Berita
MII dan KKP Gali Biodiversitas Ikan Indonesia di Bogor
KlikBogor – Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII) menggelar Seminar Nasional Ikan (Seminasikan) XIII dan Kongres VII MII di ruang Coelacanth Politeknik Ahli Usaha Pertanian (AUP) Kampus Bogor, pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Kegiatan ini mengusung tema ‘Ekonomi Biru Berkelanjutan: Menyeimbangkan konservasi Sumber Daya Ikan dan Pembangunan sebagai Pilar Ketahan Pangan Nasional’.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP, Dr. I Nyoman Radiarta mengatakan bahwa Seminasikan menjadi wadah untuk menggali biodiversitas ikan Indonesia. Namun, sebelumnya telah dilakukan serangkaian workshop selama empat bulan yang melibatkan peneliti, akademisi, dan pemangku kebijakan dari Sumatra hingga Papua.
“Seminar hari ini tentunya bertujuan untuk menggali potensi biodiversitas ikan di Indonesia. Jadi sebelum kegiatan seminar ini telah dilakukan serangkaian workshop untuk menggali potensi sumber daya ikan di seluruh Indonesia. Workshop sudah ada selama empat bulan secara berturut-turut melibatkan seluruh pemangku kebijakan, peneliti, akademisi dari Sumatra sampai dengan Papua,” ungkap Radiarta.
Ia menambahkan bahwa hasil workshop yang telah berlangsung selama empat bulan itu kemudian dipresentasikan dalam Seminasikan untuk memperkaya basis data dan pengetahuan mengenai sumber daya ikan Indonesia.
“Informasi tersebut digali selama workshop, kemudian hari ini disajikan hasil tersebut bersama hasil kajian dari universitas, BRIN, IPB dan berbagai mitra lainnya. Ujungnya tidak hanya basis ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana ilmu pengetahuan tersebut digunakan untuk mendukung penyiapan pangan program nasional yang sedang berjalan,” katanya.
Baca juga: Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Golok Road to UNESCO, Berbagai Pusaka Nusantara Dipamerkan
Radiarta menegaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui BPPSDM KP mendukung penuh kegiatan ilmiah yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Masyarakat Iktiologi Indonesia yang bekerja sama dengan Politeknik AUP dalam rangka memperkuat ilmu pengetahuan untuk mendukung pengambilan kebijakan di Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nyoman menilai potensi perikanan Indonesia masih sangat luas dan belum sepenuhnya dimanfaatkan, terutama untuk pengembangan sektor budidaya.
“Produktivitas kita belum menggali seluruh sumber daya ikan untuk kegiatan budidaya perikanan contohnya. Melalui MII ini bisa diidentifikasi berbagai jenis ikan potensial yang ke depan bisa menjadi target utama dalam kegiatan budidaya perikanan karena menjadi salah satu target penyiapan pangan nasional saat ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum MII Prof. Djumanto memaparkan, kegiatan ini memliki tiga agenda. Pertama adalah pembicara oleh keynote speaker yang terdiri dari para pakar di Indonesia dan juga dari luar negeri terkait dengan perikanan, teknologi perikanan dalam arti luas.
Baca juga: Pemkab Bogor Siapkan Koridor Strategis 8 Kilometer Tegar Beriman-Bomang
Kedua adalah presentasi dari para peneliti yang terdiri dari dosen, mahasiswa, terutama mahasiswa S2, S3, atau juga mahasiswa S1 yang melakukan penelitian terkait dengan perikanan dalam arti luas.
“Kemudian yang ketiga adalah kegiatan kongres. Itu untuk pergantian, pengurus MII yang dipilih setiap 4 tahun. Nah, ini kongres ke-7, berarti nanti ketua yang dipilih itu periode untuk 2026 sampai 2030,” ungkap Djumanto.
