Connect with us

Berita

Harkannas 2025, Wali Kota Dedie Rachim Tebar Ikan Langka di Sungai Ciliwung

Published

on

Harkannas 2025, Wali Kota Dedie Rachim Tebar Ikan Langka di Sungai Ciliwung
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat menebar benih ikan di aliran Sungai Ciliwung, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis, 20 November 2025. Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor.

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menebar belasan ribu ekor benih ikan di Sungai Ciliwung, Kecamatan Bogor Tengah, sebagai upaya pelestarian lingkungan perairan.

Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 yang jatuh pada 21 November.

Dedie Rachim didampingi Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim juga melakukan kampanye gemar makan ikan (Gemarikan) kepada siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kampung Rambutan Kota Bogor di Taman Ekspresi.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) dan Himpunan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (HAC IPB).

Wali Kota Bogor mengatakan bahwa dalam rangka Harkannas ini juga diadakan program gerakan gemar makan ikan.

“Kemudian Pemkot juga sudah sejak lama mencanangkan Jumat makan ikan (Jumani). Nah, ini kita sebagai pengingat bahwa anak-anak Indonesia, anak-anak Kota Bogor mesti juga mulai dibiasakan oleh orang tuanya, oleh gurunya makan ikan,” ucap Dedie Rachim, Kamis, 20 November 2025.

Selain itu, dalam momentum Harkannas ini juga dilaksanakan program pelestarian lingkungan dengan menebar benih ikan.

“Jumlahnya 15 ribu. Ada ikan mas, ikan nilem, ikan dewa, ikan tengadak, ikan tawes. Itu spesies ikan yang cukup langka, jarang dikenal tapi mampu bertahan di sungai-sungai seperti Ciliwung,” kata Dedie Rachim.

Mewakili Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia KPP, Kepala Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, Bogor, Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi, mengatakan terima kasih atas perhatian yang luar biasa dari Dedie Rachim dan Pemkot Bogor yang telah mengadakan kegiatan luar biasa.

“Sehingga tidak hanya memberikan perhatian terhadap kecukupan gizi, tapi dalam pemerhati lingkungan dan konsen terhadap pelestarian lingkungan. Makanya kami sangat bangga Pak Wali bersedia untuk mengikuti restocking pelepasliaran ikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Dody Achdiat, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kolaborasi dengan menghadirkan tujuh kegiatan, yakni lomba masak varian ikan, kampanye dan sosialisasi gemar ikan, bazar produk olahan ikan, edukasi pengolahan ikan, lomba mewarnai, dan melepas ikan di sungai.

Dalam mendukung gemar makan ikan, Pemkot Bogor juga telah melakukan berbagai intervensi, di antaranya adalah dengan menyebar 12.000 paket ikan untuk stunting dan 8.000 paket ikan untuk masyarakat umum.

“Oleh karena itu, hari ini dilantik Duta Jumani untuk mendorong masyarakat, rumah tangga mengkonsumsi ikan,” ujarnya.

Pada tingkat nasional, Harkannas tahun ini mengusung tema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045” dan di Kota Bogor mengusung tema “Ikan untuk Bogor Sehat, Menyongsong Generasi Emas 2045”.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan

Published

on

By

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.

Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.

“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.

Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.

“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.

Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.

“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.

“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar

Published

on

By

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar warung soto mie di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 3 Maret 2026. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.

“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.

Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.

Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.

“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.

Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.

“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.

Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.

“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.

Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci

Published

on

By

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
Asep Faizal Rahman (kiri). Foto/Istimewa.

KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.

“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.

“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.

Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.

“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.

“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer