Connect with us

Berita

Agrianita IPB University Ajak Ibu-Ibu Stop Boros Pangan

Published

on

Agrianita IPB University Ajak Ibu-Ibu Stop Boros Pangan
Agrianita IPB University menggelar Webinar Nasional “Stop Boros Pangan” dalam memperingati Hari Pangan Sedunia. Dok. IPB University.

KlikBogor – Memperingati Hari Pangan Sedunia, Agrianita IPB University menggelar Webinar Nasional “Stop Boros Pangan”. Kegiatan yang diikuti lebih dari 700 peserta secara daring ini menjadi ajakan bagi masyarakat, khususnya para ibu, untuk lebih bijak dalam mengelola konsumsi dan mengurangi pemborosan makanan.

Ketua Agrianita, Retna Widayawati, menjelaskan bahwa isu food loss dan food waste perlu menjadi perhatian bersama. Ia berharap gerakan Stop Boros Pangan ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi aksi nyata, salah satunya melalui kolaborasi dengan Foodbank of Indonesia (FoI) dan Food Bank IPB.

“Ibu-ibu memiliki peran penting dalam mengurangi pemborosan pangan. Mulai dari merencanakan belanja, mengolah, hingga menyajikan makanan secara efisien agar tidak ada pangan yang terbuang,” kata Retna dalam keterangannya, Rabu, 5 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IPB University, Prof Arif Satria, menegaskan bahwa pemborosan pangan merupakan ancaman global. “Kita semua punya peran penting untuk menyelamatkan sepertiga pangan dunia yang terbuang. Menghemat pangan berarti ikut menekan perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan sumber daya,” ujarnya.

Sebagai moderator, Dr Meti Ekayani dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, menuturkan bahwa webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Agrianita yang berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan.

“Kami berharap aksi kolektif ini tidak berhenti di webinar, tetapi dilanjutkan dengan kerja sama nyata,” ungkapnya.

Pakar Gizi IPB University, Prof Drajat Martianto, menambahkan bahwa food loss dan food waste merupakan paradoks besar di tengah persoalan stunting di Indonesia.

Ia mengatakan kerugian akibat pangan terbuang mencapai Rp231-551 triliun per tahun atau 4-5 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional. “Gizi yang terbuang sebenarnya bisa menyelamatkan banyak orang,” jelasnya.

Sementara itu, Hendro Utomo, pendiri Foodbank of Indonesia, menyoroti pentingnya menghidupkan kembali konsep lumbung pangan desa sebagai warisan budaya Indonesia.

“Foodbank membangun akses pangan yang adil dan memperkuat gotong royong masyarakat,” ujarnya.

Narasumber dari IPB University, Dr Yusalina sekaligus Penanggung Jawab Food Bank IPB, menjelaskan bahwa food bank berbasis kampus hadir untuk mendukung ketahanan pangan mahasiswa serta mewujudkan kampus bebas pemborosan makanan.

Sebagai penutup, Sujimin, pendiri Jimmy Hantu Foundation, mengingatkan bahwa pemborosan pangan bukan sekadar soal sisa makanan, tetapi juga perilaku.

“Kita harus belajar menghormati makanan dan memahami nilai gizinya. Stop boros pangan dimulai dari perubahan sikap,” pesannya.

Webinar ini menjadi pengingat bahwa upaya menjaga ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari sektor besar, tetapi dari langkah kecil di rumah tangga.

Gerakan hemat pangan yang digagas Agrianita IPB University diharapkan dapat menjadi inspirasi perubahan bagi masyarakat luas.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci

Published

on

By

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
Asep Faizal Rahman (tengah berdiri) saat foto bersama di Kantor Kecamatan Bogor Tengah. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.

“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.

“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.

Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.

“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.

“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Puluhan Angkot-AKDP Terjaring Operasi di Jalan Sawojajar Bogor

Published

on

By

Puluhan Angkot-AKDP Terjaring Operasi di Jalan Sawojajar Bogor
Dishub Kota Bogor melakukan operasi gabungan Angkot dan AKDP di kawasan Jalan Sawojajar, Kota Bogor, Senin, 2 Maret 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Puluhan angkutan kota (Angkot) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) terjaring operasi gabungan yang digelar di kawasan Jalan Sawojajar, Kota Bogor.

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Ridwan, menjelaskan operasi gabungan ini digelar bersama petugas Satlantas Polresta Bogor Kota.

“Dalam razia Jalan Sawojajar di sini terdapat angkutan yang tidak memiliki sama sekali surat-surat, seperti KIR, STNK maupun kartu trayek. Itu tentunya kami berhentikan,” ungkap Ridwan kepada awak media, Senin, 2 Maret 2026.

Ia mengatakan terdapat enam unit angkot yang kedapatan tanpa surat kendaraan. Namun, empat kendaraan tengah kembali ke rumah masing-masing untuk mencari atau membawa STNK dan KIR-nya yang menurut pengakuan para sopir ketinggalan di rumah.

“Nah, nanti yang empat ini ditukar kendaraan dilepas, barang buktinya berupa surat kendaraan ditahan, jadi kendaraannya tidak jadi dikandangkan oleh kami. Nanti tukar BB STNK ataupun KIR ataupun izin trayek. Jadi yang dua sudah terjaring sama sekali tidak membawa, memiliki kartu trayek dengan STNK ataupun buku uji KIR,” jelasnya.

Pihaknya mencatat 21 angkot dan AKDP yang terjaring dalam operasi gabungan tersebut. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Adapun tujuan operasi gabungan untuk pengecekan administrasi angkutan yang beroperasi di Kota Bogor di antaranya buku KIR, trayek, dan uji kelayakan.

“Besok kami bergabung dan kembali razia di Jalan Sawojajar dengan jajaran samping, Kepolisian, Jasa Raharja, Provinsi, maupun Dishub Kabupaten Bogor untuk giat bersama-sama di Jalan Sawojajar ini,” katanya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Eddy Soeparno Ajak Warga Kota Bogor Implementasikan 4 Pilar Kebangsaan

Published

on

By

Eddy Soeparno Ajak Warga Kota Bogor Implementasikan 4 Pilar Kebangsaan
Wakil Ketua MPR RI, H. Eddy Soeparno menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada masyarakat di Aula Pertemuan Balekambang, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) H. Eddy Soeparno menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kota Bogor.

Kegiatan yang dihadiri peserta dari berbagai elemen masyarakat tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Balekambang, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat, 27 Februari 2026.

H. Eddy Soeparno memaparkan, sebagai wakil rakyat mereka yang ditugaskan untuk mensosialisasikan pilar-pilar penting kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Ketetapan MPR RI, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Empat pilar ini bertujuan supaya Negara Indonesia tidak mudah terpecah belah dan runtuh dalam menghadapi berbagai masalah, dan harus tetap selalu menjaga persatuan dan kesatuan toleransi dalam perbedaan serta peduli terhadap sesama,” jelasnya.

Menurut Eddy, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI mempunyai tujuan di antaranya, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR.

Selain itu, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

“Implementasi empat pilar kebangsaan harus terus digelorakan terhadap semua kalangan. Mulai dari tokoh masyarakat hingga generasi muda,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer