Parlementaria

Dewan Minta Pemkot Evaluasi Sistem Drainase di Kota Bogor

Published

on

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy. Dok. DPRD Kota Bogor.

KlikBogor – Banjir yang terjadi di underpass Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, pada Sabtu, 5 Oktober 2024, mendapatkan perhatian serius Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy.

Menurut Rusli, kejadian yang terjadi itu harus menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk memperbaiki sistem drainase.

“Kami dari DPRD Kota Bogor akan meminta Pemkot Bogor baik melalui PUPR ataupun Bapperida untuk melakukan kajian yang mengevaluasi sistem drainase di Kota Bogor,” ujar Rusli dikutip Senin, 7 Oktober 2024.

Meski Jalan Sholeh Iskandar berada di bawah naungan pemerintah pusat, ia mengatakan, lembaganya meminta Pemkot Bogor agar menjemput bola dengan membuat kajian terlebih dahulu.

Nantinya, hasil kajian tersebut disampaikan kepada PUPR pusat dan provinsi sehingga perbaikan sistem drainase bisa berjalan dengan simultan, antara jalan yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota.

Sebab, kata Rusli, dari laporan yang diterimanya, banjir yang menggenang di ruas-ruas jalan kemarin tersebar hampir di seluruh jalan yang ada di Kota Bogor.

Underpass Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu, 5 Oktober 2024. Petugas tengah menangani genangan air dengan menggunakan mesin penyedot.

Bahkan kejadian itu menyebabkan jalanan di Kota Bogor hampir lumpuh total selama lebih dari 3 jam. Ia pun tidak ingin harus ada korban jiwa lagi yang jatuh karena buruknya sistem drainase di Kota Bogor.

“Jangan sampai ada korban jiwa lagi intinya. Beberapa tahun lalu sudah ada korban, itu harusnya jadi bahan evaluasi. Jadi pemkot harus jemput bola dan mengantar bolanya ke pusat dan provinsi,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada Dinas PUPR Kota Bogor agar bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup, untuk melakukan pengecekan terhadap drainase yang ada di Kota Bogor apakah terjadi sumbatan akibat penumpukan sampah.

“Pembahasan evaluasi dan monitoring akan dilakukan lebih detail di Komisi III DPRD Kota Bogor. Ini akan menjadi fokus utama kita dalam beberapa waktu mendatang karena berdasarkan informasi dari BMKG curah hujan tinggi akan terus terjadi sampai akhir tahun,” tandasnya.

Untuk diketahui, penanganan banjir yang terjadi di underpass Jalan Sholeh Iskandar dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan menggunakan mesin penyedot air pada Sabtu malam.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan DPKP Kota Bogor M. Ade Nugraha menyebutkan kondisi ini baru pertama kali terjadi. Diperkirakan banjir terjadi akibat sistem drainase yang kurang baik.

(red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version