Connect with us

Serba Serbi

Cita Rasa Para Kopi Legendaris Bogor Hadir di Lapangan Sempur

Published

on

Festival Kopi Legendaris Bogor resmi digelar sebagai bagian dari rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2025 di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah.

KlikBogor – Lapangan Sempur, Kota Bogor, dipenuhi cita rasa kopi yang membangkitkan nostalgia. Festival Kopi Legendaris Bogor resmi digelar sebagai bagian dari rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2025.

Festival ini menampilkan deretan kopi legendaris Bogor yang telah bertahan selama puluhan bahkan ratusan tahun, seperti Kopi Bah Sipit Cap Kacamata, Kopi Agus Cap Teko, Kopi Piala, Kopi Liong Obor, Kopi Keong Mas, dan Kopi Oplet.

Ketua Umum FMP 2025, Benyamin Mbo’oh, mengatakan festival ini berangkat dari keyakinan dan keprihatinan bahwa kopi legendaris Bogor yang telah bertahan selama puluhan bahkan ratusan tahun layak mendapatkan tempat di pasar nasional hingga internasional.

“Kami ingin kopi dari Bogor ini ada di pasar nasional maupun internasional. Dengan kegiatan ini sebagai branding yang baik untuk UMKM kopi di Bogor,” ujar Benyamin, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Pihaknya juga menginginkan ini bukan sekedar festival, namun gerakan agar Bogor dikenal sebagai Kota Kopi. Sebab Bogor memiliki sejarah sebagai pengekspor kopi ke Eropa sejak abad ke-18.

“Kami ingin juga kopi legendaris ini ada di semua hotel, kedai di Bogor, sehingga meningkatkan ekonomi kerakyatan di bidang kopi, juga memberikan satu identitas bahwa Bogor punya kopi yang melegenda,” katanya.

Dalam Festival Kopi Legendaris Bogor perdana ini tercatat 42 tenant turut berpartisipasi, termasuk enam produk kopi legendaris Bogor dan petani kopi. Mereka menyajikan kopi khas yang telah melewati sejarah panjang dan tetap bertahan  di tengah zaman yang terus melaju.

Pengunjung tengah memadati stand untuk dapat menikmati salah satu produk kopi legendaris Bogor.

Benyamin mengungkapkan bahwa ke depan, festival ini akan menjadi agenda tahunan dan diperluas cakupannya, tidak hanya melibatkan kopi legendaris dari Bogor, tetapi juga dari kota-kota lain seperti Bandung dan Surabaya, menjadikan event ini sebagai “dari Bogor untuk Indonesia”.

Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi, yang hadir membuka Festival Kopi Legendaris Bogor, menyampaikan apresiasi kepada panitia FMP atas inisiatif yang luar biasa.

Faisol juga mengungkapkan harapannya agar festival ini digelar di Lapangan Sempur, yang merupakan salah satu fasilitas umum yang ramai didatangi oleh berbagai lapisan masyarakat. Sehingga bisa meningkatkan produk-produk kopi Bogor.

“Kita ingin brand kopi Bogor ini bisa naik kelas, bukan hanya di level nasional tapi juga dunia. Kita dari pemerintah akan membantu dorong nanti masuk ke hotel maupun kafe di Bogor, sehingga siapapun yang datang bisa mengenal lebih jauh kopi dari Bogor,” kata Danrem.

Senada dengan itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim juga menilai Festival Kopi Legendaris Bogor sebagai momentum penting yang bisa mengangkat potensi ekonomi lokal melalui kolaborasi antar pelaku usaha perkopian.

“Ini kesempatan yang baik di mana industri dan pelaku usaha perkopian bersinergi dan berkolaborasi membangun brand lokal yang  bisa dipasarkan secara lebih sistematis dan efisien,” kata Dedie Rachim.

Dedie Rachim juga menyambut baik usulan agar produsen kopi bersatu dalam satu kemasan yang bagus untuk memudahkan pemasaran dan memperkuat identitas kopi Bogor. “Nanti kita pasarkan melalui hotel, restoran, kafe, dan hiburan yang ada di seputaran Bogor,” ucapnya.