Djumanto menjelaskan, terkait inovasi perikanan dalam hal ini adalah iktiologi sudah memberikan dasar ilmu yang mana digunakan sebagai dasar untuk pembuatan kebijakan. Misalnya dari riset itu sekarang dikembangkan untuk menentukan stok ikan. Kemudian dari stok ikan itu selanjutnya digunakan untuk membuat kebijakan baru yang dulu berbasis dengan input kontrol, sekarang output kontrol.
“Kalau yang dulu itu pengendalian pengembangan perikanan itu berdasarkan misalnya berapa kapal yang boleh beroperasi, berapa nelayan yang boleh menangkap, dan sebagainya. Nah, kalau yang sekarang berapa banyak yang boleh ditangkap, di mana saja jumlahnya, dan itu jenis apa saja, sehingga basicnya sangat berbeda,” paparnya.
Ia lanjut menjelaskan, dahulu input atau pengendalian input-nya, sekarang pengendalian output-nya. Dan sekarang berbasis dengan riset dari hasil anggota MII.
“Saya mohon itu anggota riset tentang perikanan, dipresentasikan, dari dasar itu digunakan untuk membuat kebijakan, dan itu akan selalu dilakukan riset bagaimana kebijakan ini bisa dikembangkan lagi yang berdampak positif itu. Tahun depan juga dilakukan seminar keempat internasional seminar on fish and fisheries sciences di Purwokerto 17 Juli 2027,” pungkasnya.
(hrs)
Berita
Haornas 2026, 3 Tokoh Olahraga di Kota Bogor Diberi Penghargaan
KlikBogor – Sebanyak tiga tokoh olahraga di Kota Bogor mendapatkan penghargaan yang diberikan dalam Apel Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2026 tingkat Kota Bogor di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu, 12 September 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memberikan penghargaan kepada tokoh olahraga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam memajukan dunia olahraga dan melahirkan prestasi di Kota Bogor.
Penghargaan diberikan kepada Basuki sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga prestasi di Kota Bogor. Selanjutnya, Kusnandar sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga disabilitas di Kota Bogor. Kemudian, Sugeng Riyadi sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga masyarakat di Kota Bogor.
Baca juga: Dedie Rachim-Raffi Ahmad Bahas Penguatan Pemuda hingga Potensi Kota Bogor
Dedie Rachim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh yang telah berjuang bersama serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan keolahragaan di Kota Bogor.
“Terima kasih atas dedikasi dengan daya dan upaya yang diberikan dalam memajukan keolahragaan di Kota Bogor,” ucap Dedie Rachim.
Menurutnya, upaya itu juga sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Bogor yang konsisten melakukan pembinaan serta berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana keolahragaan di Kota Bogor.
Baca juga: 5 Tempat Jogging di Kota Bogor untuk Olahraga Pagi dan Sore
Tahun ini, Lapangan Yasmin akan segera diselesaikan sehingga pada akhir tahun nanti bisa digunakan. Untuk 2027, Pemkot Bogor juga melalui penganggaran yang disetujui oleh DPRD Kota Bogor akan membangun gelanggang olahraga di Bogor Barat serta sarana olahraga di Bogor Timur.
“Jadi, nantinya masyarakat tidak saja bisa menikmati fasilitas di pusat kota, tetapi juga bisa tersebar di berbagai kecamatan di Kota Bogor,” ujarnya.
Tokoh Keolahragaan Disabilitas Kota Bogor, Kusnandar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.
Ia telah aktif melakukan pembinaan sejak 2005 dalam memajukan keolahragaan disabilitas Kota Bogor.
“Potensi keolahragaan disabilitas ini banyak. Sama seperti masyarakat pada umumnya, ada yang olahraga biasa sekadar beraktivitas, ada yang lanjut mengikuti olahraga prestasi dan sebagainya. Intinya, semua bisa jika ada kemauan dan usaha. Karena disabilitas juga memiliki hak yang sama seperti masyarakat lainnya,” tutur Kusnandar.
(rls/hrs)
Berita
Api Sempat Membesar Lagi di TPAS Galuga, Pemadaman Dilakukan hingga Dini Hari
KlikBogor – Kebakaran masih melanda di lahan milik Kota Bogor di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor.
