Connect with us

Berita

6 Pernyataan Sikap IPB University Terkait Situasi Nasional

Published

on

6 Pernyataan Sikap IPB University Terkait Situasi Nasional
Rektor IPB University, Prof Arif Satria saat diwawancara wartawan di Kampus IPB Dramaga Bogor.

KlikBogor – IPB University menyampaikan enam pernyataan sikap menyikapi perkembangan situasi nasional akhir-akhir ini. Pernyataan sikap ini disampaikan Rektor IPB University, Prof Arif Satria di momen Pembukaan Dies Natalis ke-62 IPB University di Kampus Dramaga, Senin, 1 September 2025.

Pertama, IPB University menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi nasional yang tengah berlangsung dengan diwarnai aksi kekerasan dan tindakan anarkistis yang tidak saja menelan korban jiwa tetapi juga kerusakan sejumlah fasilitas umum dan lainnya di berbagai kota.

Atas peristiwa itu, IPB University menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya para korban, mengecam pihak-pihak yang melakukan anarkistis, serta menyerukan agar aparat negara senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban dengan pendekatan humanis, persuasif, profesional, dan menghindari tindakan represif.

“Negara harus selalu hadir dalam melindungi segenap rakyat Indonesia,” kata Prof Arif menambahkan.

Kedua, IPB University mengimbau seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan kebersamaan, persaudaraan dan persatuan dalam menghadapi situasi nasional akhir-akhir ini, teriring harapan agar semua pihak berkomitmen menahan diri dan berupaya menciptakan suasana yang tenang, damai, dan kondusif.

Ketiga, IPB University mengingatkan seluruh elemen bangsa, khususnya warga IPB University agar waspada terhadap provokasi yang tidak bertanggung jawab, dan tetap menjaga diri, mengendalikan emosi, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan keselamatan pribadi maupun orang lain.

Sebagai insan akademik yang menjunjung tinggi kebenaran ilmiah, setiap aspirasi warga IPB University hendaknya disampaikan berdasarkan data dan fakta, dengan cara beradab sesuai koridor hukum dan etik yang mencerminkan kualitas intelektual serta integritas moral.

“Mari kita senantiasa berpikir kritis, memilah sumber informasi dengan cermat, serta menolak penyebaran hoaks yang dapat merusak nalar sehat dan keutuhan bangsa,” katanya.

Keempat, IPB University menghormati kebebasan setiap warga negara untuk berpendapat dan menyampaikan aspirasi sebagaimana dijamin konstitusi, meminta DPR RI dan pemerintah untuk lebih sensitif dan berempati terhadap masalah rakyat, mengedepankan dialog dan musyawarah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa, khususnya berkaitan dengan kemiskinan, pengangguran, ketahanan pangan, ketimpangan ekonomi, kepastian investasi, ketidakadilan sosial, konflik agraria, serta korupsi yang berpotensi mengganggu kesejahteraan umum dan menghambat upaya pencapaian Indonesia Emas 2045.

“Kelima, kami mengimbau pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk terus mengawal dan menjaga ketahanan pangan nasional, mengingat pangan merupakan faktor penting penentu stabilitas ekonomi dan politik baik jangka pendek maupun panjang,” ujarnya.

Prof Arif menambahkan IPB University tetap terus berkomitmen untuk berkontribusi maksimal dan menjadi bagian dalam gerakan nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Keenam, pihaknya mengimbau warga IPB University tetap fokus dan bekerja keras dan cerdas melalui pendidikan, riset, dan inovasi untuk mewujudkan ketahanan pangan serta kemajuan agromaritim Indonesia.

“Kami mendoakan agar pemerintah, lembaga negara, aparat keamanan, dan seluruh pihak dapat segera memulihkan keadaan sehingga bangsa Indonesia dapat mewujudkan masa depan dengan optimisme,” tutur Prof Arif.

Dengan semangat intelektual, sikap kritis, dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan, Prof Arif berharap mahasiswa dan warga IPB University terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.  “Semoga Allah SWT senantiasa melindungi, membimbing, dan memberikan kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan amanah sebagai insan akademik yang berintegritas.”

(ckl/hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Dies Natalis ke-62, IPB University Gaungkan Agromaritim 5.0

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan

Published

on

By

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.

Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.

“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.

Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.

“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.

Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.

“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.

“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar

Published

on

By

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar warung soto mie di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 3 Maret 2026. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.

“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.

Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.

Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.

“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.

Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.

“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.

Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.

“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.

Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci

Published

on

By

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
Asep Faizal Rahman (kiri). Foto/Istimewa.

KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.

“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.

“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.

Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.

“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.

“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer