Serba Serbi
Festival Kopi Legendaris Bogor: Seruput Rasa, Peluang Ekonomi
KlikBogor – Bayangkan aroma kopi panas yang baru diseduh, mengepul di udara pagi dan senja yang sejuk. Denting sendok beradu dengan cangkir, musik lawas mengalun pelan, dan di sudut lapangan, layar tancap bersiap memutar kisah.
Di atas meja kayu sederhana, pisang goreng hangat, kacang rebus, gemblong, cucur, dan wajik tersaji sebagai kawan setia obrolan.
Inilah atmosfer yang akan menyambut Anda di Festival Kopi Legendaris Bogor pada 23–24 Agustus 2025 mulai pukul 08.00–21.00 WIB di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Acara ini bagian dari rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2025.
Lebih dari sekadar festival, ajang ini adalah perjalanan waktu menuju era di mana menyeruput kopi sambil bercakap santai menjadi ritual keseharian.
Penataan venue dengan nuansa klasik, aroma biji kopi yang menggoda, musik yang membangkitkan kenangan, hingga visual layar tancap akan menghadirkan kembali memori masa lalu yang hangat.
Sejarah Panjang Kopi di Kota Hujan
Kopi memiliki jejak panjang di Bogor sejak masa kolonial. Pada abad ke-18, kawasan sekitar Puncak hingga Cisarua menjadi salah satu lokasi perkebunan kopi yang dikelola pemerintah Hindia Belanda.
Dari sinilah lahir tradisi minum kopi di Bogor, bukan hanya di kalangan bangsawan Eropa, tapi juga rakyat setempat yang kemudian mengembangkan racikan khas mereka.
Merek-merek kopi lawas Bogor yang bertahan hingga kini adalah bukti bahwa cita rasa dan kearifan lokal mampu melewati waktu, bahkan ketika tren minuman berganti-ganti.
Kopi yang Melegenda, Cita Rasa yang Bertahan
Pengunjung akan menemukan deretan kopi legendaris dari Bogor, seperti Kopi Bah Sipit Cap Kacamata, Kopi Agus Cap Teko, Kopi Piala, Kopi Liong Obor, Kopi Keong Mas, Kopi Oplet, dan banyak lainnya.
Setiap racikan membawa cerita dari resep keluarga yang diwariskan lintas generasi hingga perjalanan UMKM yang bertahan hingga satu abad.
Selain mencicipi kopi, pengunjung dapat menikmati bazar kopi harga khusus, workshop seduh kopi, kelas branding UMKM, diskusi bisnis kopi, lomba barista, hingga hiburan musik dan seni yang memadukan edukasi dengan hiburan.
Branding sebagai Jalan ke Pasar Dunia
Ketua Umum FMP 2025, Benyamin Mbo’oh, menegaskan bahwa festival ini lahir dari keyakinan akan potensi besar kopi lokal.
“Banyak kopi UMKM Bogor rasanya luar biasa, tapi belum mendapat sorotan yang layak. Dengan branding dan promosi tepat, kopi kita bisa menembus pasar nasional bahkan internasional. Festival ini bukan hanya ajang minum kopi, tapi pintu peluang ekonomi yang lebih besar,” ujar Benyamin.
Menurutnya, semangat merah putih bukan hanya soal perayaan kemerdekaan, tapi juga mengangkat ekonomi rakyat.
“Merah putih itu di dada, tapi ekonomi rakyat ada di tangan. Lewat festival ini, kami ingin UMKM kopi Indonesia punya daya saing global dan mampu membuka lapangan kerja baru,” tambahnya.
Panggung Belajar bagi UMKM
Koordinator Acara, Nancy Wahyuni, menekankan bahwa festival ini adalah “laboratorium pasar” bagi pelaku UMKM.
“Rasa enak itu wajib, tapi identitas merek yang kuat membuat produk bertahan lama. Branding memberi cerita, harga pantas, dan pasar setia. Lewat festival ini, UMKM bisa menguji kemasan, harga, strategi promosi, dan langsung mendapat masukan dari pembeli,” jelas Nancy.
Indonesia kini adalah produsen kopi terbesar ke-4 dunia, namun banyak pelaku kecil belum terangkat. Festival ini diharapkan menjadi langkah nyata agar kopi lokal legendaris tak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga meraih pengakuan di kancah internasional.