Perkembangan terakhir, dari total lahan seluas 7 hektare lebih yang terbakar, tersisa sekitar 24 persen api yang belum berhasil dipadamkan. Meski begitu, berbagai upaya maksimal terus dilakukan.
“Ada sekitar 24 persen lagi luasan yang masih terjadi kepulan asap dan timbulan api. Puluhan petugas masih berjibaku memadamkan api,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di sela memimpin langsung operasi pemadaman kebakaran, Jumat, 11 September 2026.
Baca juga: Pemkot Bogor Usulkan Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemadaman TPAS Galuga
Namun, api sempat membesar kembali pada sore hari. Sehingga, konsentrasi pemadaman kembali ditambah dengan bantuan alat berat.
Hingga dini hari, tepatnya pukul 02.00 WIB, hanya sebagian kecil api yang masih terlihat. Artinya, upaya maksimal telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan dibantu petugas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
“Alhamdulillah mulai padam. Dan insyaallah nanti pagi kita akan melakukan pendinginan,” kata Jenal.
Baca juga: PFI, PWI dan IJTI Bogor Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Pada pagi harinya, upaya pemadaman melalui metode water bombing dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) dilakukan lebih dari lima kali.
Komandan Lanud ATS, Marsma TNI Andy F. Picaulima menjelaskan, seluruh titik penyiraman air telah sesuai dengan koordinat yang tersimpan.
“Jadi kita sudah lima kali sorti, lima kali buang. Kalau dihitung sudah 15 ton air. Namun karena lokasi pengambilan air terlalu gelap, sehingga tidak bisa terambil,” ujar A.F. Picaulima.
Upaya fisik tetap dilakukan, namun langkah lain juga diambil. Usai Salat Jumat di masjid sekitar TPAS Galuga, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, juga sempat mengikuti Salat Istisqa untuk meminta hujan turun di area kebakaran.
(rls/hrs)
Berita
Hiswana Migas Sambangi PWI Kota Bogor, Dorong Kolaborasi dan Sinergi
KlikBogor – Pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC Bogor melakukan kunjungan silaturahmi ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, pada Jumat, 11 September 2026.
Rombongan Hiswana Migas DPC Bogor dipimpin Ketua DPC Bogor Karjito, didampingi Wakil Ketua I Bidang Organisasi dan Keuangan Untung Kurniadi. Kedatangan mereka disambut hangat Ketua PWI Kota Bogor Herman Indra Budi bersama jajaran pengurus PWI Kota Bogor.
Baca juga: PFI, PWI dan IJTI Bogor Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Ketua PWI Kota Bogor Herman Indra Budi menyambut baik kunjungan jajaran Hiswana Migas DPC Bogor. Menurutnya, komunikasi antara organisasi profesi wartawan dengan berbagai organisasi dan elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat di Kota Bogor.
“Sekarang eranya berkolaborasi. Kami berharap dapat terjalin kolaborasi yang baik antara PWI Kota Bogor dengan Hiswana Migas,” ujar Aldho, panggilan akrab Ketua PWI Kota Bogor.
Menurutnya, PWI sebagai organisasi profesi wartawan memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi publik dan menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat. Karena itu, sinergi antara insan pers dengan pelaku usaha di sektor energi dinilai penting untuk membangun pemahaman publik yang lebih baik.
Baca juga: Muscab VII DPC Hiswana Migas Bogor Digelar, Pilih Kepengurusan Baru
Sementara itu, Ketua Hiswana Migas DPC Bogor Karjito menyambut positif gagasan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan kesiapan Hiswana Migas DPC Bogor untuk bekerja sama dengan PWI Kota Bogor dalam berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi anggota organisasi maupun masyarakat.
“Kami siap bekerja sama dengan PWI Kota Bogor. Salah satunya bagaimana kegiatan-kegiatan Hiswana Migas dapat diinformasikan dan diberitakan oleh rekan-rekan wartawan,” kata Karjito.
Karjito berharap komunikasi dan kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada pertemuan silaturahmi, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program konkret ke depan.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