Selain mencicipi kopi, dalam festival yang berlangsung dua hari dari 23 sampai 24 Agustus 2025, pengunjung dapat menikmati bazar kopi harga khusus, workshop seduh kopi, kelas branding UMKM, diskusi bisnis kopi, lomba barista, hingga hiburan musik dan seni yang memadukan edukasi dengan hiburan.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Petani, Peternak, dan Nelayan Kini Bisa Tanya Pakar IPB University

Published

on

By

Petani, Peternak, dan Nelayan Kini Bisa Tanya Pakar IPB University
Seorang petani tengah menunjukkan Layanan Daring Tani dan Nelayan IPB Digitani. Dok. IPB University.

KlikBogor – Guna mendukung sektor pertanian dan perikanan nasional, IPB University menggulirkan program Layanan Daring Tani dan Nelayan “IPB Digitani”.

Platform ini menjadi salah satu inovasi digital yang menghadirkan solusi konsultasi, pendampingan, serta akses informasi teknologi dan pasar bagi petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah.

Terdapat 93 pakar IPB University yang tergabung dalam Dewan Pakar. Kehadiran para pakar ini memungkinkan pengguna memperoleh jawaban ilmiah dan solutif atas berbagai persoalan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga kesehatan hewan.

Hingga 2025, penerima manfaat tersebar di 34 provinsi, 367 kabupaten/kota, dan 3.883 desa di seluruh Indonesia. Tercatat ribuan artikel dan ratusan layanan konsultasi yang telah dimanfaatkan lebih dari 15 ribu pengguna.

Melalui fitur seperti tanya pakar, konsultasi, artikel populer, dan forum tani, platform ini menjadi ruang interaksi dua arah antara akademisi dan masyarakat.

IPB University memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat transfer pengetahuan dan inovasi dari kampus kepada pelaku utama sektor pangan dan perikanan.

“Transformasi digital di sektor pertanian merupakan keniscayaan. Kehadiran platform ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing petani serta nelayan melalui akses informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya,” kata Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University, Handian Purwawangsa dalam keterangannya dikutip Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menambahkan, dengan jangkauan yang terus meluas dan dukungan pakar multidisiplin, Layanan Daring Tani dan Nelayan IPB Digitani menjadi wujud nyata komitmen IPB University dalam membangun ekosistem pertanian dan perikanan yang berbasis inovasi, inklusif, dan berkelanjutan.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Tips Memilih Telur dan Cara Menyimpan-Mengolah yang Tepat

Published

on

By

Tips Memilih Telur dan Cara Menyimpan-Mengolah yang Tepat
Telur ayam. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Telur merupakan sumber protein hewani bergizi tinggi yang mudah didapat dan terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

Meski harganya relatif terjangkau, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan belanja rumah tangga untuk rokok masih lebih besar dibandingkan telur.

Padahal, menurut Profesor Ilmu Gizi IPB University Prof Rizal M Damanik, konsumsi dua butir telur per hari dapat menjadi investasi sederhana dengan dampak besar bagi pertumbuhan anak.

Selain nilai gizinya, masyarakat juga perlu memahami cara memilih dan menyimpan telur dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga.

Ciri Telur Segar dan Berkualitas

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Niken Ulupi, membagikan panduan praktis mengenali telur berkualitas dari ciri fisiknya.

“Telur yang oval sempurna, terasa berat saat dipegang, dan cangkangnya kuat menandakan telur tersebut baik dan segar,” ujarnya dikutip Senin, 2 Maret 2026.

Meskipun tampilan luar tidak menentukan kandungan gizi telur, tetapi hal itu dapat menjadi indikator kesegaran.

“Yang terlihat dari luar itu tidak mencerminkan nilai gizi dari telurnya. Tapi kalau kualitasnya bagus, telur fresh, saat dipecahkan putih telurnya akan kental,” jelasnya.

Telur dengan ujung terlalu runcing atau cangkang kasar sebaiknya dihindari karena dapat menandakan gangguan kesehatan pada induk ayam.

Selain itu, telur yang bersih secara alami menunjukkan manajemen peternakan yang baik. “Kalau terlalu kotor, bisa jadi tempat menempelnya bakteri,” tambahnya.