Undangan untuk Menikmati dan Mendukung
Bagi yang rindu suasana layar tancap, ingin duduk santai sambil menyeruput kopi panas dan kudapan tradisional, inilah waktunya. Datanglah bersama keluarga, teman, atau pasangan, nikmati nostalgia, dan dukung UMKM kopi kita.
“Jangan hanya dengar ceritanya. Datang, nikmati, belajar, dan dukung UMKM kopi kita. Setiap tegukan kopi bukan hanya menghangatkan hati, tapi juga menguatkan ekonomi rakyat,” tutup Benyamin.
Dari Warisan Masa Lalu ke Tren Masa Kini
Festival ini bukan hanya perayaan sejarah, tetapi juga jembatan menuju masa depan kopi Bogor. Generasi muda pecinta kopi modern akan menemukan bahwa di balik latte art dan cold brew yang mereka nikmati hari ini, ada warisan panjang dari racikan tradisional yang sudah ratusan tahun menjaga cita rasa.
Festival Kopi Legendaris menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan inovasi, membuktikan bahwa kopi Bogor mampu bertahan, beradaptasi, dan bersinar di era global.
(ary/hrs)
Serba Serbi
Petani, Peternak, dan Nelayan Kini Bisa Tanya Pakar IPB University
KlikBogor – Guna mendukung sektor pertanian dan perikanan nasional, IPB University menggulirkan program Layanan Daring Tani dan Nelayan “IPB Digitani”.
Platform ini menjadi salah satu inovasi digital yang menghadirkan solusi konsultasi, pendampingan, serta akses informasi teknologi dan pasar bagi petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah.
Terdapat 93 pakar IPB University yang tergabung dalam Dewan Pakar. Kehadiran para pakar ini memungkinkan pengguna memperoleh jawaban ilmiah dan solutif atas berbagai persoalan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga kesehatan hewan.
Hingga 2025, penerima manfaat tersebar di 34 provinsi, 367 kabupaten/kota, dan 3.883 desa di seluruh Indonesia. Tercatat ribuan artikel dan ratusan layanan konsultasi yang telah dimanfaatkan lebih dari 15 ribu pengguna.
Melalui fitur seperti tanya pakar, konsultasi, artikel populer, dan forum tani, platform ini menjadi ruang interaksi dua arah antara akademisi dan masyarakat.
IPB University memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat transfer pengetahuan dan inovasi dari kampus kepada pelaku utama sektor pangan dan perikanan.
“Transformasi digital di sektor pertanian merupakan keniscayaan. Kehadiran platform ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing petani serta nelayan melalui akses informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya,” kata Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University, Handian Purwawangsa dalam keterangannya dikutip Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menambahkan, dengan jangkauan yang terus meluas dan dukungan pakar multidisiplin, Layanan Daring Tani dan Nelayan IPB Digitani menjadi wujud nyata komitmen IPB University dalam membangun ekosistem pertanian dan perikanan yang berbasis inovasi, inklusif, dan berkelanjutan.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Tips Memilih Telur dan Cara Menyimpan-Mengolah yang Tepat
KlikBogor – Telur merupakan sumber protein hewani bergizi tinggi yang mudah didapat dan terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
Meski harganya relatif terjangkau, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan belanja rumah tangga untuk rokok masih lebih besar dibandingkan telur.
Padahal, menurut Profesor Ilmu Gizi IPB University Prof Rizal M Damanik, konsumsi dua butir telur per hari dapat menjadi investasi sederhana dengan dampak besar bagi pertumbuhan anak.
Selain nilai gizinya, masyarakat juga perlu memahami cara memilih dan menyimpan telur dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga.
Ciri Telur Segar dan Berkualitas
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Niken Ulupi, membagikan panduan praktis mengenali telur berkualitas dari ciri fisiknya.
“Telur yang oval sempurna, terasa berat saat dipegang, dan cangkangnya kuat menandakan telur tersebut baik dan segar,” ujarnya dikutip Senin, 2 Maret 2026.
Meskipun tampilan luar tidak menentukan kandungan gizi telur, tetapi hal itu dapat menjadi indikator kesegaran.
“Yang terlihat dari luar itu tidak mencerminkan nilai gizi dari telurnya. Tapi kalau kualitasnya bagus, telur fresh, saat dipecahkan putih telurnya akan kental,” jelasnya.
