Pemerintahan

Indeks SPI Kota Bogor Tertinggi ke 2 di Jawa Barat

Published

on

Wali Kota Bogor terpilih Dedie A. Rachim (tengah) bersama Kepala Inspektorat Daerah Kota Bogor Pupung W. Purnama (kanan) dan Inspektur Pembantu Khusus Jimmy VP Hutapea saat menghadiri peluncuran SPI oleh KPK di Jakarta. Dok. Pemkot Bogor.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Inspektorat Daerah menerima undangan langsung dalam peluncuran Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pada Rabu kemarin.

Hal tersebut diberikan karena Pemkot Bogor berhasil meraih nilai tertinggi ke-2 dari 27 kabupaten atau kota di Jawa Barat.

Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Daerah Kota Bogor, Jimmy VP Hutapea, mengatakan bahwa Wali Kota Bogor mendapat apresiasi dari KPK atas tren indeks SPI Pemkot Bogor yang menunjukkan progresivitas dari 2022 hingga 2024.

Jimmy menjelaskan bahwa SPI mengukur tingkat risiko korupsi di instansi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. “Output-nya bukan hanya berupa indeks, tetapi juga rekomendasi untuk perbaikan sistem pencegahan korupsi,” ujarnya dikutip Sabtu, 25 Januari 2025.

Indeks SPI Kota Bogor di 2024 sebesar 77,54, berada di atas rata-rata indeks SPI kota atau kabupaten se-Jawa Barat yang sebesar 69,75, maupun indeks SPI Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 73,84.

Dengan capaian nilai ini, Pemkot Bogor menduduki peringkat kedua tertinggi dalam pencapaian nilai SPI di Jawa Barat.

“Dengan tren indeks SPI Kota Bogor yang terus meningkat dari tahun 2022 hingga 2024,” tambahnya.

Atas peningkatan ini, terang Jimmy, indeks SPI Kota Bogor dalam kurun waktu tiga tahun, yakni sebesar 73,05 pada 2022, kemudian naik menjadi 76,18 pada 2023, dan mencapai 77,54 pada 2024.

Turut hadir Wali Kota Bogor terpilih periode 2025-2030 Dedie A. Rachim yang juga mantan pejabat KPK.

(red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version