Berita

Bawaslu Dorong Kehumasan jadi Penggerak Partisipasi Publik Awasi Pemilu

Published

on

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty membuka kegiatan Refleksi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu dalam Membangun Kepercayaan Publik dan Penguatan Partisipasi Masyarakat Menuju Pemilu 2029 Berintegritas di Bigland Hotel Bogor. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar kegiatan Refleksi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu dalam Membangun Kepercayaan Publik dan Penguatan Partisipasi Masyarakat Menuju Pemilu 2029 Berintegritas di Bigland Hotel Bogor.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, 23-25 September 2026, tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan strategi kehumasan Bawaslu dalam menghadapi tahapan pemilihan mendatang.

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty mengatakan, kehumasan merupakan bagian penting dalam menyampaikan kinerja Bawaslu kepada masyarakat. Menurutnya, informasi yang disampaikan secara tepat diperlukan agar publik memperoleh gambaran yang benar mengenai kerja-kerja pengawasan pemilu.

“Kehumasan merupakan corong depan Bawaslu untuk mewartakan kinerja yang dilakukan agar publik mendapatkan informasi yang benar,” kata Lolly, Kamis, 24 September 2026.

Baca juga: El Nino Capai Rekor Tertinggi Sejak 1950, Pangan Global Terancam

Ia mengatakan, reaksi negatif dari publik kerap muncul karena masyarakat tidak mendapatkan informasi yang memadai. Karena itu, Bawaslu perlu merefleksikan pola kerja kehumasan yang telah dilakukan untuk memperluas jangkauan komunikasi pada masa mendatang.

Menurut Lolly, target utama komunikasi yang dibangun Bawaslu adalah menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas demokrasi ke depan.

“Melalui refleksi ini, diharapkan lahir banyak strategi sehingga tahun 2026 diakhiri dengan rumusan strategi untuk persiapan menghadapi tahapan pemilihan di tahun 2027,” ujarnya.

Pihaknya telah melakukan pembahasan penguatan pengawasan di ruang digital. Hal itu mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam penggunaan teknologi serta pemetaan potensi kerawanan di era digital.

Lolly mengatakan, penguatan tersebut diperlukan agar jajaran pengawas pemilu memiliki kesiapan ketika tahapan pemilihan berlangsung.

Baca juga: DPRD Sosialisasikan Perda Bale Badami, Penyelesaian Perkara Lewat Musyawarah

Selain meningkatkan kualitas SDM, Bawaslu juga melakukan penguatan terhadap kebijakan yang telah dimiliki, termasuk pemanfaatan manajemen krisis yang telah dibangun sejak 2022 hingga 2024 untuk mempercepat penyampaian informasi.

“Hal ini perlu terus diingatkan ke bawah agar pedoman yang ada tetap dipedomani,” katanya.

Lolly menambahkan, forum refleksi tersebut sekaligus menjadi sarana konsolidasi dan evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki dalam pengelolaan komunikasi Bawaslu.

“Maka forum ini salah satu langkah yang diambil untuk mengingatkan terus, dan kami pun mengevaluasi apa-apa yang kira-kira masih bolong. Yang jelas tahap ini kami mengkonsolidasikan karena tujuannya satu komunikasi yang dibangun Bawaslu harus mampu menggerakkan partisipasi publik mengawasi pemilu,” tandasnya.

Kegiatan tersebut diikuti 206 peserta yang berasal dari unsur Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota.

Peserta terdiri atas pimpinan yang membidangi pencegahan, partisipasi masyarakat dan hubungan masyarakat, serta data dan informasi. Selain itu, kegiatan diikuti para kepala sekretariat, kepala bagian yang membidangi kehumasan, jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, serta unsur Bawaslu RI.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu juga menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur legislator, masyarakat sipil, pemantau pemilu, akademisi, dan praktisi.

(hrs/ckl)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version