Telur dengan ujung terlalu runcing atau cangkang kasar sebaiknya dihindari karena dapat menandakan gangguan kesehatan pada induk ayam.
Selain itu, telur yang bersih secara alami menunjukkan manajemen peternakan yang baik. “Kalau terlalu kotor, bisa jadi tempat menempelnya bakteri,” tambahnya.
Prof Niken juga meluruskan anggapan bahwa warna cangkang menentukan kualitas gizi. Menurutnya, perbedaan warna putih atau cokelat hanya dipengaruhi pigmen alami ayam.
“Nilai gizi telur itu sudah ditentukan secara genetik. Selama telur terbentuk sempurna, artinya kandungan gizinya sudah cukup,” ujarnya.
Kulkas atau Suhu Ruang?
Penyimpanan telur turut memengaruhi kualitas dan keamanan konsumsi. Prof Niken menyarankan telur disimpan di dalam kulkas agar dapat bertahan hingga satu bulan tanpa penurunan mutu yang signifikan.
“Pada suhu dingin, patogen akan ‘tidur’, sehingga perkembangan bakteri berhenti,” jelasnya.
Jika disimpan pada suhu ruang, telur sebaiknya tidak lebih dari tiga minggu dan dijauhkan dari sumber panas maupun bahan beraroma tajam karena telur mudah menyerap bau.
Ia juga mengingatkan agar telur dimasak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko bakteri seperti Salmonella atau E coli.
“Kalau tubuh kita sedang sehat, paparan bakteri bisa diatasi. Tapi kalau imunitas sedang turun, risikonya meningkat,” katanya.
Dengan memilih, menyimpan, dan mengolah telur secara tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat gizi optimal dari bahan pangan sederhana yang memiliki dampak besar bagi kesehatan dan kualitas generasi masa depan.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Vihara Dhanagun Bogor
KlikBogor – Ratusan anak yatim buka puasa bersama di pelataran Vihara Dhanagun, Kota Bogor pada Minggu sore, 1 Maret 2026. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Cap Go Meh-Bogor Street Festival (CGM-BSF) 2026.
“Tanggal 1 Maret ini acara buka puasa bersama 400 anak yatim yang ada di Kota Bogor. Hari ini juga sebagai awal pembuka menuju CGM-BSF,” kata Ketua CGM-BSF 2026, Arifin Himawan.
Ia menambahkan, selama tiga hari ke depan, kawasan Jalan Suryakencana akan diramaikan Pasar Malam Jadoel yang menghadirkan ratusan tenant kuliner, kopi legendaris, serta produk kreatif lokal Bogor.
Sementara puncak acara dijadwalkan pada 3 Maret, usai salat tarawih. Masyarakat akan disuguhkan parade budaya serta pertunjukan barongsai yang menjadi daya tarik utama setiap tahunnya.
“Puncaknya tanggal 3 Maret setelah salat tarawih akan ada parade budaya dan juga barongsai. Diharapkan masyarakat bisa datang ke Kota Bogor, sama-sama kita bergembira, supaya semuanya berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia menjelaskan, perayaan tahun ini memiliki perbedaan dibanding tahun sebelumnya. CGM-BSF 2026 bertepatan dengan bulan suci Ramadan sehingga waktu pelaksanaan acara menjadi lebih terbatas.
“Perbedaan tahun ini dengan tahun kemarin bersamaan dengan bulan suci Ramadan sehingga waktu untuk parade budaya dan lainnya lebih terbatas. Acara kebudayaan tetap ada, cuma tidak semaksimal di tahun lalu,” jelasnya.
Termasuk dalam hal pertunjukan barongsai, panitia membatasi peserta hanya dari Kota Bogor. Meski ada keinginan dari luar daerah untuk ikut berpartisipasi, keterbatasan waktu membuat panitia belum bisa mengakomodasi.
“Barongsai dibatasi karena kita ambil dari Kota Bogor saja tanpa ada kegiatan lainnya walaupun dari luar Kota Bogor ingin berpartisipasi, sehingga kita tidak bisa mengakomodir karena memang waktu yang terbatas,” katanya.
Acara buka puasa bersama mengangkat tema ‘Merajut Kebersamaan di Bulan Suci Ramadan’ ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Bogor, Wamendagri Bima Arya, serta tokoh agama dan masyarakat.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