Prof Niken juga meluruskan anggapan bahwa warna cangkang menentukan kualitas gizi. Menurutnya, perbedaan warna putih atau cokelat hanya dipengaruhi pigmen alami ayam.

“Nilai gizi telur itu sudah ditentukan secara genetik. Selama telur terbentuk sempurna, artinya kandungan gizinya sudah cukup,” ujarnya.

Kulkas atau Suhu Ruang? 

Penyimpanan telur turut memengaruhi kualitas dan keamanan konsumsi. Prof Niken menyarankan telur disimpan di dalam kulkas agar dapat bertahan hingga satu bulan tanpa penurunan mutu yang signifikan.

“Pada suhu dingin, patogen akan ‘tidur’, sehingga perkembangan bakteri berhenti,” jelasnya.

Jika disimpan pada suhu ruang, telur sebaiknya tidak lebih dari tiga minggu dan dijauhkan dari sumber panas maupun bahan beraroma tajam karena telur mudah menyerap bau.

Ia juga mengingatkan agar telur dimasak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko bakteri seperti Salmonella atau E coli.

“Kalau tubuh kita sedang sehat, paparan bakteri bisa diatasi. Tapi kalau imunitas sedang turun, risikonya meningkat,” katanya.

Dengan memilih, menyimpan, dan mengolah telur secara tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat gizi optimal dari bahan pangan sederhana yang memiliki dampak besar bagi kesehatan dan kualitas generasi masa depan.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Vihara Dhanagun Bogor

Published

on

By

Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Vihara Dhanagun Bogor
Sejumlah anak yatim tengah berbuka puasa di pelataran Vihara Dhanagun, Kota Bogor, Minggu, 1 Maret 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Ratusan anak yatim buka puasa bersama di pelataran Vihara Dhanagun, Kota Bogor pada Minggu sore, 1 Maret 2026. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Cap Go Meh-Bogor Street Festival (CGM-BSF) 2026.

“Tanggal 1 Maret ini acara buka puasa bersama 400 anak yatim yang ada di Kota Bogor. Hari ini juga sebagai awal pembuka menuju CGM-BSF,” kata Ketua CGM-BSF 2026, Arifin Himawan.

Ia menambahkan, selama tiga hari ke depan, kawasan Jalan Suryakencana akan diramaikan Pasar Malam Jadoel yang menghadirkan ratusan tenant kuliner, kopi legendaris, serta produk kreatif lokal Bogor.

Sementara puncak acara dijadwalkan pada 3 Maret, usai salat tarawih. Masyarakat akan disuguhkan parade budaya serta pertunjukan barongsai yang menjadi daya tarik utama setiap tahunnya.

“Puncaknya tanggal 3 Maret setelah salat tarawih akan ada parade budaya dan juga barongsai. Diharapkan masyarakat bisa datang ke Kota Bogor, sama-sama kita bergembira, supaya semuanya berjalan dengan baik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, perayaan tahun ini memiliki perbedaan dibanding tahun sebelumnya. CGM-BSF 2026 bertepatan dengan bulan suci Ramadan sehingga waktu pelaksanaan acara menjadi lebih terbatas.

“Perbedaan tahun ini dengan tahun kemarin bersamaan dengan bulan suci Ramadan sehingga waktu untuk parade budaya dan lainnya lebih terbatas. Acara kebudayaan tetap ada, cuma tidak semaksimal di tahun lalu,” jelasnya.

Termasuk dalam hal pertunjukan barongsai, panitia membatasi peserta hanya dari Kota Bogor. Meski ada keinginan dari luar daerah untuk ikut berpartisipasi, keterbatasan waktu membuat panitia belum bisa mengakomodasi.

“Barongsai dibatasi karena kita ambil dari Kota Bogor saja tanpa ada kegiatan lainnya walaupun dari luar Kota Bogor ingin berpartisipasi, sehingga kita tidak bisa mengakomodir karena memang waktu yang terbatas,” katanya.

Acara buka puasa bersama mengangkat tema ‘Merajut Kebersamaan di Bulan Suci Ramadan’ ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Bogor, Wamendagri Bima Arya, serta tokoh agama dan masyarakat.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer