Berita

Hutan Kota Bakal Dibangun di Kecamatan Kabupaten Bogor

Published

on

Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Wakilnya, Jaro Ade dan Forkopimda Kabupaten Bogor melakukan penanaman pohon di Hutan Organik, Kecamatan Megamendung, Rabu, 5 November 2025. Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor.

KlikBogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana akan memperluas ruang hijau melalui pembangunan hutan kota di seluruh kecamatan mulai 2026 mendatang.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Bogor, Rudy Susmanto ke Hutan Organik milik keluarga Hj. Rosita di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, pada Rabu 5 November 2025.

Hadir pula Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Danlanud ATS, Camat, dan jajaran Pemkab Bogor.

Dalam kesempatan itu, Bupati bersama Wakil Bupati dan Forkopimda Kabupaten Bogor melakukan penanaman pohon di lokasi tersebut.

Ia menyampaikan bahwa langkah tersebut terinspirasi dari semangat keluarga Hj. Rosita yang secara mandiri membangun dan merawat hutan organik di atas lahan seluas 30 hektar selama dua dekade terakhir.

“Kami sangat bangga dan terinspirasi. Satu keluarga saja bisa mengubah lahan tandus menjadi hutan hijau produktif. Ini bukti bahwa menjaga alam tidak selalu butuh modal besar, tetapi ketulusan, komitmen, dan kerja keras,” ujar Rudy.

Hutan organik ini kini tumbuh subur dan memberi manfaat ekologis yang luas, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Bogor, tetapi juga bagi lingkungan secara global melalui pasokan oksigen dan fungsi konservasi alamnya.

Rudy menambahkan bahwa Pemkab Bogor menargetkan setiap kecamatan memiliki hutan kota dengan luasan disesuaikan ketersediaan lahan di masing-masing wilayah. “Kebijakan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana dan perubahan iklim,” katanya.

Pihaknya akan memulai gerakan penghijauan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Ciliwung, Cikeas, Cisadane, dan Cileungsi. Ia mengatakan bahwa pemerintah harus mencontoh masyarakat yang telah lebih dulu bergerak melestarikan lingkungan.

Selain menjadi upaya dalam mitigasi bencana, sambung Rudy, program hutan kota juga diharapkan menjadi ruang edukatif dan sosial bagi masyarakat.

“Kami ingin setiap kecamatan memiliki ruang hijau yang bisa dinikmati warga, menjadi tempat belajar tentang alam, sekaligus menjadi paru-paru kota,” katanya.

Rudy juga menegaskan bahwa keberhasilan hutan organik keluarga Hj. Rosita menjadi cermin bagi pemerintah untuk terus berbenah dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, dan sektor swasta.

“Hari ini kita belajar dari satu keluarga yang menumbuhkan kehidupan di lahan tandus. Semoga semangat ini menular kepada kita semua, untuk menghijaukan Bogor, menjaga keseimbangan alam, dan memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana,” ungkapnya.

Ia menandaskan melalui gerakan penghijauan ini, Pemkab Bogor mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dan mewariskan bumi yang lebih hijau bagi generasi mendatang.

(rls/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version