, bahkan ada beberapa menampilkan inovasinya,” paparnya.

Ke depan, pihaknya juga berkeinginan untuk membangun sebuah komunitas inovasi di Kota Bogor. Sebab dari rencana visi Kota Bogor 20 tahun ke depan sebagai Kota Sains Kreatif Maju dan Berkelanjutan.

“Karena visi Kota Bogor 20 tahun ke depan sesuai Rancangan RPJPD yang sekarang sudah di gubernur, adalah Kota Sains Kreatif Maju dan Berkelanjutan,” katanya.

Terlebih, ia memahami bahwa Kota Bogor tidak mempunyai sumber daya alam. Maka dari itu, sumber daya manusia dengan kreativitasnya dan inovasinya akan membangun Kota Bogor ke depan.

Untuk penilaian, Bapperida melibatkan lima juri dari BSKDN Kemendagri, Badan Riset dan Informasi Nasional (BRIN), BP2D Provinsi Jawa, Kabag Organisasi Setda Kota Bogor, dan IPB University.

Baca juga: Hebat! Pelajar SD di Bogor Bikin Detektor Asap Rokok 

Rudi juga menjelaskan bahwa pihaknya memfasilitasi terkait Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk inovasi-inovasi dalam BIA.

“Tahun-tahun sebelumnya sudah 28 inovasi BIA yang kami fasilitasi HAKI-nya, bahkan satu sudah dikerjasamakan dengan LKST IPB untuk dilakukan inkubasi meningkatkan graduasi dari UMKM biasa menjadi lebih baik,” tandasnya.

(hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version